Poin Utama:
- Pemkot Bekasi resmi menetapkan lima pimpinan baru BAZNAS Kota Bekasi periode 2026-2031 tanpa menyisakan satu pun figur petahana.
- Penetapan kepengurusan baru tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor: 400.8.1/Kep.255-Kesra/V/2026.
- Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Bekasi mengambil sikap proaktif sebagai pengawas independen dari unsur masyarakat sipil.
- Fokus utama pengawasan adalah transparansi pengelolaan dana zakat guna mencegah penyalahgunaan dan mendongkrak kepercayaan masyarakat (muzakki).
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi resmi menetapkan formasi lima pimpinan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi untuk masa bakti 2026-2031.
Keputusan krusial ini menyingkirkan seluruh figur lama dan menghadirkan wajah-wajah baru untuk menakhodai lembaga pengelola dana umat tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rombakan total ini langsung memicu sorotan konstruktif dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Bekasi yang bersiap mengawasi ketat tata kelola zakat di wilayah patriot.
Siapa Saja Pimpinan Baru BAZNAS Kota Bekasi 2026-2031?
Kelima pimpinan baru BAZNAS Kota Bekasi resmi ditetapkan dan disahkan melalui Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor: 400.8.1/Kep.255-Kesra/V/2026.
Komposisi pimpinan anyar ini dikurasi secara cermat dengan memadukan empat tokoh masyarakat Islam dan satu tenaga profesional yang diharapkan mampu membawa penyegaran manajerial.
Berikut adalah daftar lengkap pimpinan pengelola dana umat Kota Bekasi yang baru:
- Drs. Sudarsono, M.Si. (Tokoh Masyarakat Islam)
- Moch. Nurcholiq, S.Pd.I. (Tokoh Masyarakat Islam)
- Umri Yasa, S.E., M.M. (Tokoh Masyarakat Islam)
- Mulyadi (Tokoh Masyarakat Islam)
- Ahmad Tasori (Tenaga Profesional)
Bagaimana Respons GP Ansor Terkait Formasi Baru BAZNAS Kota Bekasi?
PC GP Ansor Kota Bekasi menyambut pergantian ini dengan apresiasi sekaligus memberikan peringatan tegas agar roda organisasi berjalan di atas rel undang-undang.
Sekretaris PC GP Ansor Kota Bekasi, M. Dzul Azmi, menekankan bahwa formasi yang bersih dari figur lama ini harus bisa menjawab tantangan transparansi.
”Kami berharap periode ini menjadi momentum kebangkitan zakat di Kota Bekasi dengan manajemen yang lebih rapi dan inovatif dibanding sebelumnya,” kata M. Dzul Azmi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (12/05/2026).
Apa Langkah Konkret GP Ansor dalam Mengawasi Pengelolaan Dana Zakat?
Sebagai bentuk fungsi kontrol sosial, GP Ansor memastikan diri mengambil peran strategis ganda, yakni sebagai mitra kolaborasi dan pengawas independen.
Posisi ini dinilai sangat krusial untuk mencegah kebocoran anggaran serta memulihkan tingkat kepercayaan para pembayar zakat (muzakki) di Kota Bekasi.
”Kami akan terus mengawal dan mengawasi kinerja BAZNAS secara ketat guna memastikan tidak ada penyalahgunaan pengelolaan dana umat,” tegasnya.
Kendati memposisikan diri sebagai pengawas yang kritis, organisasi kepemudaan ini menolak disebut hanya bisa mencari kesalahan.
”Namun di sisi lain, kami berkomitmen untuk mendukung penuh segala inovasi dan kebijakan positif yang membawa manfaat bagi kemaslahatan masyarakat Kota Bekasi,” pungkasnya.
Transisi kepemimpinan di tubuh BAZNAS Kota Bekasi diharapkan bukan sekadar rotasi kursi, melainkan perombakan sistem kerja yang jauh lebih transparan dan berpihak pada kaum duafa.
Pantau terus update terbaru seputar transparansi dana umat, kebijakan Pemkot Bekasi, dan berita ekonomi lokal lainnya hanya di RakyatBekasi.Com.
Bagikan artikel ini ke grup warga Anda dan sampaikan harapan Anda untuk BAZNAS Kota Bekasi yang baru di kolom komentar di bawah!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















