PLN Cetak Rekor: Proyek Elektrifikasi ECRL Malaysia Rampung Lebih Awal dari Target!

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat dari Target, PLN Group Perkuat Reputasi Internasional.

Proyek Elektrifikasi Jalur Kereta Malaysia Rampung Lebih Cepat dari Target, PLN Group Perkuat Reputasi Internasional.

Poin Utama:

  • Lokasi Proyek: Jalur kereta listrik ganda East Coast Rail Link (ECRL) sepanjang 665 kilometer di Malaysia (Kelantan – Selangor).
  • Target Waktu: Keseluruhan proyek PLN ditargetkan selesai Juni 2026, namun pengerjaan Feeder Station (FS) 01 & 09 berhasil rampung 15 hingga 30 hari lebih awal dari jadwal.
  • Dampak Lingkungan: Proyek strategis ini diproyeksikan memangkas emisi karbon hingga satu juta ton CO₂ per tahun saat beroperasi penuh pada 2027.
  • Lingkup Kerja PLN: Menangani desain, pengadaan, dan konstruksi untuk 4 dari total 10 stasiun pengisi daya (Feeder Station) di sepanjang jalur kereta.

​PLN Group kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung internasional. Melalui subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP) dan anak usahanya, PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini sukses merampungkan dua titik proyek elektrifikasi East Coast Rail Link(ECRL) Malaysia jauh lebih cepat dari target yang ditetapkan.

​Pencapaian ini tidak hanya mengukuhkan reputasi PLN di level global, tetapi juga membuktikan kualitas insinyur Indonesia dalam menangani megaproyek transportasi lintas negara.

​Kecepatan Eksekusi yang Diakui Dunia

​Dua titik krusial yang berhasil diselesaikan PLN Group meliputi Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan, yang rampung 15 hari lebih awal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, pengerjaan FS 09 di Jambu Rias, Pahang, mencatat percepatan luar biasa dengan penyelesaian satu bulan mendahului jadwal.

​Keberhasilan BUMN kelistrikan ini menuai apresiasi tinggi dari mitra strategis Malaysia, yakni Tenaga Switchgear (TSG) selaku Project Delivery Partner (PDP) dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan kelistrikan setempat.

​Head Project Management Office TNB, Tn. Azreen Bin Othman, memuji penyelesaian koneksi dari Pencawang Masuk Utama (Gardu Induk) Tunjung hingga FS 01 dan FS 09 yang menjadi jantung sistem elektrifikasi ECRL.

​”Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Kami melihat PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas,” ujar Azreen.

​Azreen juga menaruh harapan besar agar performa impresif ini terus dipertahankan pada fase proyek selanjutnya, khususnya di Pencawang Seberang Jerteh dan Gombak.

​Megaproyek ECRL: Jalur Kereta Rendah Karbon Masa Depan

​Sebagai informasi, ECRL adalah proyek infrastruktur strategis berupa jalur kereta listrik ganda sepanjang 665 kilometer. Jalur ini akan menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan.

​Sepenuhnya ditenagai oleh listrik, kereta ini akan melayani penumpang sekaligus kargo. Menariknya, saat mulai beroperasi penuh pada 2027 mendatang, ECRL diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga satu juta ton CO₂ per tahun, menjadikannya salah satu tulang punggung transportasi rendah karbon di kawasan Asia Tenggara.

​Wujud Nyata Transformasi dan Ekspansi Global PLN

​Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pencapaian di Malaysia adalah bukti nyata keberhasilan transformasi dan ekspansi global perusahaan.

​”Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional. Dengan kompetensi teknis dan pengalaman kelistrikan yang kami miliki, PLN yakin mampu menyelesaikan proyek berstandar global sekaligus mengharumkan nama bangsa,” jelas Darmawan.

​Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyebut bahwa pencapaian ini adalah wujud kepercayaan internasional terhadap kapabilitas perusahaan Indonesia.

“Ini bukan sekadar pencapaian bisnis, melainkan kebanggaan nasional,” tambahnya.

​Detail Teknis Penggarapan Proyek

​Dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC), pembagian tugas dilakukan secara terstruktur:

  • PLN NP bertugas dalam pengadaan peralatan utama.
  • PLN NPC mengeksekusi pengadaan peralatan pendukung, konstruksi fisik, hingga proses komisioning.

​Direktur Utama PLN NPC, Djarot Hutabri, merinci bahwa pihaknya menangani 4 dari 10 Feeder Station di proyek ECRL (FS1, FS2, FS9, dan FS10).

Proyek yang dimulai pada Juni 2024 ini mencakup pembangunan 132 kV Switching Station, instalasi Overhead Transmission Line (OHL), hingga penarikan kabel bawah tanah (Underground Cable) sepanjang 3 kilometer. Keseluruhan proyek ditargetkan tuntas pada Juni 2026.

​”Apresiasi dari TSG dan TNB menjadi bukti nyata bahwa pengalaman lebih dari 20 tahun yang kami miliki mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi mitra strategis kami di tingkat global,” tutup Djarot.

Bagikan artikel ini kepada rekan Anda dan ikuti terus perkembangan ekspansi global BUMN Indonesia di portal berita kami! Tentang PLN:

PT PLN (Persero) merupakan BUMN kelistrikan yang terus berinovasi memberikan pelayanan terbaik. Mengusung Transformasi 2.0, PLN menargetkan posisi Top 500 Global Company dengan mendukung transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE).


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukti Nyata Inklusivitas, Alfamidi Bekasi Santuni Siswa SLB
Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri, MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang
Gila! Sindikat Scamming Rampok Uang Warga Republik Indonesia Rp9,1 Triliun Tiap Hari
Kulineran Bikin Kantong Jebol? Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Dining Cashback Hingga 50 Persen
Gemerlap Panggung Buntung! Promotor NPF Digugat PKPU Rp3,5 Miliar
Jalan ‘Aspal’ Berbahan Baku Ban Bekas: Inovasi Infrastruktur Masa Depan
Awas Karyawan Minimarket Bisa Punah! Robot Canggih Asal China Ini Siap Gantikan Tugas Kasir Sepenuhnya
Trump Tahan Visa, Nasib Suporter Piala Dunia 2026 Terancam!

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:56 WIB

Bukti Nyata Inklusivitas, Alfamidi Bekasi Santuni Siswa SLB

Kamis, 16 April 2026 - 09:44 WIB

Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri, MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang

Kamis, 16 April 2026 - 04:36 WIB

Gila! Sindikat Scamming Rampok Uang Warga Republik Indonesia Rp9,1 Triliun Tiap Hari

Senin, 13 April 2026 - 18:34 WIB

Kulineran Bikin Kantong Jebol? Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Dining Cashback Hingga 50 Persen

Kamis, 2 April 2026 - 20:14 WIB

Gemerlap Panggung Buntung! Promotor NPF Digugat PKPU Rp3,5 Miliar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca