Pastikan Program Presiden Tepat Guna, Kejari Kota Bekasi Tinjau Pemanfaatan Smartboard di SDN Pejuang 7

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejari Kota Bekasi melakukan monitoring dan evaluasi langsung terhadap implementasi program Digitalisasi Pendidikan di SDN Pejuang 7, Kota Bekasi, Selasa (16/12/2025).

Kejari Kota Bekasi melakukan monitoring dan evaluasi langsung terhadap implementasi program Digitalisasi Pendidikan di SDN Pejuang 7, Kota Bekasi, Selasa (16/12/2025).

BEKASI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi melakukan monitoring dan evaluasi langsung terhadap implementasi program Digitalisasi Pendidikan di SDN Pejuang 7, Kota Bekasi, pada Selasa (16/12/2025).

Kunjungan ini difokuskan pada pemantauan penggunaan papan tulis pintar atau Smartboard, yang merupakan salah satu program strategis Pemerintah Pusat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dasar.

Langkah ini diambil untuk memastikan fasilitas pendidikan yang didanai negara tersebut benar-benar dimanfaatkan secara optimal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dukungan Penuh Penegak Hukum terhadap Mutu Pendidikan

Kepala Kejari Kota Bekasi, Sulvia Triana Hapsari, menegaskan bahwa pemantauan ini adalah bentuk dukungan konkret Kejaksaan terhadap kesuksesan program prioritas Presiden.

Sebagai aparat penegak hukum, pihaknya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan aset negara berfungsi sebagaimana mestinya.

​”Fokus utama kami adalah memastikan program Presiden terkait digitalisasi pendidikan ini benar-benar bermanfaat dan dapat dioperasikan dengan baik di lapangan,” ujar Sulvia di sela-sela peninjauan.

​Sulvia menambahkan, pihaknya tidak ingin bantuan sarana prasarana canggih tersebut hanya menjadi pajangan.

​”Kami ingin melihat secara langsung, apakah papan digital ini berfungsi normal dan memberikan dampak positif atau tidak. Jangan sampai ada kendala teknis yang menghambat proses belajar mengajar,” tegasnya.

​Transformasi Pembelajaran: Dari Manual ke Interaktif

​Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, Sulvia menilai program Digitalisasi Pendidikan di sekolah tersebut berjalan dengan sangat baik. Kehadiran teknologi Smartboard dinilai mampu mengubah suasana kelas menjadi lebih hidup.

​”Anak-anak terlihat sangat antusias dengan papan digital interaktif ini. Sebelumnya, mungkin mereka merasa jenuh dengan metode pembelajaran manual yang hanya mengandalkan papan tulis kapur atau spidol,” jelas Sulvia.

Dengan fitur multimedia yang dimiliki Smartboard, siswa dapat mengakses materi visual, video, dan simulasi interaktif yang membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami.

Kejari Kota Bekasi, bersama Dinas Pendidikan serta aparat wilayah setempat (Camat dan Lurah), berkomitmen untuk terus mengawal transisi teknologi ini.

​Target Distribusi dan Pemerataan Fasilitas

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, menyambut baik atensi yang diberikan oleh Kejari Kota Bekasi.

Menurutnya, fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) sangat penting untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan aset pendidikan.

​”Kami sangat mengapresiasi langkah proaktif Kejaksaan dalam meninjau langsung implementasi Digitalisasi Pendidikan di SDN Pejuang 7 Bekasi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk mengelola fasilitas ini dengan lebih baik,” tutur Alexander.

​Alexander menjelaskan bahwa saat ini distribusi bantuan Smartboard dari Pemerintah Pusat telah menjangkau seluruh sekolah di Kota Bekasi, meskipun kuantitasnya masih terbatas.

​”Alhamdulillah, seluruh sekolah di Kota Bekasi sudah menerima distribusi Smartboard dari Pemerintah Pusat. Meskipun saat ini rasio ketersediaannya baru satu unit per sekolah, namun ini adalah langkah awal yang baik,” ungkapnya.

​Ia juga menyampaikan kabar gembira terkait rencana pengembangan fasilitas tersebut di masa mendatang.

​”Tahun 2026 mendatang, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merencanakan penambahan unit secara bertahap. Harapannya, digitalisasi pendidikan di Kota Bekasi akan semakin merata dan menjangkau lebih banyak ruang kelas,” pungkas Alexander.

(Redaksi)


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Targetkan 30 Ribu Pelanggan, Perumda Tirta Bhagasasi Tarumajaya Tekan Kebocoran Air
Nasib Banpres FO Bulak Kapal Menggantung, Pemkot Bekasi Tunggu Pusat
Awas Hewan Kurban Sakit! Sekda Junaedi Perintahkan Tim Medis Sisir 12 Kecamatan
CFD Baru Kota Bekasi Sasar Alun-Alun, Sekda Wanti-Wanti Macet!
Kualitas Udara Kota Bekasi Tidak Sehat, AQI Pagi Ini Tembus 153
Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan di SPMB 2026, Pemkot Bekasi Pangkas Kapasitas Rombel SMPN
Panti Pijat ‘Be Glow’ Diduga Pakai Izin Bodong
Jadi Syarat Wajib dalam SPMB 2026, Disdukcapil Kota Bekasi Gencarkan Pembuatan KIA
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 14:36 WIB

Targetkan 30 Ribu Pelanggan, Perumda Tirta Bhagasasi Tarumajaya Tekan Kebocoran Air

Senin, 11 Mei 2026 - 12:00 WIB

Nasib Banpres FO Bulak Kapal Menggantung, Pemkot Bekasi Tunggu Pusat

Senin, 11 Mei 2026 - 11:10 WIB

Awas Hewan Kurban Sakit! Sekda Junaedi Perintahkan Tim Medis Sisir 12 Kecamatan

Senin, 11 Mei 2026 - 10:08 WIB

CFD Baru Kota Bekasi Sasar Alun-Alun, Sekda Wanti-Wanti Macet!

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:20 WIB

Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan di SPMB 2026, Pemkot Bekasi Pangkas Kapasitas Rombel SMPN

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x