Berantas Sambungan Ilegal dan Kebocoran Pipa, Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi Siapkan 5 Tim Khusus

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Pusat Perumda Tirta Bhagasasi.

Kantor Pusat Perumda Tirta Bhagasasi.

Poin Utama:

  • Target Penambahan: Membentuk minimal 5 tim khusus penertiban untuk menjangkau seluruh wilayah pelayanan.
  • Fokus Penanganan: Menekan tingginya tingkat kehilangan air akibat kebocoran teknis perpipaan dan sambungan air ilegal.
  • Lokasi Operasi Perdana: Wilayah layanan Cabang Cibarusah, Kabupaten Bekasi.
  • Dasar Pelaksanaan: Sesuai Surat Tugas Nomor 9 (13 Januari 2026) yang diterbitkan oleh Direktur Umum Daud Husin.

BEKASI – Guna mempercepat penanganan kehilangan air dan memastikan distribusi yang optimal, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi Bekasi mengambil langkah tegas. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Bekasi ini bersiap menambah personel khusus yang akan diterjunkan langsung ke lapangan guna menertibkan kebocoran air dan sambungan perpipaan ilegal.

​Saat ini, tingginya angka Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air masih menjadi tantangan utama dalam operasional perpipaan daerah. Oleh karena itu, langkah strategis ini dinilai sangat krusial untuk melindungi hak-hak pelanggan yang taat aturan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Tingginya Angka Kehilangan Air di Kabupaten Bekasi

​Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Reza Lutfi, Perumda Tirta Bhagasasi terus berjuang untuk memperkecil persentase kehilangan air yang saat ini masih tergolong tinggi.

​Kehilangan air pada saat proses distribusi melalui jaringan pipa ke pelanggan disebabkan oleh berbagai faktor.

Selain karena adanya kebocoran teknis akibat usia atau kerusakan pada infrastruktur perpipaan, manajemen juga menengarai adanya kebocoran besar akibat praktik pencurian air melalui sambungan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

​Keterbatasan Personel dan Rencana Penambahan Tim

​Pada tahap awal, direksi hanya membentuk satu tim penertiban. Namun, seiring berjalannya waktu, kapasitas satu tim dinilai memiliki kemampuan yang sangat terbatas dan tidak cukup ideal untuk menjangkau seluruh luasnya wilayah pelayanan di Kabupaten Bekasi.

​Menanggapi kendala tersebut, Direktur Teknik Perumda Tirta Bhagasasi, Rika Nursantika, menegaskan bahwa penambahan personel adalah solusi mutlak.

​“Setidaknya ada lima tim, sehingga mempercepat penanganan kehilangan air di lapangan. Dengan begitu, deteksi masalah dan penawaran solusi terkait kebocoran bisa dilakukan secara serentak di berbagai cabang,” ungkap Rika Nursantika.

​Operasi Perdana Tim Penertiban di Cabang Cibarusah

​Pembentukan dan pergerakan tim khusus ini memiliki landasan hukum internal yang kuat. Berdasarkan Surat Tugas Nomor 9 tertanggal 13 Januari 2026 yang ditandatangani langsung oleh Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi, Daud Husin, tim ini telah resmi beroperasi.

​Sebagai langkah awal yang strategis, tim penertiban pertama ditugaskan secara khusus untuk melakukan penyisiran dan penindakan di wilayah layanan Cabang Cibarusah. Wilayah ini akan menjadi tolok ukur efektivitas sebelum tim-tim tambahan lainnya diterjunkan ke titik layanan lain.

​Komitmen Melindungi Hak Pelanggan

​Tujuan utama dari ekspansi tim khusus ini bukan sekadar untuk mengurangi kerugian finansial perusahaan, melainkan untuk melindungi hak-hak pelanggan setia dan memastikan layanan distribusi air bersih berjalan dengan lancar, merata, serta optimal hingga ke rumah warga.

​Dengan berkurangnya angka kebocoran, debit dan tekanan air yang mengalir kepada pelanggan resmi diyakini akan semakin membaik dan stabil.

Bantu Kami Meningkatkan Layanan Air Bersih di Bekasi!

Apakah Anda melihat adanya indikasi kebocoran pipa atau mencurigai praktik sambungan air ilegal di lingkungan Anda? Jangan ragu untuk melapor! Hubungi segera layanan Customer Service atau media sosial resmi Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi. Partisipasi Anda sangat berarti bagi kelancaran pasokan air bersih kita bersama.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!
Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar
4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem
Jadi Syarat Wajib SPMB 2026, 59 Ribu Warga Serbu Layanan KIA Pemkot Bekasi
GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi
JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda
Lelang Supercar EDC Cash Kejari Kota Bekasi Tembus Belasan Miliar
Abaikan Warga, Izin Operasional RS Budi Lestari Terancam Ditunda
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:51 WIB

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:18 WIB

Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:07 WIB

4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:16 WIB

JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda

Berita Terbaru

Sejumlah pengendara sepeda motor dan petugas tampak menunggu Kereta Rel Listrik (KRL) melintas di salah satu perlintasan sebidang di Kota Bekasi. Mengantisipasi kemacetan imbas proyek DDT Bekasi-Cikarang pada 2027, DPRD mendesak Pemkot Bekasi segera memetakan lokasi perlintasan rawan dan menyiapkan jalur alternatif. (Foto: RakyatBekasi.Com).

Parlementaria

Proyek DDT 2027: DPRD Desak Pemkot Bekasi Petakan Perlintasan Sebidang

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:56 WIB

Suasana jalur perlintasan rel kereta api di wilayah stasiun kawasan Bekasi dilihat dari area peron pejalan kaki. Pembangunan lanjutan Double-Double Track (DDT) rute Bekasi-Cikarang yang ditargetkan bergulir pada 2027 dipastikan akan berimbas pada perlintasan sebidang dan berpotensi membebani APBD untuk pembebasan lahan. (Foto: Jurnalis RakyatBekasi.Com)

Parlementaria

​Proyek DDT Bekasi-Cikarang, DPRD Ingatkan Pemkot Soal APBD

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:16 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x