Gerhana Matahari 2027 Catat Rekor Durasi Terlama di Dunia

- Jurnalis

Minggu, 30 November 2025 - 02:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi fase puncak Gerhana Matahari Total yang diprediksi akan berlangsung selama lebih dari 6 menit pada 2 Agustus 2027 mendatang di belahan bumi lain.

Ilustrasi fase puncak Gerhana Matahari Total yang diprediksi akan berlangsung selama lebih dari 6 menit pada 2 Agustus 2027 mendatang di belahan bumi lain.

Poin Utama:

  • Waktu Kejadian: 2 Agustus 2027.
  • Rekor Durasi: Mencapai 6 menit 23 detik (Terlama antara tahun 1991 hingga 2114).
  • Lokasi Lintasan: Spanyol, Afrika Utara (Mesir, Maroko), hingga Timur Tengah.
  • Status Indonesia: Tidak terlihat di wilayah Indonesia (Konfirmasi BMKG).

​Fenomena astronomi langka berupa Gerhana Matahari Total (GMT) diprediksi akan terjadi pada 2 Agustus 2027 dengan durasi yang memecahkan rekor dunia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena “Raja Gerhana” dengan durasi lebih dari enam menit ini tidak akan melintasi wilayah langit Indonesia.

​Mengapa Gerhana 2027 Disebut Sangat Istimewa?

​Para ahli astronomi menobatkan gerhana edisi 2027 ini sebagai peristiwa luar biasa karena durasi fase totalitasnya yang ekstrem.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data dari Gulf News, saat Bulan berada tepat di antara Bumi dan Matahari, kondisi gelap gulita akan berlangsung selama 6 menit 23 detik.

​Durasi ini jauh melampaui rata-rata gerhana matahari total yang umumnya hanya bertahan 2 hingga 3 menit.

Angka tersebut menjadikan peristiwa ini sebagai gerhana matahari total dengan durasi terlama yang dapat disaksikan dari Bumi dalam kurun waktu lebih dari satu abad, yakni di antara tahun 1991 hingga 2114.

​Negara Mana Saja yang Dilintasi Jalur Totalitas?

​Fenomena ini memiliki “koridor totalitas” selebar 258 kilometer yang akan menyapu tiga benua sekaligus. Bagi warga Bekasi yang berminat menyaksikan fenomena ini, perjalanan ke luar negeri menjadi satu-satunya opsi.

Jalur bayangan inti Bulan (umbra) akan dimulai dari Samudra Atlantik dan bergerak ke arah timur melewati negara-negara berikut:

  • Eropa: Ujung selatan Spanyol dan Gibraltar.
  • Afrika Utara: Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, dan Sudan.
  • Timur Tengah: Arab Saudi dan Yaman.
  • Samudra Hindia: Somalia dan Kepulauan Chagos.

​Mesir, khususnya situs sejarah Luxor, diprediksi akan menjadi lokasi pengamatan paling populer karena berada tepat di tengah jalur lintasan gerhana.

​Apakah Fenomena Ini Terlihat di Indonesia?

​Sayangnya, publik di Tanah Air tidak dapat menyaksikan langsung fenomena ini. BMKG menegaskan bahwa jalur lintasan gerhana sama sekali tidak menyentuh wilayah Nusantara.

​”Gerhana tersebut juga tidak akan melewati wilayah Indonesia. Jalur totalitas gerhana akan melewati Maroko, Spanyol, Algeria, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman dan Somalia,” jelas perwakilan BMKG mengutip data otoritas antariksa global.

​Sementara itu, wilayah yang berada di luar jalur utama seperti sebagian besar Eropa, Afrika, hingga Asia Barat, masih berkesempatan menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian (partial solar eclipse). Namun, untuk Indonesia, langit diprediksi akan tetap normal seperti hari biasa.

​Data Ringkas Gerhana Matahari Total 2027

​Berikut adalah statistik kunci mengenai fenomena tersebut:

  • Tanggal: 2 Agustus 2027.
  • Jenis: Gerhana Matahari Total.
  • Durasi Maksimal: 6 menit 23 detik.
  • Lebar Jalur: ± 258 Kilometer.

​Bagi pecinta astronomi di Indonesia, fenomena ini tetap menjadi catatan edukasi penting mengenai dinamika posisi Bulan, Bumi, dan Matahari yang mampu menciptakan fenomena alam spektakuler, meski harus disaksikan melalui siaran langsung internasional atau bepergian ke negara tujuan.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI
Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini
GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap
AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam
Waspada Ancaman Mata Kering di Jabodetabek: 41% Warga Terdampak Tanpa Sadar
905 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor Selama Nataru
Revolusi Sepak Bola: FIFA Uji Coba “Wenger Law” dan Aturan Kiper untuk Akhiri Era Offside Milimeter
Kejar Rekor 1.000 Gol, Cristiano Ronaldo: Jika Tidak Ada Cedera Insya Allah

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:31 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI

Senin, 19 Januari 2026 - 08:40 WIB

Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini

Senin, 19 Januari 2026 - 04:53 WIB

GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:26 WIB

AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam

Rabu, 7 Januari 2026 - 21:39 WIB

Waspada Ancaman Mata Kering di Jabodetabek: 41% Warga Terdampak Tanpa Sadar

Berita Terbaru

Tangkapan layar Surat Edaran Nomor 800.1.5/219/BKPSDM.PKA tertanggal 19 Januari 2026.

Bekasi

Wali Kota Bekasi Larang ASN Nikah Siri dan Selingkuh

Rabu, 21 Jan 2026 - 13:58 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca