Poin Utama:
- Jadwal: Groundbreaking dilaksanakan Maret 2026, dikelola oleh Danantara.
- Status: Masuk dalam 4 Proyek Strategis Nasional (PSN) pengelolaan sampah menjadi energi listrik pertama di Indonesia.
- Lokasi & Lahan: Ciketing Udik dan Sumurbatu (Bantargebang), 5 hektare untuk konstruksi dan 1,1 hektare untuk Hutan Kota.
- Anggaran Pendukung: Pemkot Bekasi alokasikan Rp 10 Miliar untuk infrastruktur jalan dan pengadaan 50 truk sampah baru.
BEKASI TIMUR – Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, dipastikan akan memulai tahap groundbreaking pada Maret 2026.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat melakukan kunjungan kerja bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Sabtu (14/02/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapan Pembangunan PLTSa Sumurbatu Dimulai?
Pembangunan fisik PLTSa Sumurbatu dijadwalkan mulai groundbreaking pada bulan Maret 2026. Proyek ini menjadi salah satu dari empat prioritas nasional yang pengelolaannya akan berada di bawah naungan Danantara (Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara).
Menteri LH menegaskan bahwa percepatan ini mendesak mengingat kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di seluruh Indonesia rata-rata sudah berusia tua.
”Jadi Bekasi ini salah satu dari empat pertama pengelolaan sampah dengan energi listrik yang akan di Ground Breaking di Bulan Maret yang nantinya akan diselenggarakan oleh Danantara,” kata Hanif Faisol Nurofiq kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di lokasi kegiatan Kurve, Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, Sabtu (14/02/2026).
Hanif menambahkan, meski groundbreaking dilakukan Maret, masih dibutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk persiapan operasional penuh.
Hal ini sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menangani kedaruratan sampah yang rata-rata TPA-nya sudah berumur 17 tahun.
Di Mana Lokasi Persis Konstruksi PLTSa?
Lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah ini akan dipusatkan di wilayah Kelurahan Ciketing Udik dan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah progresif terkait penentuan lokasi (penlok) dan pembebasan lahan.
”Terkait PLTSa seperti apa yang diamanatkan oleh Pak Menteri terkait dengan kewajiban Pemerintah Daerah, kami sudah melakukan langkah-langkah progresif,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di sela peninjauan lokasi, Sabtu (14/02/2026).
Tri merinci, lahan seluas 5 hektare akan diselesaikan tahun ini untuk area konstruksi utama.
Sementara itu, lahan seluas 1,1 hektare akan disiapkan tahun depan dengan konsep Green City atau Hutan Kota.
”Karena ke depan bukan saja sebagai tempat sampah, tetapi kita juga menginginkan sebagai hutan kota. Kemudian kita yakini bahwa teknologi yang nanti digunakan itu adaptif terkait dengan lingkungan,” sambungnya.
Berapa Anggaran Infrastruktur dan Armada Sampah Baru?
Untuk mendukung operasional PLTSa, Pemkot Bekasi menganggarkan dana sebesar Rp 10 Miliar khusus untuk pembangunan fisik jalan akses keluar-masuk kendaraan menuju lokasi PSEL.
Proses pembebasan lahan jalan akses dikebut tahun ini, dengan target pelaksanaan fisik jalan dimulai Juli-Agustus 2026.
Selain infrastruktur jalan, Pemkot Bekasi juga akan menambah armada kebersihan secara signifikan untuk mencapai target pengelolaan sampah 1.400 ton per hari.
- Pembelian Truk: Total 50 unit truk baru (25 unit via APBD Murni, 25 unit via Anggaran Belanja Tambahan/ABT).
- Target Kapasitas: Meningkatkan daya angkut dari 1.000 ton menjadi 1.400 ton per hari.
”Sehingga target bahwa pengelolaan sampah 1.400 ton yang hari ini Pemerintah Kota Bekasi 1.000 ton, dengan ada tambahan 50 truk kita akan mencapai 1.400 ton,” papar Tri Adhianto yang juga politisi PDI Perjuangan.
Percepatan pembangunan PLTSa Sumurbatu diharapkan menjadi solusi permanen atas masalah sampah di Kota Bekasi yang selama ini bergantung pada metode landfill.
Dengan teknologi ramah lingkungan dan konsep hutan kota, kawasan Bantargebang diharapkan dapat bertransformasi menjadi area yang lebih asri.
Warga Bekasi, dukung program lingkungan! Selain menunggu teknologi PLTSa, Anda bisa berkontribusi dengan memilah sampah dari rumah. Laporkan jika ada kendala pengangkutan sampah di wilayah Anda melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















