Revolusi Sepak Bola: FIFA Uji Coba “Wenger Law” dan Aturan Kiper untuk Akhiri Era Offside Milimeter

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi 'Wenger Law'.

Ilustrasi 'Wenger Law'.

DUBAI – Sepak bola dunia kini tengah bersiap menghadapi potensi perubahan regulasi paling radikal dalam sejarah modernnya. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka tengah mematangkan revisi revolusioner terkait aturan offside baru.

Langkah ini diprediksi akan mengubah drastis cara permainan dimainkan, strategi pelatih, hingga cara wasit mengambil keputusan di lapangan.

​Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam pengumumannya menyatakan bahwa badan sepak bola dunia tersebut sedang dalam proses intensif menguji interpretasi baru tentang offside.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam regulasi anyar ini, seorang penyerang hanya akan dinyatakan dalam posisi ilegal (offside) jika seluruh bagian tubuhnya yang bisa mencetak gol berada di depan bek terakhir lawan.

​Akhir dari Era “Offside Milimeter” dan Polemik VAR

​Langkah drastis ini diambil FIFA sebagai respons langsung terhadap kritik keras yang muncul sejak penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

Meski membantu akurasi, VAR sering kali memicu kontroversi karena menganulir gol akibat offside yang sangat tipis—terkadang hanya karena ujung sepatu, hidung, atau bahu pemain yang melewati garis imajiner dalam hitungan milimeter.

​Gianni Infantino menyadari bahwa hal ini kerap mencederai semangat permainan dan mengurangi keseruan pertandingan.

​”Kami memperkenalkan VAR beberapa tahun lalu untuk membuat sepak bola lebih adil dan memungkinkan wasit memperbaiki kesalahan. Kami akan terus meningkatkan teknologi, tetapi kami juga harus meninjau aturan untuk membuat permainan lebih menarik,” ujar Infantino dalam World Sports Summit di Dubai, Uni Emirat Arab.

​Infantino menegaskan bahwa fase pengujian sedang berlangsung di beberapa kompetisi level usia muda di Eropa.

“Di masa depan, mungkin saja terjadi bahwa penyerang harus berada di depan bek dengan seluruh tubuhnya untuk dinyatakan offside,” tambahnya.

​Mengenal “Wenger Law”: Keuntungan Mutlak bagi Penyerang

​Konsep perubahan ini dikenal luas di kalangan pengamat sepak bola sebagai “Hukum Wenger” (Wenger Law).

Istilah ini merujuk pada sosok Arsene Wenger, mantan pelatih legendaris Arsenal yang kini menjabat sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA.

​Wenger telah bertahun-tahun mengadvokasi reformasi aturan yang lebih menguntungkan permainan menyerang (ofensif).

Filosofinya sederhana: memberikan keuntungan (benefit of the doubt) kepada penyerang dan menghapus drama offside skala milimeter yang kerap mematikan euforia gol sejak era VAR dimulai.

​Dampak Taktis di Lapangan

​Jika aturan ini disahkan secara global, dampaknya akan sangat masif:

  • Produktivitas Gol Meningkat: Penyerang akan memiliki keunggulan langkah yang signifikan. Selama ada bagian tubuh mereka yang sejajar dengan bek lawan, mereka dianggap onside.
  • Perubahan Garis Pertahanan: Tim yang mengandalkan garis pertahanan tinggi (high defensive line) akan menghadapi risiko yang jauh lebih besar, memaksa pelatih merombak taktik bertahan mereka.
  • Akhir Debat Mikroskopis: Pengecekan VAR diharapkan menjadi lebih cepat karena batasannya menjadi lebih jelas (ada atau tidak adanya celah antara penyerang dan bek).

​Aturan Kiper Juga Diperketat: Batas 8 Detik

​Selain revolusi offside, FIFA juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah tambahan untuk mempercepat tempo permainan dan mengurangi time-wasting (buang-buang waktu).

Infantino menyinggung aturan yang sudah mulai diuji coba, yakni batasan waktu yang lebih ketat bagi penjaga gawang dalam menguasai bola.

​Saat ini, aturan kiper memegang bola selama 6 detik sering kali diabaikan oleh wasit. Dalam aturan uji coba baru:

  1. Durasi: Kiper hanya diperbolehkan menahan bola maksimal delapan detik.
  2. Sanksi Berat: Jika kiper melanggar batas waktu tersebut, tim lawan tidak lagi diberi tendangan bebas tidak langsung di dalam kotak penalti (yang rumit eksekusinya), melainkan langsung diberikan hadiah tendangan sudut (corner kick).

​Aturan ini diharapkan dapat meminimalisir taktik membuang-buang waktu yang kerap dilakukan tim yang sedang unggul skor di menit-menit akhir pertandingan.

​Masa Depan Sepak Bola

​Jika fase uji coba “Hukum Wenger” dan aturan 8 detik kiper ini dinilai sukses dan disetujui oleh International Football Association Board (IFAB), aturan baru ini bisa segera diterapkan di panggung terbesar sepak bola seperti Piala Dunia.

Hal ini akan menandai pergeseran taktis terbesar yang pernah dilihat oleh penggemar sepak bola di abad ke-21.

​Bagaimana menurut Anda, apakah perubahan ini akan membuat sepak bola semakin menarik atau justru merusak seni bertahan?

Ingin terus mendapatkan update terbaru seputar regulasi sepak bola dunia dan berita olahraga terkini? Jangan lupa bagikan artikel ini dan ikuti kami di media sosial!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Jalan Sunan Bonang: Dakwah Kultural Pencipta Tombo Ati
5 Tahun Berjalan, Alfamidi Berangkatkan 101 Karyawan Umrah
Link Live Streaming dan Jadwal Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026
Sejarah Jalan Sunan Ampel: Jejak Dakwah dan Falsafah Moh Limo
Sejarah Jalan Sunan Giri: Jejak Ulama Pendiri Giri Kedaton
Sejarah Jalan Pangeran Antasari: Sultan Banjar Anti Kompromi
Menguak Fakta Sejarah Pejuang Aceh di Balik Riuh Jalan Panglima Polim
Sejarah Jalan Brawijaya: Simbol Akhir Keemasan Majapahit
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:45 WIB

Sejarah Jalan Sunan Bonang: Dakwah Kultural Pencipta Tombo Ati

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Link Live Streaming dan Jadwal Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:04 WIB

Sejarah Jalan Sunan Ampel: Jejak Dakwah dan Falsafah Moh Limo

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Sejarah Jalan Sunan Giri: Jejak Ulama Pendiri Giri Kedaton

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:39 WIB

Sejarah Jalan Pangeran Antasari: Sultan Banjar Anti Kompromi

Berita Terbaru

Petugas saat melakukan verifikasi faktual kelayakan hunian dan legalitas tanah warga calon penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di salah satu kawasan permukiman padat penduduk. Pendataan ketat dilakukan agar bantuan tepat sasaran. (Ilustrasi)

Bekasi

Bedah Rumah BSPS: 909 Hunian di Kota Bekasi Lolos Verifikasi

Selasa, 11 Agu 2026 - 17:01 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x