Pemkot Bekasi Uji Coba WFH, Sekda Junaedi Tekankan Pelayanan Publik Tak Boleh Terhenti

- Jurnalis

Selasa, 4 November 2025 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Wali Kota Bekasi.

Kantor Wali Kota Bekasi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tengah mengkaji rencana penyesuaian mekanisme kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Rencana ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan serupa yang telah diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

​Meskipun demikian, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Junaedi, memberikan peringatan tegas bahwa kebijakan WFH tidak boleh menghentikan atau mengganggu jalannya pelayanan publik yang krusial.

Sekda Junaedi: Pelayanan Publik Adalah Prioritas

​Junaedi menyebut, terdapat beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Untuk OPD vital ini, penerapan WFH secara menyeluruh tidak dimungkinkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Kegiatan dengan pelayanan yang rutinitas seperti kesehatan, kebersihan, damkar, dishub itu harus (diatur), tidak boleh pakai WFH (secara menyeluruh),” tegas Junaedi saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga selepas giat senam, Selasa (04/11/2025).

​Menurutnya, OPD tersebut harus memberlakukan sistem berbagi waktu atau shifting secara bijak.

​”Itu (harus) berbagi, secara waktu. Supaya nanti tidak ada kekosongan untuk pelayanan, dan itu yang perlu ditekankan,” sambungnya.

Adopsi Kebijakan Provinsi dan Efisiensi Anggaran

​Kebijakan WFH yang tengah dikaji Pemkot Bekasi ini merupakan salah satu upaya adaptasi dari langkah yang telah diambil Pemprov Jawa Barat.

​Upaya ini, lanjut Junaedi, tidak hanya bertujuan untuk mencari pola kerja paling efisien di era modern, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk menekan biaya operasional. Efisiensi ini menjadi penting, terutama menjelang penyusunan tahun anggaran baru 2026.

Masih Dikaji, Khawatir WFH Jadi Alasan

​Saat ini, Pemkot Bekasi masih dalam tahap pengkajian lebih lanjut untuk menemukan formula implementasi terbaik yang disesuaikan dengan kondisi kepegawaian di lapangan.

​Junaedi secara terbuka mengakui adanya kekhawatiran jika kebijakan WFH disalahgunakan oleh oknum pegawai dan dijadikan alasan untuk tidak produktif.

​”Kita lihat dulu aja situasi kondisinya. Ya kalau kita kan, kalau dimulai dengan WFH, (harapannya) kalau bener-bener temen pada kerja. Kalau enggak, kadang-kadang suka dia buat WFH buat jadi alasan gitu kan,” ucapnya.

​Atas dasar pertimbangan tersebut, Pemkot Bekasi tengah mencoba merumuskan stimulan dan aturan main terbaik agar penerapan WFH dapat berjalan efektif tanpa mengorbankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve
Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan
Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional
Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran
Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup
DPRD Ingatkan Pembahasan UMK Kota Bekasi 2026 Harus Berbasis Data, Bukan Tekanan Politik
DPRD Kota Bekasi Pasang Badan: Proyek PLTSa Bersama Danantara Harus Menguntungkan Warga Bantargebang
Komisi II DPRD Kota Bekasi: Transisi Sanitary Landfill TPA Sumurbatu Tetap Berjalan Iringi Proyek PSEL

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:05 WIB

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:24 WIB

Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:53 WIB

Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:43 WIB

Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:47 WIB

Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup

Berita Terbaru

Mas Tri bersama ratusan pencinta sepeda ontel gowes bareng dari Bundaran Summarecon Bekasi hingga ke Lapangan Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Sabtu (09/06/2024).

Parlementaria

Jangan Cuma Kasih Wacana! Wali Kota Bekasi Ditantang Bike to Work

Selasa, 31 Mar 2026 - 13:06 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca