Poin Utama:
- Lokasi Prioritas: Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, dipilih karena tingginya tingkat non-revenue water (kehilangan air).
- Dasar Hukum: Operasi ini merujuk pada Surat Tugas Nomor 09 tentang Penertiban Sambungan Ilegal Wilayah Cibarusah.
- Dampak Kerugian: Praktik pencurian air menyebabkan penurunan tekanan, kebocoran jaringan, dan kerugian bagi pelanggan resmi.
- Mekanisme Terpadu: Tim mengedepankan pendataan, verifikasi teknis, edukasi warga, hingga penindakan tegas bagi pelanggar.
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi resmi menerjunkan Tim Penertiban Sambungan Ilegal guna mengatasi tingginya tingkat kehilangan air di wilayah Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
Langkah tegas ini diambil untuk melindungi hak pelanggan resmi dan memastikan distribusi air bersih berjalan adil, merata, serta terhindar dari kebocoran jaringan yang disengaja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Cibarusah Menjadi Target Penertiban Air Ilegal?
Wilayah Cibarusah dipilih sebagai sasaran utama operasi karena tingginya angka kehilangan air tanpa rekening (non-revenue water) di kawasan tersebut.
Kondisi ini sebagian besar dipicu oleh maraknya penyambungan pipa air yang tidak berizin.
”Karena menurut kami, praktik sambungan ilegal ini sangat merugikan, bukan cuman dari aspek finansial, tapi juga mengganggu keseimbangan sistem distribusi. Sambungan gak resmi ini bisa buat penurunan tekanan air, kebocoran jaringan sampai menurunnya kualitas pelayanan bagi pelanggan sah,” kata Reza Lutfi Hasan kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (23/02/2026).
Praktik tidak bertanggung jawab ini secara langsung mengorbankan warga yang telah taat aturan.
Pelanggan sah sering kali harus menghadapi debit air yang mengecil hingga pasokan yang terhenti akibat ulah oknum pencuri air.
Bagaimana Cara Kerja Tim Penertiban Tirta Bhagasasi?
Tim khusus ini beroperasi secara profesional berdasarkan Surat Tugas Nomor 09 tentang Penertiban Sambungan Ilegal Wilayah Cibarusah.
Mereka tidak serta-merta melakukan pemutusan sepihak, melainkan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis kepada masyarakat.
Mekanisme penertiban di lapangan mencakup beberapa tahapan penting, yaitu:
- Identifikasi dan pemetaan titik sambungan air yang tidak terdaftar di sistem.
- Verifikasi teknis kelayakan jaringan secara langsung di lokasi.
- Sosialisasi tata cara pemasangan baru dan pendaftaran pelanggan legal.
- Edukasi dampak buruk pencurian air terhadap operasional perusahaan dan pelanggan lain.
- Penindakan tegas sesuai regulasi bagi pelanggar yang menolak kooperatif.
Reza menekankan bahwa operasi ini juga berfungsi sebagai sarana penyadaran warga. Edukasi di lapangan memegang peranan krusial agar masyarakat memahami alur distribusi air yang benar.
Apa Harapan Pemkab Bekasi ke Depannya?
Melalui operasi di wilayah Cibarusah ini, jajaran direksi Tirta Bhagasasi beserta jajaran Pemkab Bekasi berharap efisiensi operasional pelayanan publik dapat meningkat drastis. Perusahaan menargetkan bisa menekan angka kerugian volume air seminimal mungkin.
”Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan sambungan resmi. Tujuannya agar pelayanan air bersih dapat dinikmati secara berkeadilan oleh seluruh pelanggan,” tambah Reza.
Pendapatan daerah yang terselamatkan dari kebocoran ini nantinya akan dikembalikan dalam bentuk perbaikan infrastruktur air minum yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.
Keberhasilan program penertiban ini tentunya membutuhkan dukungan penuh dari seluruh lapisan warga.
Jangan biarkan oknum tidak bertanggung jawab merusak kualitas pelayanan fasilitas umum yang seharusnya dinikmati bersama.
Apakah Anda menemukan adanya indikasi penyambungan air liar atau kebocoran pipa di lingkungan sekitar? Segera laporkan hal tersebut melalui kanal pengaduan resmi Perumda Tirta Bhagasasi atau datangi langsung unit layanan pelanggan terdekat agar segera ditindaklanjuti
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















