Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi.

Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi.

Poin Utama:

  • Angka & Target: Bapenda menargetkan lonjakan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari 85% pada tahun lalu menjadi 93% di tahun 2026.
  • Target Waktu: Optimalisasi dikebut sejak triwulan pertama dengan capaian awal progres murni menyentuh angka 12%.
  • Fokus Sektor: Penyisiran Wajib Pajak (WP) diprioritaskan pada sektor perhotelan, rumah makan, serta pengoptimalan PBB dan BPHTB.
  • Lokasi & Strategi: Berlaku di seluruh wilayah Kota Bekasi melalui evaluasi lintas bidang dan pengerahan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di setiap kecamatan guna mencegah kebocoran.

BEKASI – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi menetapkan target ambisius pada tahun ini. Secara optimis, Bapenda membidik realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi pada tahun 2026 mampu menembus angka 93 persen.

Target ini melonjak cukup signifikan dibandingkan capaian tahun lalu yang hanya tertahan di angka 85 persen.

​Lonjakan target ini diiringi dengan strategi yang lebih agresif dalam menyasar potensi Wajib Pajak (WP) di berbagai sektor guna menopang laju pembangunan daerah secara maksimal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kejar Lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di 2026

​Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pendapatan (Wasdal) Bapenda Kota Bekasi, Agustinus Prakoso, memaparkan bahwa langkah awal di tahun ini telah menunjukkan pergerakan positif.

Pada kuartal pertama 2026, kata dia, realisasi PAD murni Kota Bekasi telah mencapai progres di angka 12 persen.

​”Kita punya target yang pasti. Sebisa mungkin realisasi PAD kita bisa didongkrak agar jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” ucap Agustinus kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam keterangan resminya, Kamis (26/02/2026).

​PBB dan BPHTB Belum Termasuk dalam Perhitungan Awal

​Menurut Agustinus, angka capaian 12 persen tersebut masih merupakan progres awal. Nilai itu murni berasal dari pajak daerah reguler dan belum memasukkan instrumen penerimaan besar lainnya, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

​”Sehingga diharapkan, jika dari awal triwulan pertama ini realisasi pendapatan kita digenjot secara optimal dan semua pihak bekerja sama dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan target maksimal tersebut akan tercapai hingga di akhir tahun,” sambungnya memproyeksikan.

​Strategi UPTD Sisir Wajib Pajak di Berbagai Wilayah

​Guna merealisasikan target 93 persen, Bapenda tidak bekerja sendiri. Seluruh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendapatan yang tersebar di tiap kecamatan, mulai dari kawasan Rawalumbu, Pondokgede, hingga Mustikajaya, telah diinstruksikan untuk bergerak cepat di lapangan.

​Mereka diminta untuk proaktif menyisir seluruh titik potensial Wajib Pajak di wilayah masing-masing guna mengoptimalkan potensi sektoral PAD.

Pendapatan ini nantinya menjadi urat nadi bagi program-program pembangunan yang dicanangkan oleh jajaran pemerintahan di bawah arahan Wali Kota Bekasi.

​”Termasuk di dalamnya menyisir WP hotel, rumah makan, maupun sektor lainnya. Bagi mereka yang masih menunggak pajak, akan didorong agar kewajiban tersebut dapat segera dibayarkan,” tuturnya.

​Evaluasi Ketat Lintas Bidang Cegah Kebocoran Pendapatan

​Agustinus juga menyadari bahwa di lapangan sering kali terdapat berbagai rintangan administrasi maupun teknis.

Oleh karena itu, kata dia, jika perkembangan potensi pajak mengalami hambatan, Bapenda Kota Bekasi akan langsung menerapkan sistem evaluasi terpadu.

​Langkah responsif ini dilakukan untuk mengurai akar masalah yang menghambat laju setoran wajib pajak.

​”Proses evaluasi ini tidak hanya dilakukan di bidang Wasdal saja, melainkan melibatkan bidang-bidang lainnya untuk melihat apa kendala dan sumbatan pada potensi WP. Jadi, dalam sekali rapat langsung ada eksekusi agar tidak ada lagi kebocoran pendapatan,” pungkasnya tegas.

Apakah Anda memiliki usaha di Kota Bekasi dan sudah menunaikan kewajiban pajak tahun ini? Mari bersama-sama berkontribusi untuk pembangunan daerah! Jangan lupa bagikan artikel ini agar masyarakat semakin peduli dan taat akan pajak daerah.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve
Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan
Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional
Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup
DPRD Ingatkan Pembahasan UMK Kota Bekasi 2026 Harus Berbasis Data, Bukan Tekanan Politik
DPRD Kota Bekasi Pasang Badan: Proyek PLTSa Bersama Danantara Harus Menguntungkan Warga Bantargebang
Komisi II DPRD Kota Bekasi: Transisi Sanitary Landfill TPA Sumurbatu Tetap Berjalan Iringi Proyek PSEL
Jelang Kontrak Berakhir, DPRD Bekasi Didesak Investigasi Dampak Ekologis TPST Bantargebang

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:05 WIB

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:24 WIB

Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:53 WIB

Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:43 WIB

Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:47 WIB

Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca