Poin Utama:
- Kecelakaan beruntun melibatkan sebuah taksi, KRL Commuter Line lintas Jakarta–Cikarang, dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
- Insiden nahas bermula saat KRL menabrak taksi di kawasan perlintasan sebidang Ampera, sebelum akhirnya ditubruk dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.
- Hingga pukul 20.59 WIB, proses evakuasi penumpang masih berlangsung secara dramatis di tengah kepadatan warga dan aparat di Stasiun Bekasi Timur.
Kecelakaan tragis mewarnai jalur perkeretaapian di Kota Bekasi saat Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek menubruk rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/04/2026) malam.
Insiden mengerikan yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.59 WIB ini bermula dari rentetan peristiwa yang melibatkan sebuah taksi di kawasan perlintasan Ampera, Kecamatan Bekasi Timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, tim gabungan dari berbagai instansi Pemerintah Daerah (Pemkot Bekasi) dan PT KAI masih berupaya mengevakuasi para penumpang dari himpitan gerbong yang ringsek.
Bagaimana Kronologi Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur?
Tabrakan maut di jalur satu lintas Jakarta–Cikarang ini ternyata merupakan sebuah insiden beruntun yang fatal.
Sebelum ditabrak dari belakang oleh kereta api jarak jauh, KRL Commuter Line tersebut terlebih dahulu mengalami insiden lalu lintas.
”Berdasarkan informasi awal, KRL Commuter Line dengan rute Jakarta menuju Cikarang dilaporkan mulanya menabrak sebuah kendaraan taksi di kawasan Ampera,” kata Arif (32) kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di sekitar lokasi kejadian, Senin (27/04/2026).
Setelah menghantam taksi, rangkaian KRL mengalami kendala dan harus berhenti darurat untuk prosedur pengecekan.
Mengapa KRL Berhenti di Stasiun Bekasi Timur Sebelum Ditabrak?
Usai insiden pertama di kawasan Ampera, masinis menghentikan rangkaian KRL di area Stasiun Bekasi Timur untuk penanganan lebih lanjut dan sterilisasi jalur.
Namun nahas, saat rangkaian angkutan massal tersebut tertahan pada jalur yang sama, bahaya lain datang melaju kencang menyusul dari arah barat.
Secara tiba-tiba dan di luar kendali persinyalan, KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang melaju searah dari belakang langsung menubruk bagian ekor rangkaian KRL tersebut dengan keras.
Benturan ini memicu kerusakan parah pada bagian depan lokomotif Argo Bromo maupun gerbong belakang KRL.
Bagaimana Kondisi Evakuasi Penumpang KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Saat Ini?
Situasi di lokasi kejadian pasca-tabrakan sangat kacau dan dipenuhi kepanikan dari para penumpang yang berusaha menyelamatkan diri. Benturan keras mengakibatkan gerbong saling berhimpitan, menyulitkan proses penyelamatan.
”Kejadian di lokasi cukup krodit. Karena petugas masih berupaya melakukan proses evakuasi kepada para korban maupun penumpang,” kata Arif.
Hingga berita ini diturunkan, area di sepanjang jalur kereta Stasiun Bekasi Timur masih dipadati oleh warga sekitar dan aparat kepolisian.
Tim medis dan petugas keselamatan PT KAI bahu-membahu mensterilkan area dan memastikan seluruh korban segera mendapatkan penanganan medis.
Pihak PT KAI dan otoritas terkait dipastikan akan melakukan investigasi mendalam terhadap sistem persinyalan serta SOP (Standar Operasional Prosedur) keselamatan yang dinilai bobol sehingga menyebabkan dua insiden beruntun ini terjadi di jalur sibuk perkeretaapian Kota Bekasi.
Pantau terus rakyatbekasi.com untuk pembaruan informasi mengenai identitas korban, rekayasa lalu lintas lintas, dan pengalihan rute KRL imbas kecelakaan ini.
Bagikan artikel ini untuk mengabarkan kerabat Anda yang sedang menggunakan fasilitas kereta api malam ini, dan tinggalkan informasi tambahan Anda di kolom komentar di bawah jika berada di sekitar lokasi kejadian!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















