Poin Utama:
- Target Penambahan: Membentuk minimal 5 tim khusus penertiban untuk menjangkau seluruh wilayah pelayanan.
- Fokus Penanganan: Menekan tingginya tingkat kehilangan air akibat kebocoran teknis perpipaan dan sambungan air ilegal.
- Lokasi Operasi Perdana: Wilayah layanan Cabang Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
- Dasar Pelaksanaan: Sesuai Surat Tugas Nomor 9 (13 Januari 2026) yang diterbitkan oleh Direktur Umum Daud Husin.
BEKASI – Guna mempercepat penanganan kehilangan air dan memastikan distribusi yang optimal, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi Bekasi mengambil langkah tegas. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Bekasi ini bersiap menambah personel khusus yang akan diterjunkan langsung ke lapangan guna menertibkan kebocoran air dan sambungan perpipaan ilegal.
Saat ini, tingginya angka Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air masih menjadi tantangan utama dalam operasional perpipaan daerah. Oleh karena itu, langkah strategis ini dinilai sangat krusial untuk melindungi hak-hak pelanggan yang taat aturan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tingginya Angka Kehilangan Air di Kabupaten Bekasi
Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Reza Lutfi, Perumda Tirta Bhagasasi terus berjuang untuk memperkecil persentase kehilangan air yang saat ini masih tergolong tinggi.
Kehilangan air pada saat proses distribusi melalui jaringan pipa ke pelanggan disebabkan oleh berbagai faktor.
Selain karena adanya kebocoran teknis akibat usia atau kerusakan pada infrastruktur perpipaan, manajemen juga menengarai adanya kebocoran besar akibat praktik pencurian air melalui sambungan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Keterbatasan Personel dan Rencana Penambahan Tim
Pada tahap awal, direksi hanya membentuk satu tim penertiban. Namun, seiring berjalannya waktu, kapasitas satu tim dinilai memiliki kemampuan yang sangat terbatas dan tidak cukup ideal untuk menjangkau seluruh luasnya wilayah pelayanan di Kabupaten Bekasi.
Menanggapi kendala tersebut, Direktur Teknik Perumda Tirta Bhagasasi, Rika Nursantika, menegaskan bahwa penambahan personel adalah solusi mutlak.
“Setidaknya ada lima tim, sehingga mempercepat penanganan kehilangan air di lapangan. Dengan begitu, deteksi masalah dan penawaran solusi terkait kebocoran bisa dilakukan secara serentak di berbagai cabang,” ungkap Rika Nursantika.
Operasi Perdana Tim Penertiban di Cabang Cibarusah
Pembentukan dan pergerakan tim khusus ini memiliki landasan hukum internal yang kuat. Berdasarkan Surat Tugas Nomor 9 tertanggal 13 Januari 2026 yang ditandatangani langsung oleh Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi, Daud Husin, tim ini telah resmi beroperasi.
Sebagai langkah awal yang strategis, tim penertiban pertama ditugaskan secara khusus untuk melakukan penyisiran dan penindakan di wilayah layanan Cabang Cibarusah. Wilayah ini akan menjadi tolok ukur efektivitas sebelum tim-tim tambahan lainnya diterjunkan ke titik layanan lain.
Komitmen Melindungi Hak Pelanggan
Tujuan utama dari ekspansi tim khusus ini bukan sekadar untuk mengurangi kerugian finansial perusahaan, melainkan untuk melindungi hak-hak pelanggan setia dan memastikan layanan distribusi air bersih berjalan dengan lancar, merata, serta optimal hingga ke rumah warga.
Dengan berkurangnya angka kebocoran, debit dan tekanan air yang mengalir kepada pelanggan resmi diyakini akan semakin membaik dan stabil.
Bantu Kami Meningkatkan Layanan Air Bersih di Bekasi!
Apakah Anda melihat adanya indikasi kebocoran pipa atau mencurigai praktik sambungan air ilegal di lingkungan Anda? Jangan ragu untuk melapor! Hubungi segera layanan Customer Service atau media sosial resmi Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi. Partisipasi Anda sangat berarti bagi kelancaran pasokan air bersih kita bersama.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















