Poin Utama:
- Lokasi Uji Coba: Glentunnel Domain Road, Distrik Selwyn, Selandia Baru.
- Material Inovatif: Menggunakan 29 ton limbah ban daur ulang (setara 1.797 ban truk).
- Manfaat Lingkungan: Mampu menekan 20 hingga 30 ton emisi karbon dibandingkan pembakaran limbah.
- Keunggulan Teknis: Lebih senyap, tahan lama, dan mendukung ekonomi sirkular dengan mengurangi impor bitumen.
Dewan Distrik Selwyn resmi memulai uji coba penggunaan aspal berbahan karet ban daur ulang pertama di Selandia Baru yang berlokasi di ruas jalan Glentunnel Domain Road.
Bagaimana cara kerja teknologi jalan karet dari ban daur ulang?
Teknologi ini mengintegrasikan limbah ban dalam tiga metode berbeda untuk menguji ketahanan infrastruktur jalan.
Metode pertama menggunakan serpihan karet murni, metode kedua mencampurkan karet ke dalam aspal (pengikat), dan metode ketiga merupakan kombinasi dari keduanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Produk yang dikembangkan oleh perusahaan Treadlite ini diklaim mampu menghasilkan permukaan jalan yang jauh lebih tenang dibandingkan aspal konvensional.
Meski biaya pemasangan awal cenderung lebih tinggi, aspal karet terbukti lebih ekonomis karena memiliki usia pakai yang lebih panjang dan biaya pemeliharaan yang lebih rendah.
Mengapa penggunaan ban bekas untuk jalan penting bagi lingkungan?
Penggunaan limbah ban sebagai material jalan merupakan langkah nyata dalam menerapkan ekonomi sirkular dan mengurangi jejak karbon global.
Proyek di Glentunnel ini sendiri telah berhasil menyelamatkan 29 ton limbah ban yang biasanya dibakar atau dikirim ke luar negeri.
”Limbah sebanyak 29 ton tersebut jika dibakar akan menghasilkan emisi karbon setara 20 hingga 30 ton. Kami telah menyelamatkannya melalui proyek ini,” kata Steve Guy, Manajer Pengiriman Transportasi Dewan Distrik Selwyn kepada Jurnalis RNZ.CO.NZ saat ditemui di lokasi uji coba Glentunnel, dikutip Minggu (15/03/2026).
Data terkait penggunaan material dalam proyek ini meliputi:
- Total Ban: Sekitar 1.797 unit ban truk bekas.
- Potensi Nasional: Selandia Baru menghasilkan 6 juta limbah ban setiap tahunnya.
- Reduksi Impor: Mengurangi ketergantungan pada 180.000 ton aspal impor tahunan.
Kapan aspal karet ini akan digunakan secara luas?
Implementasi secara luas akan bergantung pada hasil evaluasi performa jalan selama musim dingin yang melibatkan berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil pribadi hingga truk berat.
Wali Kota Selwyn, Lydia Gliddon, menyatakan optimismenya bahwa inovasi ini bisa menjadi standar baru di masa depan.
”Jika uji coba ini berhasil dan diterapkan secara nasional, akan ada penghematan besar bagi semua pihak. Kita bisa memanfaatkan produk limbah lokal dan mengurangi impor bitumen,” tegas Lydia Gliddon kepada Jurnalis RNZ.CO.NZ di Distrik Selwyn, dikutip Minggu (15/03/2026).
Inovasi infrastruktur berbasis lingkungan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain, termasuk percepatan pembangunan jalan berkelanjutan di Bekasi.
Bagaimana pendapat Anda mengenai penggunaan ban bekas untuk aspal jalan di kota kita? Tuliskan komentar Anda di bawah dan bagikan artikel ini jika bermanfaat.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.























