Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Hasilkan Rp 3,2 Miliar

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 05:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poin Utama:

  • ​Program TJSL Pertamina Patra Niaga kini berjalan aktif di 58 lokasi di seluruh Indonesia.
  • ​Sebanyak 4.700 ton sampah berhasil dikumpulkan setiap tahun, dengan 2.300 ton di antaranya didaur ulang.
  • ​Inisiatif lingkungan ini melibatkan 2.470 warga dan menghasilkan total pendapatan ekonomi hingga Rp 3,2 miliar.
  • ​Program di Fuel Terminal Boyolali dan Medan menjadi kandidat kuat peraih PROPER Emas dari KLHK.

​Memperingati Hari Sampah Nasional, PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat program pengelolaan sampah berkelanjutan melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di 58 lokasi di seluruh Indonesia pada Sabtu (21/02/2026).

​Berapa Total Sampah yang Dikelola Pertamina Patra Niaga?

​Pertamina Patra Niaga berhasil mengumpulkan sebanyak 4.700 ton sampah per tahun melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di daerah operasionalnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya langsung dikelola dan dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang serta pengolahan organik.

​Berikut adalah rincian capaian program pengelolaan sampah Pertamina Patra Niaga:

  • Total pengumpulan sampah: 4.700 ton per tahun.
  • Volume daur ulang/organik: 2.300 ton per tahun.
  • Masyarakat yang dilibatkan: 2.470 orang.
  • Total pendapatan warga: Rp 3,2 miliar dari akumulasi program.

​Apa Tujuan Program TJSL Pertamina di Sektor Lingkungan?

​Program TJSL ini bertujuan untuk membangun sistem pengelolaan limbah yang terstruktur sekaligus memberikan dampak ekonomi atau circular economy yang nyata bagi masyarakat.

​”Pengelolaan sampah membutuhkan komitmen jangka panjang dan keterlibatan aktif masyarakat. Melalui program TJSL, Pertamina Patra Niaga mendorong terciptanya ekosistem pengelolaan sampah yang terstruktur, bernilai ekonomi, dan memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Roberth M. V. Dumatubun selaku Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Jakarta, Sabtu (21/02/2026).

​Bagaimana Implementasi Pengolahan Sampah di Daerah?

​Implementasi pengelolaan terpadu dijalankan secara kolaboratif bersama warga, salah satunya melalui unit Fuel Terminal Boyolali dengan program TPS 3R Resik di Desa Butuh.

Fasilitas tersebut mampu mengelola 480 ton sampah per tahun yang berasal dari 310 Kepala Keluarga dan 115 pelaku usaha lokal.

​Sistem yang partisipatif ini tidak hanya menjaga kebersihan desa, tetapi juga memutar roda ekonomi hingga Rp 36 juta per tahun.

Selain itu, Pertamina juga membina 15 Bank Sampah yang fokus pada budidaya maggot untuk mengurai sampah organik menjadi pupuk kompos, eco-enzyme, dan pakan ternak berdaya jual tinggi.

​Di pesisir Sumatera, unit Fuel Terminal Medan turut memberdayakan warga melalui program Kampung Pesisir Berdaya. Lewat fasilitas Bank Sampah Horas Bah, warga setempat berhasil mengumpulkan 10 ton sampah per tahun dan meraup dampak ekonomi sebesar Rp 1.925.000 setiap bulannya.

Ketua Kelompok Bank Sampah Horas Bah, Dian Syahputra, menegaskan bahwa perubahan membutuhkan keberanian untuk bergerak secara kolektif demi kelestarian lingkungan pesisir.

​Mengapa Program Ini Menjadi Kandidat PROPER Emas KLHK?

​Konsistensi dan dampak terukur yang mengintegrasikan aspek pelestarian lingkungan, penguatan sosial, dan kemandirian ekonomi membuat program Boyolali dan Medan diusulkan meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pencapaian ini mencerminkan komitmen tata kelola lingkungan perusahaan yang telah melampaui batas kepatuhan standar (beyond compliance).

​Inisiatif berkelanjutan dari Pertamina Patra Niaga ini diharapkan dapat direplikasi oleh berbagai pemangku kepentingan di daerah lain, guna menekan volume timbulan sampah yang bermuara di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

​Mari mulai pilah sampah Anda dari rumah! Jika Anda memiliki informasi terkait inovasi pengolahan sampah di lingkungan RT/RW Anda, atau ingin melaporkan penumpukan sampah liar di wilayah pelayanan publik, segera hubungi redaksi RakyatBekasi.Com agar aspirasi Anda dapat kami teruskan ke dinas terkait.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kulineran Bikin Kantong Jebol? Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Dining Cashback Hingga 50 Persen
Gemerlap Panggung Buntung! Promotor NPF Digugat PKPU Rp3,5 Miliar
Jalan ‘Aspal’ Berbahan Baku Ban Bekas: Inovasi Infrastruktur Masa Depan
Awas Karyawan Minimarket Bisa Punah! Robot Canggih Asal China Ini Siap Gantikan Tugas Kasir Sepenuhnya
PLN Cetak Rekor: Proyek Elektrifikasi ECRL Malaysia Rampung Lebih Awal dari Target!
Trump Tahan Visa, Nasib Suporter Piala Dunia 2026 Terancam!
Ramadan 2026 ala Turki: Pemkot Istanbul Antarkan MBG alias ‘Makanan Berbuka Gratis’ ke Rumah Warga
Aturan Bagasi Kereta Api dan Powerbank Terbaru: Cek Batas Ukuran Koper Agar Bebas Denda

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:34 WIB

Kulineran Bikin Kantong Jebol? Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Dining Cashback Hingga 50 Persen

Kamis, 2 April 2026 - 20:14 WIB

Gemerlap Panggung Buntung! Promotor NPF Digugat PKPU Rp3,5 Miliar

Minggu, 15 Maret 2026 - 02:48 WIB

Jalan ‘Aspal’ Berbahan Baku Ban Bekas: Inovasi Infrastruktur Masa Depan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 09:07 WIB

Awas Karyawan Minimarket Bisa Punah! Robot Canggih Asal China Ini Siap Gantikan Tugas Kasir Sepenuhnya

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:16 WIB

PLN Cetak Rekor: Proyek Elektrifikasi ECRL Malaysia Rampung Lebih Awal dari Target!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca