Dari Ruang Belajar ke Green House: Life Skill Pertanian Jadi Kebanggaan MA Nurul Huda Setu

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa diajak praktik langsung dari tanam hingga pemasaran.

Siswa diajak praktik langsung dari tanam hingga pemasaran.

KABUPATEN BEKASI — Paradigma pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) Nurul Huda Setu, Kabupaten Bekasi, kini tidak lagi sekadar terpaku pada teori di dalam kelas. Madrasah ini telah berhasil melakukan transformasi pembelajaran dengan mengintegrasikan keterampilan hidup (life skill) nyata ke dalam kurikulumnya.

​Setiap hari Jumat, suasana berbeda terlihat di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa tampak antusias meninggalkan bangku kelas menuju green house madrasah. Di sanalah mereka menekuni life skill pertanian, sebuah program unggulan yang kini menjadi kebanggaan sekaligus identitas baru bagi MA Nurul Huda Setu.

Transformasi Pendidikan Melalui Keterampilan Nyata

​MA Nurul Huda Setu sejatinya menawarkan beragam program pengembangan diri, mulai dari seni sketsa, tata boga, penulisan kreatif, hingga pelatihan menjadi konten kreator. Namun, di tengah deretan program tersebut, life skill pertanian mencuat sebagai primadona yang menunjukkan perkembangan paling progresif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Program ini tidak sekadar mengajarkan cara menanam, melainkan telah berevolusi menjadi unit produksi yang menghasilkan produk nyata. Sayuran hidroponik segar berkualitas tinggi kini rutin dipanen dari green house sekolah, membuktikan bahwa lahan terbatas bukan penghalang untuk berinovasi.

Mentoring Intensif: Dari Benih Hingga Panen

​Keberhasilan program ini tidak lepas dari bimbingan intensif. Di bawah arahan Tofiq Hidayat selaku pembimbing, para siswa diajak menyelami dunia agribisnis modern.

​Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Jumat ini melibatkan siswa dalam siklus pertanian utuh secara hands-on (praktik langsung), yang meliputi:

  • ​Pemilihan dan penyemaian bibit unggul.
  • ​Peracikan nutrisi dan perawatan instalasi hidroponik.
  • ​Pengendalian hama secara alami.
  • ​Proses panen hingga pengemasan (packaging).

​Keterlibatan penuh ini bertujuan agar siswa memahami bahwa pertanian modern memerlukan ketelitian, disiplin, dan sentuhan teknologi.

Membangun Jiwa Wirausaha Sejak Dini

​Kepala Sekolah MA Nurul Huda Setu, Sopyan Hadi, menegaskan bahwa visi utama program ini adalah mencetak lulusan yang mandiri. Menurutnya, keberhasilan pertanian hidroponik di sekolahnya adalah buah dari konsistensi dan kolaborasi aktif antara guru dan siswa.

​“Kami mengembangkan banyak kegiatan life skill di madrasah, tetapi pertanian hidroponik menjadi yang paling terlihat dampak nyatanya. Anak-anak tidak hanya belajar menanam, tetapi juga belajar manajemen bisnis sederhana dengan mengelola dan memasarkan hasilnya,” ujar Sopyan Hadi saat diwawancarai pada Jumat (12/12/2025).

Lebih lanjut, Sopyan menjelaskan bahwa hasil panen siswa kini memiliki nilai ekonomis. Sayuran tersebut tidak hanya diserap oleh warga sekolah, tetapi juga telah didistribusikan ke lingkungan sekitar hingga dikirim ke berbagai daerah.

Hal ini menjadi bukti konkret bahwa pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) mampu menumbuhkan jiwa entrepreneurship siswa.

Testimoni Siswa: Bangga Menjadi Petani Milenial

​Dampak positif program ini dirasakan langsung oleh para peserta didik. Siti Amanda, salah satu siswi MA Nurul Huda Setu yang aktif dalam program ini, mengungkapkan perubahan pandangannya terhadap dunia pertanian.

​“Awalnya kami hanya belajar menanam, tapi sekarang hasilnya bisa dijual dan menghasilkan uang. Rasanya bangga karena apa yang kami kerjakan benar-benar bermanfaat dan dihargai orang lain,” ungkap Amanda dengan antusias.

​Bagi Amanda dan rekan-rekannya, aktivitas di green house menjadikan proses belajar jauh lebih menyenangkan dan menantang. Mereka belajar tentang arti tanggung jawab, kerja sama tim (teamwork), dan kesabaran dalam merawat makhluk hidup.

Mencetak Generasi Mandiri Masa Depan

​Melalui terobosan life skill pertanian hidroponik ini, MA Nurul Huda Setu telah membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi inkubator kemandirian. Dari bilik green house sederhana, siswa mendapatkan pelajaran berharga tentang alam, kerja keras, dan kemandirian ekonomi.

​Bekal inilah yang diharapkan akan menjadi modal penting bagi para siswa untuk menghadapi tantangan kehidupan dan persaingan global di masa depan.

(Tim Redaksi)


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI
Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC
Sejarah Jalan Latuharhary: Mengenal Sosok Pahlawan Maluku Penjaga NKRI
Sejarah Jalan Dr Kusuma Atmaja: Ketua MA Pertama RI
Satu-satunya di Jabodetabek, STAH Dharma Nusantara Buka Magister S2 Pendidikan Agama Hindu
Cegah Stunting, Alfamidi Salurkan 160 Ribu Telur ke 26 Kota dan Kabupaten di 15 Provinsi
​Sejarah Jalan Jusuf Adiwinata Menteng: Bapak Imigrasi RI
Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:11 WIB

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI

Senin, 27 Juli 2026 - 12:13 WIB

Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:46 WIB

Sejarah Jalan Latuharhary: Mengenal Sosok Pahlawan Maluku Penjaga NKRI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:29 WIB

Sejarah Jalan Dr Kusuma Atmaja: Ketua MA Pertama RI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:47 WIB

Satu-satunya di Jabodetabek, STAH Dharma Nusantara Buka Magister S2 Pendidikan Agama Hindu

Berita Terbaru

PENA KEMERDEKAAN: Suasana jalan raya dan lalu lintas di sekitar ruas Jalan Abdul Muis, kawasan tersembunyi di balik Jalan Merdeka Barat, dekat Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/07/2026). Penamaan jalan protokol ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati Abdoel Moeis, jurnalis kritis pendiri koran Hindia Serikat, pengarang mahakarya novel Salah Asuhan, sekaligus tokoh yang tercatat sebagai orang pertama penerima gelar Pahlawan Nasional di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:11 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x