Poin Utama:
- Lokasi Program: Tersebar di 49 titik di seluruh Indonesia, dengan program unggulan di Makassar (Sulawesi Selatan), Balikpapan (Kalimantan Timur), dan Waigeo Utara (Papua Barat Daya).
- Angka & Penerima Manfaat: Sebanyak 695 perempuan mendapatkan pendampingan langsung, mencakup pelatihan ekonomi, sosial, hingga layanan kesehatan spesialistik.
- Dampak Ekonomi: Peningkatan pendapatan kelompok masyarakat, seperti Kelompok Srikandi di Makassar yang menghasilkan Rp 86.640.000, serta peningkatan pendapatan rata-rata 20,5% per anggota di Balikpapan.
- Target Berkelanjutan: Mendorong kemandirian ekonomi, kelestarian lingkungan (efisiensi air 92.400 liter/tahun), dan memperkuat kapasitas kesehatan masyarakat di daerah 3T.
Memperingati Hari Perempuan Internasional, Pertamina Patra Niaga kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung kesetaraan gender dan kemandirian ekonomi.
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan terus memperkuat fokusnya pada pemberdayaan perempuan di berbagai wilayah operasional di Indonesia.
Hingga saat ini, program TJSL Pertamina Patra Niaga telah menjangkau 49 titik di seluruh Nusantara. Sebanyak 695 perempuan telah menerima pendampingan intensif untuk bertumbuh, baik secara ekonomi maupun sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program ini didesain tidak hanya untuk membuka ruang belajar, tetapi juga membangun kepercayaan diri agar perempuan mampu mengambil peran strategis di dalam keluarga dan masyarakat.
Komitmen Nyata di Hari Perempuan Internasional
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menekankan bahwa momentum Hari Perempuan Internasional adalah pengingat penting mengenai kontribusi perempuan dalam pembangunan yang berkelanjutan.
“Pemberdayaan perempuan merupakan bagian integral dari pelaksanaan TJSL Pertamina Patra Niaga. Kami percaya, ketika perempuan diberi akses terhadap ruang belajar, peluang usaha, dan penguatan kapasitas, dampaknya akan langsung terasa pada ketahanan ekonomi keluarga dan komunitas secara luas,” tegas Roberth.
3 Inisiatif Unggulan Pemberdayaan Perempuan Pertamina
Untuk memastikan dampak yang merata, Pertamina Patra Niaga mengimplementasikan berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Berikut adalah tiga inisiatif unggulannya:
1. PUANMAKARI di Makassar: Dari Shelter KDRT Menjadi Sentra Ekonomi
Di Makassar, Integrated Terminal Makassar menginisiasi program PUANMAKARI (Perempuan Mandiri, Anak Percaya Diri).
Bermula sebagai tempat perlindungan (shelter) bagi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), program ini kini bertransformasi menjadi ruang pemberdayaan yang berkelanjutan.
Program yang telah meraih PROPER Emas dua tahun berturut-turut (2023 dan 2024) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini sukses mendampingi 103 perempuan dan 230 anak.
Secara ekonomi, Sekolah Anak Percaya Diri mencatat omzet Rp 51.984.000, sementara Kelompok Srikandi berhasil meraup pendapatan hingga Rp 86.640.000 dari berbagai usaha produktif.
Dampak positif ini turut diamini oleh Wahida Rahman, salah satu orang tua murid di Sekolah Anak Percaya Diri.
”Anak saya dulu pendiam dan tertutup. Sekarang dia lebih kreatif dan sopan. Semoga program ini terus berlanjut dengan pembelajaran yang semakin berkualitas,” ungkapnya haru.
2. RAWABENING di Balikpapan: Inovasi Urban Farming & Kelestarian Lingkungan
Bergeser ke Kampung Atas Air, Balikpapan, Refinery Unit V menjalankan program RAWABENING (Rain Water Harvesting and Urban Farming).
Program ini mengajak kelompok perempuan untuk memanfaatkan air hujan sebagai sumber pengairan sistem hidroponik.
Melalui 10 meja hidroponik dengan 440 lubang tanam, kelompok ini telah memanen sekitar 8.900 bibit sayuran.
Inovasi ini tidak hanya menciptakan efisiensi air hingga 92.400 liter per tahun, tetapi juga meningkatkan pendapatan anggota rata-rata sebesar 20,5 persen (sekitar Rp 122.601 pada setiap masa panen).
3. Rumah Sakit Kapal PIS di Raja Ampat: Akses Kesehatan untuk Perempuan Pesisir
Di sektor kesehatan, unit Pertamina International Shipping (PIS) menghadirkan Rumah Sakit Kapal di Waigeo Utara, Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Layanan medis terapung ini menjadi solusi bagi masyarakat kepulauan yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.
Program ini telah menjangkau 726 perempuan dewasa melalui Poli Umum dan 145 perempuan di Poli Gigi.
Selain itu, Pertamina juga memberikan pelatihan USG dasar dan layanan Antenatal Care (ANC) kepada belasan bidan setempat.
Kini, ibu hamil di pesisir dapat melakukan pemeriksaan kandungan hingga persalinan tanpa harus mengarungi lautan selama 4-5 jam menuju kota.
Mewujudkan Kemandirian yang Inklusif
Melalui berbagai inisiatif strategis ini, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan program TJSL yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata.
Harapannya, ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah binaan seluruh Indonesia dapat terus menguat seiring dengan meningkatnya kemandirian perempuan.
Dukung terus inisiatif pemberdayaan perempuan dan pelestarian lingkungan di Indonesia! Bagikan artikel inspiratif ini ke media sosial Anda agar semakin banyak masyarakat yang teredukasi dan terinspirasi oleh program TJSL Pertamina Patra Niaga.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















