Satgas Nusantara dan Anti Politik Uang Siap Tangkal Isu Hoax, Kampanye Hitam dan Jual Beli Suara dalam Pemilu 2024

- Jurnalis

Rabu, 9 Agustus 2023 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol, Sandi Nugroho, saat menjadi pembicara dalam diskusi di Kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (09/08/2023). (Foto:Inilah.com/Reyhaanah)

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol, Sandi Nugroho, saat menjadi pembicara dalam diskusi di Kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (09/08/2023). (Foto:Inilah.com/Reyhaanah)

JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia berencana membentuk Satuan Tugas (satgas) nusantara untuk menangkal isu-isu hoax dan Black Campaign (kampanye hitam) dalam pelaksanaan pemilu 2024.[irp posts=”6027″ ]
“Jadi kunci utama agar pemilu berjalan sehat dan baik adalah keamanan itu terjamin. Dan dengan keamanan tadi maka Insya Allah semua penyelenggaraan pemilu dan rangkaiannya bisa kita tuntaskan bersama,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol, Sandi Nugroho di Kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (09/08/2023).
Lebih lanjut Sandi mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mempersiapkan sejumlah hal yang dianggap penting dan diperlukan dalam rangka menjaga pelaksanaan pemilu 2024 agar berlangsung damai, termasuk akan menggelar operasi mantapbrata.[irp posts=”6023″ ][irp posts=”5913″ ]
“Kesiapan kita dalam pemilu yaitu yang pertama dengan menyiapkan personelnya, menyiapkan kesiapan sarana prasarana, menyiapkan metode yang kita pakai, menyiapkan komunikasi dengan masyarakat, dan stakeholder terkait lainnya,” terang Sandi.
Sebelumnya Sandi pernah membeberkan bahwa pihaknya kini tengah menggodok pembentukan Satgas Anti Politik Uang guna mencegah praktik jual beli suara di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.[irp posts=”6017″ ]“Polri akan membentuk satgas anti money politic untuk mengantisipasi jangan sampai terjadi situasi atau kondisi yang menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban nasional (kamtibnas), menyebabkan kegaduhan dan akhirnya membuat pemilu yang tidak fair,” pungkasnya. (*)

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

72 Tahun GMNI: Awas Aktivis Terjebak Pragmatisme Penguasa!
Jalur Puncak Terapkan One Way ke Jakarta, Ribuan Kendaraan Mengular
Catat! Puncak Arus Balik akan Terjadi di Tiga Tanggal Ini, Menhub Imbau Manfaatkan WFA
Awas Horor Arus Balik! Volume Kendaraan di Puncak-Cianjur Meledak 70 Persen
BMKG Prediksi Cuaca Salat Id di Jabodetabek Sejuk dan Cerah
Jasa Marga Catat 270 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta di Puncak Mudik 2026
Terungkap! Ini Alasan Presiden Prabowo Pilih Salat Id 1447 Hijriah di Aceh
150 Ribu Kendaraan Padati Nagreg, Puncak Arus Mudik Terlewati

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 19:05 WIB

72 Tahun GMNI: Awas Aktivis Terjebak Pragmatisme Penguasa!

Senin, 23 Maret 2026 - 16:34 WIB

Jalur Puncak Terapkan One Way ke Jakarta, Ribuan Kendaraan Mengular

Senin, 23 Maret 2026 - 01:48 WIB

Catat! Puncak Arus Balik akan Terjadi di Tiga Tanggal Ini, Menhub Imbau Manfaatkan WFA

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:35 WIB

Awas Horor Arus Balik! Volume Kendaraan di Puncak-Cianjur Meledak 70 Persen

Sabtu, 21 Maret 2026 - 06:11 WIB

BMKG Prediksi Cuaca Salat Id di Jabodetabek Sejuk dan Cerah

Berita Terbaru

Nasional

72 Tahun GMNI: Awas Aktivis Terjebak Pragmatisme Penguasa!

Senin, 23 Mar 2026 - 19:05 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca