Poin Utama:
- Status Hibah: Indonesia resmi menerima tawaran hibah kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia.
- Target Kedatangan: Kapal ditargetkan tiba di Indonesia sebelum peringatan HUT TNI ke-81 pada 5 Oktober 2026.
- Modernisasi: Pemerintah menyiapkan anggaran khusus untuk retrofitting (penyesuaian) sistem agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL.
- Posisi Strategis: Indonesia akan menjadi negara kelima di Asia yang mengoperasikan kapal induk setelah India, China, Jepang, dan Thailand.
Indonesia dipastikan segera mencatat sejarah baru dalam kekuatan maritim Asia dengan masuknya kapal induk ke dalam jajaran armada TNI Angkatan Laut (TNI AL).
1Kepastian ini diperoleh setelah Pemerintah Italia menyetujui hibah kapal perang ITS Giuseppe Garibaldi yang ditargetkan sudah bersandar di tanah air sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI pada 5 Oktober 2026 mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagaimana Status dan Kapan Kapal Induk Ini Beroperasi?
Proses administrasi dan perundingan tingkat tinggi antara Pemerintah Indonesia dan Italia kini tengah memasuki tahap akhir.
Meski berstatus sebagai barang hibah, kehadiran kapal berbobot 10.300 ton ini dinilai sangat strategis untuk mendongkrak daya gentar (deterrence effect) militer Indonesia di kawasan.
Terkait mekanisme pengadaan dan biaya, pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan bahwa Indonesia tidak mengeluarkan biaya pembelian unit, melainkan fokus pada biaya peremajaan dan penyesuaian teknologi.
”Giuseppe Garibaldi adalah hibah dari pemerintah Italia. Pemerintah Indonesia akan mengalokasikan anggaran untuk retrofitting atau penyesuaian agar sesuai dengan kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut,” tegas Kepala Biro Humas dan Informasi Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait di Kantor Kemhan Jakarta dikutip Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (19/02/2026).
Apa Saja Persiapan Teknis yang Dilakukan TNI AL?
Pernyataan Brigjen Rico menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap menanggung biaya penyesuaian teknis meski unit kapal didapatkan secara cuma-cuma.
Setelah negosiasi rampung, TNI AL berencana melakukan modifikasi besar-besaran pada sistem navigasi, radar, dan persenjataan kapal agar selaras dengan doktrin pertahanan maritim Indonesia.
Beberapa poin penting terkait teknis kapal antara lain:
- Bobot & Dimensi: Berat sekitar 10.300 ton, dibangun pada era 1980-an.
- Kapabilitas: Dirancang mengoperasikan pesawat sayap tetap (fixed wing) dan helikopter tempur.
- Mitra Lokal: Perusahaan swasta nasional, Republikorp, sebelumnya telah menyatakan minat untuk terlibat dalam proyek modifikasi ini, meski Kemhan belum mengumumkan penunjukan resmi.
Bagaimana Posisi Militer Indonesia di Asia Pasifik?
Jika proses akuisisi ini berjalan mulus sesuai jadwal, Indonesia akan bergabung dengan klub elit negara Asia yang memiliki kapal induk. Langkah ini menyejajarkan Indonesia dengan kekuatan maritim besar lainnya di kawasan.
Sebagai perbandingan, berikut daftar negara Asia yang telah mengoperasikan kapal induk:
- India: Mengoperasikan INS Vikrant dan INS Vikramaditya.
- China: Memiliki armada Liaoning, Shandong, dan Fujian.
- Jepang: Mengonversi dua kapal helikopter untuk mengakomodasi jet tempur F-35B.
- Thailand: Memiliki HMTS Chakri Naruebet.
Sejak Oktober 2024, ITS Giuseppe Garibaldi sendiri telah masuk status cadangan di Italia setelah posisinya digantikan oleh kapal LHD Trieste. Kedatangannya yang dijadwalkan berdekatan dengan momen HUT TNI membuka peluang besar bagi kapal ini untuk tampil perdana sebagai bintang utama dalam parade militer tahunan tersebut.
Kehadiran Giuseppe Garibaldi tidak hanya memodernisasi alutsista, tetapi juga menegaskan kedaulatan maritim Indonesia di mata dunia. Publik kini menanti realisasi janji pemerintah agar kapal strategis ini dapat segera menjaga perairan Nusantara.
Punya pendapat terkait modernisasi alutsista TNI? Sampaikan opini Anda di kolom komentar atau hubungi redaksi RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















