Dirut KAI Update Korban Tabrakan KA di Stasiun Bekasi Timur: 7 Tewas dan 81 Luka-Luka

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin (kiri) didampingi perwakilan Basarnas (kanan) memberikan keterangan pers terkait update penanganan dan proses evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). (Foto: RakyatBekasi.com)

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin (kiri) didampingi perwakilan Basarnas (kanan) memberikan keterangan pers terkait update penanganan dan proses evakuasi korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). (Foto: RakyatBekasi.com)

Poin Utama:

  • ​Tabrakan maut antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi-Jakarta terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
  • ​Update korban per Selasa (28/4/2026): 7 penumpang meninggal dunia dan 81 orang mengalami luka-luka.
  • ​Proses evakuasi berlangsung dramatis lebih dari 8 jam; sedikitnya 3 korban dilaporkan masih terjebak di dalam himpitan gerbong KRL.
  • ​PT KAI dan Basarnas menerapkan kehati-hatian ekstra dalam mengangkat lokomotif demi keselamatan korban yang masih terperangkap.

​Tragedi tabrakan maut antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/04/2026) malam, menyisakan duka mendalam.

Hingga Selasa (28/04/2026) pagi, jumlah korban dilaporkan terus bertambah seiring berjalannya proses evakuasi oleh tim gabungan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insiden nahas ini mengakibatkan sedikitnya tujuh penumpang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, sementara evakuasi gerbong yang ringsek masih berlangsung dramatis.

​Berapa Jumlah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur?

​Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengonfirmasi bahwa puluhan orang terdampak langsung oleh insiden fatal tersebut. Korban luka saat ini telah dilarikan ke rumah sakit terdekat di wilayah Kota Bekasi.

​”Saya mengupdate jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta pada malam tadi malam. Meninggal dunia itu 7 orang, dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang,” kata Bobby Rasyidin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/04/2026).

​Mengapa Proses Evakuasi Korban KRL Berjalan Lambat?

​Tingkat kerusakan yang parah pada rangkaian gerbong Commuter Line membuat proses pertolongan berjalan sangat alot dan memakan waktu lebih dari 8 jam.

Bobby menyebutkan bahwa tim di lapangan terkendala oleh kondisi gerbong yang hancur, sehingga proses ekstraksi harus dilakukan secara presisi.

​”Ada sekitar 3 orang yang terperangkap di dalam kereta. Karena evakuasi ini, terus terang, cukup lama, selama 8 jam, dan kita lakukan hati-hati sekali. Sangat hati-hati sekali, dalam melaksanakan evakuasi para korban,” tegas Bobby.

​Bagaimana Nasib Rangkaian KA Argo Bromo Anggrek?

​Penanganan darurat tidak hanya terfokus pada gerbong KRL, tetapi juga pada rangkaian Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek yang ikut anjlok.

Petugas gabungan dilaporkan telah berhasil memisahkan dan menarik belasan gerbong penumpang dari titik tabrakan.

​Berikut update penanganan jalur dan badan kereta di lokasi:

  • ​Sebanyak 12 gerbong penumpang KA Argo Bromo Anggrek telah berhasil dievakuasi.
  • ​Alat berat disiagakan untuk proses evakuasi lokomotif yang mengalami benturan paling keras.
  • ​Tim gabungan terus melakukan asesmen keselamatan bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

​”Jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong, itu telah kami lakukan. Dan selanjutnya, kami juga sudah siap untuk melakukan evakuasi dari lokomotif yang ada pada kereta Bromo Anggrek. Dan kami berkoordinasi dengan Basarnas untuk mempertimbangkan aspek kehatian-hatian dan keselamatan dari korban yang masih terperangkap di dalam kereta,” urai Bobby.

​Peristiwa kelam di Stasiun Bekasi Timur ini menjadi tamparan keras dan evaluasi besar bagi sistem keselamatan transportasi perkeretaapian di wilayah penyangga ibukota.

Tim redaksi akan terus memantau proses evakuasi serta hasil investigasi penyebab pasti kecelakaan ini.

Punya informasi tambahan, foto, atau melihat langsung kejadian ini? Bagikan kesaksian Anda di kolom komentar. Jangan lupa ikuti terus update berita transportasi dan layanan publik di Kota Bekasi lainnya hanya di RakyatBekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Ubharajaya Pacu Digitalisasi UMKM Kedung Pengawas
Jelang Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi Bertolak ke China Pelajari Pengolahan Sampah
Krisis Listrik Mengintai, Wali Kota Bekasi Desak OPD Segera Siagakan Genset
398 Warga Terpapar HIV di Kota Bekasi, Pemkot Gencarkan Tes dan Hapus Stigma
Awas! 398 Kasus HIV Guncang Kota Bekasi, Usia Produktif Dominan
Tokoh Agama Bekasi Hadiri Pengobatan Gratis di Tanah Abang, Siap Bawa ke Bekasi Raya
Nasib 61 Ribu KK PBI-JK Bekasi Usai Coretan Massal Pusat
Telan Rp3,5 Miliar, Perbaikan Jalan Ir H Juanda Bekasi Resmi Dimulai
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:31 WIB

Mahasiswa Ubharajaya Pacu Digitalisasi UMKM Kedung Pengawas

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:25 WIB

Jelang Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi Bertolak ke China Pelajari Pengolahan Sampah

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:02 WIB

Krisis Listrik Mengintai, Wali Kota Bekasi Desak OPD Segera Siagakan Genset

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:34 WIB

398 Warga Terpapar HIV di Kota Bekasi, Pemkot Gencarkan Tes dan Hapus Stigma

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:56 WIB

Awas! 398 Kasus HIV Guncang Kota Bekasi, Usia Produktif Dominan

Berita Terbaru

Keceriaan anak-anak Desa Kedung Pengawas, Kabupaten Bekasi, berfoto bersama memamerkan hasil karya tote bag ecoprint mereka usai mengikuti pelatihan kreativitas bersama mahasiswa KKN Kelompok 82 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Minggu (31/05/2026).

Bekasi

Mahasiswa Ubharajaya Pacu Digitalisasi UMKM Kedung Pengawas

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:31 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x