Poin Utama:
- Pemkot Bekasi dan DPRD memberikan peringatan keras kepada pendatang pasca-Idulfitri 1447 H agar wajib memiliki kompetensi.
- Ledakan pendatang tanpa keahlian berpotensi memicu lonjakan angka pengangguran di kawasan sentra industri, seperti Medansatria dan Rawalumbu.
- Merantau bermodal nekat ke Bumi Patriot dipastikan akan kalah saing dan memicu masalah sosial baru.
- Wali Kota Bekasi mengimbau para perantau mempersiapkan fisik, mental, dan soft skill sebelum menjajal ketatnya dunia kerja Jabodetabek.
Gelombang urbanisasi pasca-Lebaran 1447 Hijriah kerap membawa masalah klasik bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Ribuan pendatang baru celakanya sering kali datang tanpa keahlian memadai dan hanya mengandalkan keberanian semata.
Merespons fenomena tahunan yang meresahkan ini, Komisi IV DPRD bersama Wali Kota Bekasi memberikan peringatan keras agar para perantau tidak sekadar uji nyali di Bumi Patriot, karena ancaman tingginya angka pengangguran terbuka siap menanti di depan mata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Pendatang Tanpa Skill di Kota Bekasi Dianggap Memicu Masalah Sosial?
Pendatang tanpa soft skill dan keterampilan teknis dipastikan akan tersingkir dalam kerasnya kompetisi dunia kerja Kota Bekasi, yang ujungnya justru menambah beban sosial bagi Pemkot Bekasi.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi, menegaskan bahwa meski kota ini terbuka untuk siapa saja, perantau wajib membawa kompetensi yang jelas agar tidak luntang-lantung.
Pihaknya tidak memungkiri pesatnya perputaran ekonomi di titik-titik vital, seperti kawasan niaga dan pabrik di Medansatria, selalu memikat banyak pencari kerja.
”Kita tidak bisa menghalangi itu. Tetapi, bagi mereka yang hendak mengadu nasib ke Kota Bekasi. Kalau hanya bermodalkan nekat saja, nantinya juga imbasnya masalah sosial yang akan timbul,” kata Ahmadi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung DPRD Kota Bekasi, dikutip Senin (30/03/2026).
Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kota Bekasi ini melanjutkan bahwa ketidaksiapan mental dan minimnya keahlian pada akhirnya hanya akan menumpuk pekerjaan rumah (PR) baru bagi pemerintah daerah.
“Tanpa kontribusi positif, ledakan jumlah pencari kerja di wilayah penyangga ibu kota justru mempersempit ruang lapangan usaha yang ada,” tutur politisi tambun yang karib disapa Madong ini seraya mengingatkan jangan hanya bermodalkan nekat.
Apa Imbauan Wali Kota Bekasi Bagi Perantau Pasca-Mudik 1447 Hijriah?
Sementara itu Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, secara gamblang mensyaratkan pentingnya keahlian mumpuni bagi siapa pun yang ingin mencoba peruntungan di kota ini.
Mas Tri sapaan akrabnya, menyadari bahwa aglomerasi Jabodetabek memiliki daya tarik magnetik yang luar biasa, namun lapangan usaha yang semakin terbatas menuntut daya saing ekstra dari setiap individu.
”Jadi yang pertama tentu Kota Bekasi secara terbuka, Kota ini masih memerlukan orang untuk kemudian mereka hadir untuk bisa berkontribusi,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, dikutip Senin (30/03/2026).
Lebih lanjut, Mas Tri mewanti-wanti agar pendatang yang menyambangi Bekasi pasca-mudik benar-benar membawa nilai jual di pasar tenaga kerja, agar tidak sekadar menjadi pengangguran baru.
”Hendaknya mereka memiliki ketrampilan, memiliki pegangan, dan mereka sudah siap untuk kemudian mereka bertarung. Karena kota ini tentu, persaingannya cukup tinggi, karena memang lapangan usahanya juga tentu semakin sempit,” tegas orang nomor satu di Kota Bekasi ini.
Untuk bisa bertahan di Kota Bekasi, kata dia, perantau disarankan melengkapi diri dengan:
- Sertifikasi atau keahlian teknis (hard skill) yang relevan dengan kebutuhan industri lokal.
- Mentalitas kerja yang tangguh dan soft skill adaptif.
- Kesiapan fisik dan kesehatan stamina yang prima.
- Perencanaan yang jelas, baik untuk melamar di sektor formal maupun keberanian membangun usaha mandiri.
Kota Bekasi memang menjanjikan segudang harapan, namun kota ini bukanlah tempat persinggahan bagi mereka yang malas mengasah kemampuan. Kesiapan diri adalah kunci mutlak untuk menaklukkan kerasnya persaingan di Bumi Patriot.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Pemkot Bekasi perlu menerbitkan aturan pembatasan pendatang baru secara lebih ketat? Bagikan opini Anda di kolom komentar dan baca terus update berita politik serta pemerintahan lainnya hanya di RakyatBekasi.com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















