Jawa Barat Darurat Kekerasan Seksual, Kampus di Bekasi Malah Tutup Mata!

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delegasi mahasiswa lintas kampus berfoto bersama narasumber pakar TI, Iswandi Tahwa, S.Kom. (tengah, memegang sertifikat), usai forum diskusi

Delegasi mahasiswa lintas kampus berfoto bersama narasumber pakar TI, Iswandi Tahwa, S.Kom. (tengah, memegang sertifikat), usai forum diskusi "Marhalah Mengajar" yang menyoroti darurat kekerasan seksual di institusi pendidikan, Bekasi, Senin (13/04/2026).

Poin Utama:

  • ​BEM STAI AL-Marhalah Al-‘Ulya menggelar “Marhalah Mengajar” guna memecah kebisuan kampus terkait maraknya kekerasan seksual.
  • ​Data KemenPPPA 2025 menunjukkan Jawa Barat mencetak rekor tertinggi kasus kekerasan seksual tingkat nasional.
  • ​Pakar TI peringatkan ancaman Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE) yang jejak digitalnya abadi.
  • ​Mahasiswa agendakan audiensi dengan Pemkot Bekasi dan desak pembentukan Satgas Anti-Kekerasan Seksual lintas kampus.

​Fenomena bungkamnya institusi pendidikan di tengah melonjaknya kasus pelecehan seksual memicu geram kalangan akademik.

Merespons krisis ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI AL-Marhalah Al-‘Ulya menginisiasi gerakan edukasi “Marhalah Mengajar” di Bekasi pada Senin (13/04/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengusung tema tajam “Kesunyian Institusi Pendidikan di Tengah Darurat Kekerasan Seksual”, belasan delegasi mahasiswa lintas kampus bersatu menuntut pertanggungjawaban nyata dari pihak rektorat agar berhenti bersikap pasif.

​Mengapa Kasus Kekerasan Seksual di Jawa Barat Berstatus Darurat?

​Jawa Barat saat ini berstatus darurat karena mencatat angka kasus kekerasan seksual tertinggi se-Indonesia sepanjang tahun 2025 lalu.

Fakta kelam ini merujuk pada data resmi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

​Kondisi ini sangat ironis mengingat masifnya jumlah institusi pendidikan tinggi yang beroperasi di wilayah tersebut, termasuk di Bekasi.

Alih-alih menjadi ruang aman yang progresif, kampus justru kerap dituding menutup mata dan menyembunyikan kasus demi menjaga “nama baik” institusi.

Realitas pahit inilah yang memicu 11 delegasi mahasiswa dari STAI AL-Marhalah Al-‘Ulya, Institut STIAMI, dan Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang untuk bersuara lantang.

​Apa Ancaman Tersembunyi Kekerasan Seksual di Era Digital?

​Ancaman pelecehan saat ini tidak hanya terjadi secara fisik, melainkan telah berevolusi menjadi Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE) yang dampaknya sangat merusak psikologis korban.

Pakar Teknologi Informasi, Iswandi Tahwa, S.Kom., yang hadir sebagai narasumber, membedah urgensi perlindungan ruang siber ini di hadapan para mahasiswa.

​”Dalam penggunaan ruang digital, tidak ada tempat yang benar-benar aman karena jejak digital tidak akan pernah hilang. Institusi pendidikan harus menjadi pelopor dalam menciptakan keamanan digital bagi seluruh civitas akademika,” kata Iswandi Tahwa kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Bekasi, Senin (13/04/2026).

​Apa Tuntutan Konkret Mahasiswa kepada Kampus dan Pemkot Bekasi?

​Mahasiswa sepakat merumuskan langkah strategis berupa audiensi lintas sektor dengan Pemkot Bekasi, DPRD, Dinas PPPA, dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Diskusi yang dipandu oleh moderator Muhammad Rifqy Nur Fauzan ini menyimpulkan bahwa teguran moral saja tidak akan memutus mata rantai predator seksual.

​Guna membongkar “kesunyian” institusi, forum mahasiswa menyepakati sejumlah aksi nyata yang akan segera dieksekusi:

  • ​Mendesak pembentukan Satuan Tugas (Satgas) perlindungan di masing-masing perguruan tinggi.
  • ​Membangun aliansi anti-kekerasan seksual lintas kampus.
  • ​Menginisiasi petisi publik untuk menekan para pemangku kebijakan.
  • ​Berkolaborasi aktif dengan UPTD PPA, tenaga kesehatan, psikolog, hingga pendamping hukum sesuai amanat UU TPKS.

​Kesunyian kampus dalam menghadapi predator seksual sudah sepatutnya diakhiri sekarang juga. Suara kritis mahasiswa, transparansi institusi pendidikan, serta intervensi kebijakan strategis dari Wali Kota Bekasi merupakan kunci utama dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan bermartabat.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai sikap kampus yang seringkali bungkam menutupi kasus pelecehan? Bagikan artikel ini untuk mendukung perlawanan mahasiswa, dan tinggalkan opini Anda di kolom komentar! Jangan lupa baca juga liputan khusus kami lainnya seputar pendidikan di Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JPO depan Metropolitan Mall Bekasi Rampung Diperbaiki, Pejalan Kaki Makin Aman
Layanan Publik Tolak IKD? Warga Kota Bekasi Diminta Berani, Menolak dan Melawan!
Relax’t Spa Cibubur Tetap Jualan Terapis Esek-esek saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Emisi Metana TPST Bantargebang Kritis, Teknologi GALFAD Gagal Total
Pasca Tabrakan Maut Kelayakan Dapur SPPG Aren Jaya 2 Tuai Sorotan
Siap Urai Kemacetan Jalan Juanda, JPO Stasiun Bekasi Rampung Akhir Juni 2026
1.200 Rutilahu Masih jadi PR, Tahun Ini Prioritas Perbaikan Pemkot Bekasi Hanya 130 Unit
Promosi Layanan Terapis ala Relax’t Spa Cibubur: Tantang Satpol PP Kota Bekasi?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:12 WIB

JPO depan Metropolitan Mall Bekasi Rampung Diperbaiki, Pejalan Kaki Makin Aman

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:05 WIB

Layanan Publik Tolak IKD? Warga Kota Bekasi Diminta Berani, Menolak dan Melawan!

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:45 WIB

Relax’t Spa Cibubur Tetap Jualan Terapis Esek-esek saat Libur Kenaikan Yesus Kristus

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:52 WIB

Emisi Metana TPST Bantargebang Kritis, Teknologi GALFAD Gagal Total

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:49 WIB

Pasca Tabrakan Maut Kelayakan Dapur SPPG Aren Jaya 2 Tuai Sorotan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x