Poin Utama:
- Pemkot Bekasi saat ini masih menanggung backlog 1.200 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di wilayahnya.
- Disperkimtan Kota Bekasi menetapkan prioritas perbaikan hanya untuk 130 unit hunian pada tahun 2026.
- Anggaran dialokasikan sebesar Rp20 juta per unit melalui skema transfer langsung.
- Dana perbaikan dikhususkan untuk program “Aladin” (Atap, Lantai, dan Dinding).
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi masih memiliki pekerjaan rumah (PR) besar yang belum tuntas terkait penyediaan hunian layak bagi warganya.
Catatan terbaru menunjukkan masih ada sekitar 1.200 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang berstatus backlog dan membutuhkan penanganan serius.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ironisnya, realisasi perbaikan tahun 2026 ini berjalan lambat dengan target prioritas yang hanya menyentuh angka 130 unit di 12 kecamatan.
Berapa Jumlah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kota Bekasi Saat Ini?
Angka Rutilahu yang belum tertangani di Kota Bekasi saat ini masih menembus 1.200 unit.
“Kita masih ada Backlog rumah tidak layak huni sekitar 1.200-an dari dua tahun lalu, terbesar di Kota Bekasi. Data itu yang coba kita selesaikan,” kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi Widayat Subroto Hardi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (15/05/2026).
Angka ribuan hunian mangkrak ini menuntut evaluasi kinerja dari Disperkimtan Kota Bekasi. Penanganan yang dilakukan harus tepat sasaran dengan pengecekan ulang secara berkala, mendahulukan kondisi rumah yang kerusakannya paling parah di setiap kelurahan.
Berapa Target Perbaikan Rutilahu Pemkot Bekasi Tahun 2026?
Pemkot Bekasi hanya memprioritaskan perbaikan bagi 130 unit Rutilahu sepanjang tahun 2026. Program perbaikan ratusan hunian tersebut didanai melalui kolaborasi dua sumber anggaran pemerintah daerah.
Berikut rincian distribusi perbaikan Rutilahu tahun 2026:
- 60 unit dibiayai langsung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi.
- 70 unit sisanya mendapatkan suntikan dana bantuan dari APBD Provinsi Jawa Barat.
- Setiap kecamatan mendapatkan jatah kuota perbaikan sebanyak 10 hingga 11 rumah.
Berapa Anggaran Bantuan Rutilahu per Unit di Kota Bekasi?
Pemkot Bekasi mengucurkan dana sebesar Rp20 juta untuk setiap unit hunian yang masuk dalam program Rutilahu.
Dana ini disalurkan melalui skema transfer ke rekening Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) demi menghindari kebocoran anggaran dan memastikan uang langsung sampai kepada warga penerima manfaat.
Rincian pemanfaatan anggaran tersebut terbagi menjadi dua, yakni:
- Rp17,5 juta untuk belanja material bahan bangunan.
- Rp2,5 juta dialokasikan untuk jasa tukang.
Dana ini berfokus pada perbaikan fisik dasar bersandi “Aladin” (Atap, Lantai, dan Dinding). Karena sifatnya sebagai stimulan pemerintah, warga diperbolehkan menggunakan dana pribadi apabila ingin menambahkan cat rumah atau material tambahan seperti pasir.
Kapan Seluruh Rutilahu di Kota Bekasi Ditargetkan Rampung?
Target penyelesaian seluruh Rutilahu sejatinya dipatok rampung pada akhir tahun 2026. Sejak 2018, Disperkimtan telah menyasar 4.417 Rutilahu dalam grand design mereka.
Namun, dengan jumlah bangunan rusak yang berpotensi terus membengkak setiap tahun akibat usia bangunan, target nol Rutilahu di penghujung 2026 tampaknya masih jauh dari harapan dan memerlukan akselerasi kebijakan yang lebih berani.
Kondisi ribuan hunian yang menanti sentuhan perbaikan ini menjadi rapor yang terus diawasi oleh publik.
Janji perbaikan dari instansi terkait serta komitmen Wali Kota Bekasi sangat dinantikan untuk membuktikan bahwa pelayanan publik dan penanggulangan kemiskinan di Kota Bekasi bukan sekadar wacana.
Mari bagikan informasi ini agar masyarakat luas turut mengawal kinerja aparatur daerah kita. Berikan opini dan pantauan Anda di kolom komentar, serta baca terus liputan kritis seputar kebijakan Pemkot Bekasi lainnya hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















