Pintu Selatan Stasiun Bekasi Ditutup Mulai 28 November 2025, Seluruh Akses Dialihkan ke Utara

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 22:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mengumumkan perubahan signifikan terkait akses masuk dan keluar di Stasiun Bekasi. Mulai 28 November 2025, akses Pintu Selatan Stasiun Bekasi di Jalan Ir. H. Juanda akan ditutup sementara.

​Langkah ini diambil dalam rangka uji coba manajemen rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan dan meningkatkan keselamatan di kawasan stasiun yang menjadi jantung mobilitas warga Bekasi.

​Jadwal Sosialisasi dan Penerapan Uji Coba

​Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengonfirmasi bahwa seluruh aktivitas penumpang dan kendaraan akan dialihkan sepenuhnya melalui akses utara, yakni via Jalan Perjuangan dan Jalan Pusdiklat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Sebelum penerapan penuh, Dishub Kota Bekasi menggelar masa sosialisasi selama satu pekan.

​”Sosialisasi dimulai pada 20–27 November 2025. Kami memasang spanduk imbauan di titik strategis dan menyebarkan informasi masif melalui media sosial resmi Dishub Kota Bekasi agar masyarakat tidak kaget saat pelaksanaannya nanti,” ujar Zeno, Kamis (20/11/2025).

​Alasan Pengalihan Arus: Data Pergerakan Penumpang

​Keputusan penutupan akses selatan ini bukan tanpa alasan. Zeno menjelaskan, berdasarkan kajian di lapangan, mayoritas pergerakan penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi justru terkonsentrasi di sisi utara.

​“Data kami menunjukkan 60 persen penumpang menggunakan akses utara dan 40 persen melalui selatan. Karena itu, mitigasi terhadap penyeberang rel sangat diperlukan demi keselamatan bersama,” ungkapnya.

​Dengan memindahkan seluruh akses ke utara, Dishub berharap dapat meminimalisir risiko kecelakaan akibat penyeberangan rel sembarangan dan konflik lalu lintas di Jalan Ir. H. Juanda yang kerap macet.

​Sinergi dengan Sistem Satu Arah (SSA)

​Penerapan kebijakan ini juga diselaraskan dengan Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Raya Perjuangan yang telah berjalan efektif selama hampir enam bulan.

​Bagi warga yang hendak menuju stasiun pada jam sibuk pagi hari (pukul 06.00–08.00 WIB), arus kendaraan dari arah selatan akan tetap diarahkan memutar melalui kawasan Summarecon atau Jalan Agus Salim untuk mencapai akses utara stasiun.

​Pengecualian untuk Kendaraan Roda Dua

​Meski akses penumpang ditutup total di selatan, Dishub memberikan sedikit kelonggaran teknis bagi pengendara motor selama masa uji coba.

​”Kendaraan roda dua dari arah selatan masih diperbolehkan menyeberang rel, namun hanya untuk menuju area penitipan motor di Jalan Pusdiklat. Ini untuk memudahkan penitipan kendaraan,” jelas Zeno.

​Ia menegaskan bahwa di luar pengalihan pintu masuk ini, tidak ada rekayasa lalu lintas tambahan yang ekstrim. “Dishub Kota Bekasi memastikan tidak ada rekayasa lalu lintas tambahan yang diberlakukan selama uji coba berlangsung,” tambahnya.

​Fasilitas Pendukung dan Keamanan Diperketat

​Untuk memastikan transisi ini berjalan lancar, Dishub Kota Bekasi telah melakukan koordinasi intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), pengelola parkir, dan perangkat daerah terkait. Beberapa langkah antisipasi yang disiapkan antara lain:

  1. Penambahan Personel: Petugas Dishub akan siaga mengatur lalu lintas dan penyeberang jalan bersama petugas keamanan PT KAI.
  2. Peningkatan Penerangan: Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di akses utara akan dimaksimalkan demi keamanan penumpang malam hari.
  3. Fasilitas Pejalan Kaki: Memastikan trotoar dan jalur pedestrian di Jalan Perjuangan dan Pusdiklat layak dilintasi lonjakan penumpang.

​“Kami berharap perubahan akses ini mampu meningkatkan kinerja lalu lintas di kawasan stasiun—baik dari sisi kecepatan kendaraan, pengurangan kemacetan, hingga peningkatan keselamatan pengguna jalan maupun kereta api,” tutup Zeno.

Bagaimana pendapat Anda mengenai penutupan akses selatan Stasiun Bekasi ini? Apakah akan membantu mengurangi kemacetan? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Angkut Paksa Aset Terbengkalai di Lahan Warga Tanpa Izin, Panik Pak?
Fenomena Kesehatan Mental Mengintai Gen Z Bekasi: Antara Tekanan Masa Depan dan Jebakan Diagnosis AI
Harga Sapi Impor Melambung, Pedagang Daging Bekasi Pilih Mogok Tiga Hari
Alamak! Dishub Perpanjang Masa ‘Shut Down’ Layanan Uji KIR Kota Bekasi
Wali Kota Bekasi Larang ASN Nikah Siri dan Selingkuh
Wali Kota Bekasi Dorong Percepatan Pencairan Dana Rp100 Juta per RW Pasca Audit BPK
FOPERA Endus Potensi Kerugian Negara di RSUD CAM Kota Bekasi
Tanggul Citarum Jebol Rendam Ribuan Rumah di Muara Gembong Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:26 WIB

Pemkot Bekasi Angkut Paksa Aset Terbengkalai di Lahan Warga Tanpa Izin, Panik Pak?

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:17 WIB

Fenomena Kesehatan Mental Mengintai Gen Z Bekasi: Antara Tekanan Masa Depan dan Jebakan Diagnosis AI

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:28 WIB

Harga Sapi Impor Melambung, Pedagang Daging Bekasi Pilih Mogok Tiga Hari

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:42 WIB

Alamak! Dishub Perpanjang Masa ‘Shut Down’ Layanan Uji KIR Kota Bekasi

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:58 WIB

Wali Kota Bekasi Larang ASN Nikah Siri dan Selingkuh

Berita Terbaru

Tangkapan layar Surat Edaran Nomor 800.1.5/219/BKPSDM.PKA tertanggal 19 Januari 2026.

Bekasi

Wali Kota Bekasi Larang ASN Nikah Siri dan Selingkuh

Rabu, 21 Jan 2026 - 13:58 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca