Janji Bakal Keluar Rutan dengan Kepala Tegak, Hasto Justru Tunduk saat Bebas

- Jurnalis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di depan Rutan KPK cabang Merah Putih, Jakarta Selatan, Jumat (01/08/2025) malam.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di depan Rutan KPK cabang Merah Putih, Jakarta Selatan, Jumat (01/08/2025) malam.

Momen kebebasan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dari Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat malam (01/08/2025) diwarnai dengan refleksi mendalam. Setelah menerima amnesti dari Presiden Prabowo Subianto, Hasto yang sebelumnya berikrar akan keluar dengan kepala tegak, justru mengaku lebih banyak menunduk karena pelajaran hidup yang ia dapatkan.

Pelajaran Berharga di Balik Jeruji Besi

Berbicara di hadapan awak media di depan Rutan KPK cabang Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Hasto mengungkapkan bahwa pengalamannya sebagai tahanan telah mengubah perspektifnya.

“Selama menjadi tahanan di KPK, yang sejak awal saya katakan saya masuk dengan kepala tegak dan akan keluar juga dengan kepala tegak, tetapi ternyata saya lebih menunduk. Saya begitu banyak belajar tentang kehidupan di sini,” ujar Hasto dengan nada reflektif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia membagikan rutinitas hariannya, yang dimulai dengan doa bersama pada pukul 04:30 pagi. Tradisi lain yang dibangun bersama tahanan lainnya adalah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya setiap pukul 06:00 pagi.

“Apapun persoalan Republik ini, kita tidak boleh berhenti mencintai Republik ini, karena Republik Indonesia ini dibangun dengan pengorbanan jiwa raga yang luar biasa,” tegasnya, menggarisbawahi semangat nasionalisme yang ia jaga selama di tahanan.

Rencana Setelah Bebas: Kuliah Hukum dan Sempurnakan Buku

Masa tahanan tidak hanya menjadi momen perenungan, tetapi juga pemantik semangat akademis bagi Hasto. Ia menyatakan telah mendaftar sebagai mahasiswa program Sarjana (S1) Ilmu Hukum di Universitas Terbuka.

Langkah ini, menurutnya, adalah upaya untuk membekali diri agar dapat berkontribusi lebih efektif bagi partai dan negara dalam isu penegakan hukum.

“Agar nanti bisa lebih efektif di dalam menyuarakan bagaimana PDI Perjuangan juga menjadi partai yang benar-benar memperhatikan aspek penegakan hukum berdasarkan due process of law, mendukung supremasi hukum, dan mencegah anti korupsi,” jelas Hasto.

Selain melanjutkan pendidikan, Hasto juga produktif menulis. Ia mengaku telah merampungkan draf lima buku selama di Rutan KPK, yang akan disempurnakan pasca kebebasannya.

“Saya di sini juga menulis lima buku yang nanti akan saya sempurnakan setelah saya diberikan amnesti oleh Bapak Presiden Prabowo. Itu juga menjadi kesempatan bagi saya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui PDI Perjuangan,” tuturnya.

Kronologi Pemberian Amnesti oleh Presiden dan Persetujuan DPR

Proses pembebasan Hasto Kristiyanto berjalan cepat setelah Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengajukan usulan amnesti kepada DPR RI. Usulan tersebut tertuang dalam Surat Presiden Nomor R42/PRES/07/2025 tertanggal 30 Juli 2025.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengonfirmasi bahwa DPR telah memberikan persetujuan setelah menggelar rapat konsultasi dengan pemerintah pada Kamis (31/7/2025).

“DPR RI telah memberikan pertimbangan dan persetujuan tentang amnesti terhadap 1.116 orang yang telah terpidana, termasuk Saudara Hasto Kristiyanto,” kata Dasco dalam konferensi pers yang turut dihadiri Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Menindaklanjuti Keputusan Presiden (Keppres) tersebut, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kemenkumham, Widodo, secara langsung menyerahkan salinan surat resmi kepada KPK pada Jumat (01/08/2025) malam, yang diterima oleh Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. Penyerahan surat inilah yang menjadi dasar hukum bagi KPK untuk mengeluarkan Hasto dari tahanan.

Abolisi untuk Tom Lembong

Dalam kesempatan yang sama, Dasco juga mengumumkan bahwa Presiden Prabowo memberikan abolisi kepada mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong). Berbeda dengan amnesti yang merupakan pengampunan atau penghapusan hukuman bagi terpidana, abolisi adalah penghapusan proses hukum yang sedang berjalan terhadap seseorang.

“Surat Presiden R43/PRES/ tentang permintaan pertimbangan DPR RI atas pemberian abolisi terhadap Tom Lembong. DPR juga telah memberikan persetujuan,” ujar Dasco.

Ikuti terus perkembangan berita politik terkini dan analisis mendalam lainnya seputar dinamika pemerintahan hanya di situs berita kami. Bagikan artikel ini jika Anda merasa informatif.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siap-Siap! Dapil DPRD Kota Bekasi Berpotensi Berubah di Pemilu Legislatif 2029
Sekjend PKS Lantik DPP Gema Keadilan 2026-2031, Fokus Rebut Suara Pemuda di Pemilu 2029
Sikat Koruptor dan Kawal MBG, Gerindra Kota Bekasi Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo
Usut Korupsi MBG, PDIP Desak BGN Buka Data Keterlibatan Kader
Sah! Gus Nawal Pimpin DPC PPP Kota Bekasi, Targetkan 6 Kursi
Pengamat Sosial: Fenomena Penjilat Politik Lahir dari Ketergantungan Ekonomi
Perombakan DPC PKB Kota Bekasi: Sekretaris dan Bendahara Dicopot, Target 10 Kursi!
DPP PDI Perjuangan Pecat Nyumarno, KPU Kabupaten Bekasi Tunggu Surat DPRD
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:53 WIB

Siap-Siap! Dapil DPRD Kota Bekasi Berpotensi Berubah di Pemilu Legislatif 2029

Sabtu, 18 Juli 2026 - 01:09 WIB

Sekjend PKS Lantik DPP Gema Keadilan 2026-2031, Fokus Rebut Suara Pemuda di Pemilu 2029

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:15 WIB

Sikat Koruptor dan Kawal MBG, Gerindra Kota Bekasi Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:34 WIB

Usut Korupsi MBG, PDIP Desak BGN Buka Data Keterlibatan Kader

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:54 WIB

Sah! Gus Nawal Pimpin DPC PPP Kota Bekasi, Targetkan 6 Kursi

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (28/07/2026). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Antisipasi El Nino: Prabowo Perintahkan BMKG Cegah Karhutla

Rabu, 29 Jul 2026 - 09:30 WIB

Ilustrasi.

Nasional

Bobby Nasution Kabur dari Paripurna, Pengamat Sebut DPRD Baper

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:00 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x