BEKASI – Sebagai upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC), Puskesmas Jatimakmur bersinergi dengan Kelurahan Jatimakmur meluncurkan inisiatif kesehatan masyarakat bertajuk Pelayanan Rabu Gerak Cepat (Prabu Gercep). Program ini berfokus pada pelaksanaan skrining TBC secara masif kepada warga di wilayah setempat.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons aktif dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) Kota Bekasi, sekaligus menekan angka penyebaran penyakit menular di tingkat akar rumput.
Gebyar Skrining TBC: Jemput Bola Demi Kesehatan Warga
Kepala Puskesmas Jatimakmur, Apt. Dinni Banyuwati, S.Farm, M.Farm, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas medis, melainkan sebuah gerakan jemput bola untuk memastikan kesehatan paru-paru masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Gebyar Skrining TBC yang diinisiasi oleh Puskesmas Jatimakmur telah diselenggarakan secara intensif, salah satunya pada momentum 28 hingga 30 Oktober lalu. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya melakukan skrining gejala, tetapi juga tes dahak secara lintas sektor, baik pelayanan di dalam gedung puskesmas maupun kunjungan luar gedung,” ujar Dinni dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).

Pendekatan “Luar Gedung” ini menjadi kunci penting Prabu Gercep, di mana tenaga kesehatan turun langsung ke kantong-kantong pemukiman untuk menjangkau warga yang mungkin kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
Pentingnya Deteksi Dini untuk Memutus Mata Rantai Penularan
Dinni menekankan bahwa pelaksanaan skrining TBC merupakan langkah preventif yang krusial. Prinsip “mencegah lebih baik daripada mengobati” menjadi dasar utama program ini, mengingat pengobatan TBC akan jauh lebih efektif jika kasus ditemukan sebelum kondisi pasien menjadi parah.
“Penularan dan temuan kasus TBC di masyarakat harus segera ditangani. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat pula pengobatan dapat dilakukan. Kami berharap kegiatan ini membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang gejala, langkah pencegahan, serta kepatuhan prosedur pengobatan demi peningkatan angka kesembuhan kasus TBC,” tambahnya.
Mengenal Bahaya dan Gejala Tuberkulosis
Masyarakat perlu memahami bahwa TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit menular serius yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan (droplet di udara) dan utamanya menyerang organ paru-paru, meski juga dapat menginfeksi organ tubuh lainnya.
Gejala umum yang patut diwaspadai meliputi:
- Batuk berdahak terus-menerus selama lebih dari 2 minggu.
- Batuk berdarah.
- Demam dan berkeringat di malam hari tanpa aktivitas fisik.
- Penurunan berat badan secara drastis.
Indonesia Peringkat Kedua Kasus TBC Tertinggi di Dunia
Urgensi skrining TBC seperti yang dilakukan Puskesmas Jatimakmur ini sejalan dengan kondisi darurat TBC global. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan terbesar kedua di dunia setelah HIV.
Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua di dunia dengan beban kasus TBC tertinggi, mencapai angka estimasi 1.000.000 kasus. Tragisnya, jumlah kematian akibat penyakit ini diperkirakan mencapai 110.000 kasus per tahun.
Data ini menjadi alarm keras bagi seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah untuk bersatu padu dalam upaya eliminasi TBC melalui deteksi dini dan pengobatan yang tuntas.
Jangan Tunggu Parah! Jika Anda atau kerabat mengalami gejala batuk yang tak kunjung sembuh, segera kunjungi Puskesmas Jatimakmur atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan skrining TBC gratis. Mari bersama-sama wujudkan Bekasi bebas TBC.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















