Poin Utama:
- Metode: Patching jalan rusak menggunakan material beton fast track sebagai pengganti aspal.
- Lokasi Target: Titik-titik jalan rawan genangan dan berarus lalu lintas tinggi di Kota Bekasi (termasuk akses vital seperti kawasan Rawalumbu dan Bantargebang).
- Target Waktu: Evaluasi dan penerapan lapangan dikebut mulai minggu ini (akhir Februari 2026).
- Tujuan Akhir: Merespons cepat keluhan viral masyarakat agar jalan lebih tahan cuaca ekstrem dan bisa segera dilalui tanpa menunggu lama.
BEKASI – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi terus mengoptimalkan penanganan jalan rusak di sejumlah titik rawan.
Menyikapi intensitas curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini, pemerintah kini beralih menggunakan metode beton fast track untuk proses patching atau penambalan jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengungkapkan bahwa langkah strategis ini diambil setelah mengevaluasi efektivitas material sebelumnya, mengingat curah hujan sangat berdampak pada kerusakan jalan.
Tinggalkan Aspal, Beralih ke Material Tahan Genangan
Menurut Idi, penggunaan material aspal biasa untuk menambal jalan dalam kondisi cuaca yang terus-menerus diguyur hujan sering kali tidak membuahkan hasil maksimal. Genangan air kerap membuat aspal kembali terkelupas dan berlubang.
“Kita paham, kalau dilihat jalan-jalan kita kan juga karena hujan. Kemarin kita evaluasi, mungkin sekalian ya, hari kemarin banyak yang viral jalan-jalan kita rusak,” ucap Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya pada Rabu (25/02/2026).
Kendala Cuaca Ekstrem di Berbagai Daerah
Kondisi aspal yang mudah tergerus air ini ternyata tidak hanya menjadi tantangan di Kota Bekasi. Cuaca ekstrem melumpuhkan sebagian infrastruktur jalan di sejumlah wilayah tetangga.
“Jadi kemarin pakai aspal karena hujan kan jeblok. Bukan di kita doang, di semua lah, di Jakarta, di Jawa Barat, karena curah hujannya nggak berhenti terus,” jelasnya.
Hal ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bekasi. Sejalan dengan arahan Wali Kota Bekasi untuk memastikan infrastruktur publik tetap fungsional, perbaikan langsung diarahkan ke berbagai jalur sibuk, termasuk lalu lintas berat menuju arah Rawalumbu dan Bantargebang.
Keunggulan Metode Beton Fast Track
Menjawab tantangan cuaca tersebut, metode beton fast track dinilai sebagai solusi jangka panjang yang jauh lebih tangguh.
Beton jenis ini dirancang dengan formula khusus yang membuatnya lebih kuat dan memiliki daya tahan sangat baik terhadap genangan air.
“Jadi minggu ini kita coba evaluasi, kita mau patching-nya pakai beton yang fast track. Jadi biar agak awet,” imbuh Idi.
Waktu Pengerasan Singkat, Jalan Bebas Macet
Dalam dunia konstruksi, metode beton fast track dikenal sebagai teknik pengecoran dengan waktu pengerasan yang signifikan lebih cepat dibanding metode konvensional.
Keunggulan utamanya adalah jalan yang baru diperbaiki dapat segera difungsikan dan dilewati kendaraan tanpa harus menunggu waktu pengeringan berhari-hari.
Hal ini sangat krusial untuk mencegah kemacetan panjang di area perbaikan jalan Bekasi.
Dukung Kenyamanan dan Keselamatan Warga
Pihak DBMSDA berharap inovasi penerapan metode fast track ini mampu menjawab keresahan masyarakat.
Penanganan jalan rusak dipastikan akan lebih optimal guna menjamin keselamatan dan memberikan kenyamanan berkendara, khususnya di tengah ancaman hujan lebat yang diprediksi masih berlanjut.
Apakah Anda menemukan jalan berlubang atau rusak di sekitar lingkungan Anda? Mari bersama wujudkan fasilitas umum yang lebih aman!
Laporkan segera titik kerusakan infrastruktur di wilayah Anda melalui kanal pengaduan resmi Pemerintah Kota Bekasi agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas terkait.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















