Harga BBM Non-Subsidi Diprediksi Turun Mulai 1 Desember 2025 di SPBU Kota dan Kabupaten Bekasi

- Jurnalis

Minggu, 30 November 2025 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga sedang mengisi bahan bakar kendaraan di salah satu SPBU di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kota Bekasi, menjelang penyesuaian harga BBM awal bulan.

Warga sedang mengisi bahan bakar kendaraan di salah satu SPBU di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Kota Bekasi, menjelang penyesuaian harga BBM awal bulan.

Poin Utama:

  • Prediksi Penurunan: Harga BBM non-subsidi diperkirakan turun per 1 Desember 2025 akibat melemahnya harga minyak dunia.
  • Faktor Pemicu: Rata-rata harga minyak Brent turun ke level US$63,66 per barel dan Rupiah menguat ke rata-rata Rp16.684 per dolar AS.
  • Kondisi Saat Ini: Harga Pertamax di Kota Bekasi masih dibanderol Rp12.200 per liter (harga November 2025).
  • Dasar Aturan: Mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 19 K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar.

Masyarakat di Kota dan Kabupaten Bekasi boleh sedikit bernapas lega karena harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis non-subsidi berpeluang besar mengalami penurunan mulai 1 Desember 2025.

Prediksi ini muncul seiring dengan tren melemahnya harga minyak mentah dunia sepanjang November dan penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang menjadi variabel utama penentuan harga oleh PT Pertamina (Persero).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa Penyebab Utama Harga BBM Berpotensi Turun?

Penyebab utama prediksi penurunan harga ini adalah tren harga minyak mentah dunia yang bergerak melemah sepanjang November 2025.

Berdasarkan data Refinitiv, rata-rata harga minyak Brent berada di level US$63,66 per barel, turun 0,44% dibandingkan Oktober. Penurunan lebih tajam terjadi pada minyak WTI yang melemah 1,00% menjadi US$59,44 per barel.

Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran oversupply (kelebihan pasokan) di pasar energi global. OPEC melaporkan bahwa pasokan minyak telah melampaui permintaan pada kuartal ketiga 2025, ditambah dengan proyeksi peningkatan produksi minyak Amerika Serikat yang mencapai 13,58 juta barel per hari.

Bagaimana Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Terhadap Harga di Bekasi?

Selain harga minyak dunia, penguatan mata uang Garuda menjadi faktor penentu yang signifikan. Sepanjang November ini, Rupiah tercatat menguat 0,15% terhadap Dolar AS, dengan rata-rata kurs berada di level Rp16.684 per Dolar AS.

Mengingat Indonesia masih mengimpor sebagian besar kebutuhan minyak mentah dan produk BBM, penguatan Rupiah ini secara langsung berdampak pada penurunan biaya impor.

Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah dan badan usaha untuk menyesuaikan harga jual eceran di SPBU, termasuk di wilayah Kota Bekasi.

Berapa Harga BBM Non-Subsidi Saat Ini di Bekasi?

Sebelum adanya pengumuman resmi per 1 Desember 2025, harga BBM non-subsidi yang berlaku di berbagai SPBU di wilayah Bekasi (seperti di Bekasi Timur, Rawalumbu, hingga Jatiasih) masih mengacu pada harga November 2025. Berikut rinciannya:

  • Pertamax (RON 92): Rp12.200 per liter.
  • Pertamax Green (RON 95): Rp13.000 per liter.
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 per liter.
  • Dexlite: Rp13.900 per liter.
  • Pertamina Dex: Rp14.200 per liter.

Sementara itu, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar Subsidi dipastikan tetap stabil masing-masing di angka Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Apakah Sudah Ada Dasar Hukum Penurunannya?

Penyesuaian harga ini memiliki landasan hukum yang kuat, yakni Keputusan Menteri ESDM Nomor 19 K/10/MEM/2019. Regulasi ini mengatur formula harga dasar perhitungan harga jual eceran BBM yang menggunakan rata-rata publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS) dan nilai tukar kurs pada periode tanggal 25 dua bulan sebelumnya hingga tanggal 24 satu bulan sebelumnya.

Dengan data rata-rata harga minyak Brent periode Oktober-November 2025 yang berada di US$63,82 per barel (lebih rendah dari periode sebelumnya US$65,72), sinyal penurunan harga di awal Desember menjadi sangat kuat.

Data Pendukung Tren Pasar Energi (Nov 2025):

  • Harga Minyak Brent: US$63,66/barel (Turun 0,44%).
  • Harga Minyak WTI: US$59,44/barel (Turun 1,00%).
  • Rata-rata Kurs Rupiah: Rp16.684/US$ (Menguat 0,15%).
  • Estimasi Produksi AS: 13,58 juta barel/hari (Naik).

Warga Bekasi disarankan untuk memantau pengumuman resmi dari Pertamina pada pergantian hari nanti. Penurunan harga ini tentu diharapkan dapat sedikit meringankan beban operasional masyarakat yang beraktivitas di wilayah Jabodetabek.

Pantau terus update harga terbaru di SPBU terdekat melalui aplikasi MyPertamina atau ikuti perkembangan beritanya hanya di rakyatbekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Naik Kelas! Bekasi Tembus 5 Besar Kota Toleran Se-Indonesia
Nyali Ciut! Akrobat Politik Pelapor Jusuf Kalla Berujung Anti Klimaks
Akrobat Elit Parpol, Konperda Tuntut Pelapor Jusuf Kalla Minta Maaf!
Harga Plastik Mencekik, 2 Juta Pekerja AMDK Terancam PHK
Politisasi Video Jusuf Kalla: Elit Caper, Umat Sibuk Pikirkan Rupiah!
Polemik Video JK: Berhenti Baper, Fokus Saja Tebar Damai!
132 Hari Terlantar Pascabencana! Relawan Desak Pemerintah Pusat ‘Serius’ Pulihkan Aceh
Resmi Ditetapkan! Pemerintah Berlakukan WFH ASN Setiap Jumat demi Jaga Ketahanan Energi Nasional

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 08:22 WIB

Naik Kelas! Bekasi Tembus 5 Besar Kota Toleran Se-Indonesia

Jumat, 17 April 2026 - 09:58 WIB

Nyali Ciut! Akrobat Politik Pelapor Jusuf Kalla Berujung Anti Klimaks

Rabu, 15 April 2026 - 14:57 WIB

Akrobat Elit Parpol, Konperda Tuntut Pelapor Jusuf Kalla Minta Maaf!

Rabu, 15 April 2026 - 08:05 WIB

Harga Plastik Mencekik, 2 Juta Pekerja AMDK Terancam PHK

Selasa, 14 April 2026 - 12:32 WIB

Politisasi Video Jusuf Kalla: Elit Caper, Umat Sibuk Pikirkan Rupiah!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca