Poin Utama:
- Laporan UCLA School of Law (April 2026) menempatkan TPST Bantargebang sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia.
- Dinkes Kota Bekasi mencatat 65.331 kasus ISPA pada rentang Januari hingga akhir Maret 2026, yang didominasi oleh kelompok usia produktif (19-59 tahun).
- Pemkot Bekasi tengah mendorong kajian epidemiologis mendalam untuk memastikan korelasi pasti antara paparan metana dan penyakit pernapasan warga.
- Diusulkan penambahan alokasi anggaran dan layanan kesehatan khusus bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Bantargebang.
Predikat Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia memicu peringatan serius bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
Menindaklanjuti temuan global tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi segera mendorong kajian epidemiologis yang komprehensif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah krusial ini diambil guna mengukur secara pasti dampak paparan gas beracun tersebut terhadap tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kota Bekasi.
Mengapa Gas Metana TPST Bantargebang Berbahaya bagi Kesehatan?
Gas metana yang dihasilkan dari tumpukan limbah organik merupakan zat yang berpotensi merusak sistem pernapasan manusia jika dihirup secara terus-menerus.
Isu ini mencuat setelah laporan riset UCLA School of Law bertajuk “Spotlight on the Top 25 Methane Plumes in 2025: Landfills” pada 20 April 2026 lalu, mendaulat TPST Bantargebang di posisi kedua dunia sebagai penyumbang emisi ini.
”Tentunya akan mempengaruhi kami ya, karena itu kan gas berbahaya. Pastinya berhubungan dengan pernapasan ya,” kata Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (11/05/2026).
Berapa Jumlah Kasus ISPA di Kota Bekasi Tahun 2026?
Sepanjang awal tahun hingga akhir Maret 2026, tercatat sebanyak 65.331 kasus ISPA di berbagai fasilitas kesehatan (faskes) tingkat Puskesmas se-Kota Bekasi.
Kategori usia produktif, yakni 19 hingga 59 tahun, menjadi kelompok yang paling mendominasi deretan kasus tersebut.
Secara statistik, pada tahun 2025 lalu total kasus ISPA di Kota Bekasi menembus angka 408.049 kasus.
”Catatan kasus ISPA bagi masyarakat di Bantargebang ditemukan hampir sebanyak 23.343 kasus. Bila dibandingkan dengan data di wilayah kecamatan lainnya, masih terdapat kecamatan dengan kasus ISPA yang lebih tinggi dibandingkan di wilayah Kecamatan Bantargebang sendiri,” kata Satia.
Apakah Gas Metana TPST Bantargebang Penyebab Utama ISPA?
Meskipun ada kekhawatiran besar, belum dapat disimpulkan secara mutlak bahwa gas metana merupakan penyumbang tunggal tingginya angka ISPA di Kota Bekasi.
Diperlukan riset lanjutan karena banyak variabel lain yang turut memengaruhi buruknya kualitas udara.
”Tentunya diperlukan kajian ilmiah dan data epidemiologis yang lebih mendalam. Kasus ISPA sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti polusi kendaraan, aktivitas industri, kepadatan penduduk, kebiasaan merokok, hingga kondisi cuaca dan kualitas lingkungan secara umum,” tuturnya.
Apa Solusi Pemkot Bekasi untuk Warga Bantargebang?
Untuk meminimalisir dampak kesehatan di masyarakat, Pemkot Bekasi mengusulkan peningkatan alokasi anggaran khusus penanganan kesehatan di wilayah ring satu TPST Bantargebang. Hal ini menjadi wujud intervensi perlindungan langsung bagi warga setempat.
”Upaya itu juga ada pemberian vitamin untuk masyarakat sekitar, terus pelayanan kesehatannya juga lebih banyak. Jadi memang di daerah Bantargebang kami memberikan pelayanan khusus dibandingkan yang lain,” pungkas Satia.
Tingginya angka ISPA serta sorotan dunia terhadap darurat emisi gas metana di TPST Bantargebang harus menjadi peringatan tegas bagi seluruh pemangku kebijakan di Pemkot Bekasi.
Kajian kesehatan lingkungan diharapkan segera tuntas agar langkah mitigasi yang diambil bisa berjalan efektif dan tepat sasaran.
Bagaimana pandangan Anda terkait kualitas udara dan pengelolaan TPST Bantargebang saat ini? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini. Pantau terus RakyatBekasi.com untuk pembaruan informasi seputar kebijakan publik di Kota Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















