Dinkes Bekasi Turun Tangan: 2 Siswa Pulang, 4 Masih Dirawat, Sampel Makanan MBG Diuji di Laboratorium

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi memberikan keterangan resmi mengenai kondisi terkini enam siswa SDN Kota Baru 3 yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam peninjauan langsung di RS Ananda Bekasi, Kepala Dinkes memastikan kondisi para korban stabil dan dalam penanganan intensif.

​Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemerintah Kota Bekasi juga menjamin akan menanggung seluruh biaya perawatan medis para siswa yang menjadi korban dalam insiden ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi Pasien Stabil, Satu Siswa Alami Peningkatan Sel Darah Putih

​Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraeni, melaporkan bahwa dari enam siswa yang menjalani perawatan, dua di antaranya telah diizinkan pulang ke rumah karena kondisinya sudah membaik. Sementara itu, empat siswa lainnya masih menjalani observasi di rumah sakit.

“Kalau menurut informasi dokter, memang hanya vomitus saja, jadi ada reaksi muntah, tapi suhu baik. Karena muntah, tentunya lemas. Yang lain kondisinya aman,” ucap Satia saat ditemui jurnalis rakyatbekasi.com di RS Ananda Bekasi, Kamis (02/10/2025).

​Dari hasil pemeriksaan, diketahui ada satu siswa yang kadar sel darah putihnya sedikit meningkat. Peningkatan sel darah putih seringkali menjadi indikator adanya infeksi atau respons tubuh terhadap benda asing.

“Dan mungkin biar mereka bisa istirahat, mungkin satu hari ini dirawat,” tambahnya, mengisyaratkan para siswa akan diobservasi setidaknya selama satu malam.

Uji Laboratorium untuk Pastikan Penyebab

​Untuk memastikan akar masalah, Dinkes tidak mau berspekulasi dan telah mengambil langkah investigasi ilmiah. Tim Dinkes telah mengamankan sampel untuk diuji di laboratorium.

​”Dinkes sudah mengambil sampel, baik di SPPG (dapur penyedia) maupun sampel sisa makanan dari anak-anak tadi,” jelas Satia.

​Langkah ini diambil untuk memverifikasi laporan dari pihak sekolah yang menyebutkan bahwa beberapa varian menu, yang terdiri dari makaroni, daging giling, dan buah, sempat dirasakan asam sebelum dikonsumsi oleh para siswa.

Hasil Ditunggu dalam 2-3 Hari

Sampel makanan tersebut telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) milik Pemerintah Kota Bekasi.

Satia memperkirakan hasil uji laboratorium baru akan keluar dalam dua hingga tiga hari mendatang.

​”Kita belum tahu kan penyebabnya apakah memang dari makanan atau memang dari kondisi anak-anak yang lemah,” tegasnya. “Nanti kita lihat, nanti kita bisa cek ini penyebabnya apa, tapi kita sudah melakukan tindakan.”

Biaya Perawatan Ditanggung Penuh oleh Pemerintah

​Di tengah kekhawatiran yang dirasakan para orang tua, Kepala Dinkes memastikan bahwa pemerintah hadir dan bertanggung jawab penuh atas insiden ini. Seluruh biaya pengobatan dan perawatan para siswa akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Bekasi.

“Untuk biaya kesehatan anak-anak semua nanti dicover dari Pemerintah Kota Bekasi,” pungkasnya, memberikan jaminan kepada keluarga korban.

Visited 72 times, 1 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target
Peluang Emas! PBPI Kota Bekasi Buka Sertifikasi Wasit Padel
Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar
Bansos Tunai Rp5,4 Juta: Pemkot Bekasi Siap, Tunggu Aturan!
Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7
Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!
Praktik Suap Pendidikan Bekasi Dikuliti Habis Majelis SEPAGETI
Proyek Pirolisis Bantargebang, Gunungan Sampah Bakal Disulap Jadi BBM
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:11 WIB

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WIB

Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:02 WIB

Bansos Tunai Rp5,4 Juta: Pemkot Bekasi Siap, Tunggu Aturan!

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:35 WIB

Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:36 WIB

Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!

Berita Terbaru

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menerima audiensi jajaran GoTo di Kantor Kementerian Sosial, Jumat (12/06/2026). (Dok. Kemensos)

Nasional

Cegah Bansos Salah Sasaran, Kemensos Gunakan Teknologi GoTo

Sabtu, 13 Jun 2026 - 13:50 WIB

Truk tangki distribusi BBM milik Pertamina (PT Trans Migasindo) bersiap melakukan bongkar muat pasokan bahan bakar di salah satu area SPBU pada malam hari, guna memastikan ketersediaan stok Pertalite tetap aman dan terdistribusi maksimal bagi masyarakat pengguna jalan.

Nasional

Stok Pertalite Pertamina Aman, Warga Bekasi Jangan Panik!

Sabtu, 13 Jun 2026 - 04:33 WIB

Ilustrasi Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya (tengah), saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, belum lama ini. Sony kini resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dan berani mengungkap 26 nama elite politik yang diduga terlibat.

Nasional

Siapa Berani Bantah “Nyanyian MBG” Sony Sanjaya?

Jumat, 12 Jun 2026 - 20:25 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x