Mobil MBG Tewaskan Pedagang di Bekasi, GMNI Soroti Kegagalan Program Pusat

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPC GMNI Kota Bekasi, Nicolas Tamba.

Ketua DPC GMNI Kota Bekasi, Nicolas Tamba.

Poin Utama:

  • ​Insiden maut kendaraan operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ugal-ugalan menewaskan seorang pedagang UMKM di kawasan Bekasi Timur.
  • ​DPC GMNI Kota Bekasi mengutuk keras kelalaian pengemudi dan minimnya Standar Operasional Prosedur (SOP) distribusi di lapangan.
  • ​Program unggulan Presiden dipandang perlu dievaluasi menyeluruh karena membebani APBN daerah di tengah ekonomi sulit.
  • ​GMNI berjanji menginvestigasi dugaan keterlibatan pejabat publik Pemkot Bekasi yang merangkap sebagai pengusaha dapur MBG.

​Kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bekasi Timur, Kota Bekasi, memicu reaksi keras dari elemen mahasiswa.

Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Bekasi secara tegas mengutuk aksi ugal-ugalan pengemudi yang merenggut nyawa seorang pedagang UMKM setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insiden memilukan ini dinilai sebagai potret kelam dari implementasi program unggulan pemerintah pusat yang terkesan buru-buru, serta minim pengawasan dan manajerial yang matang.

​Mengapa GMNI Kritik Keras Kecelakaan Mobil MBG di Bekasi Timur?

​Insiden tewasnya pedagang UMKM akibat tertabrak mobil operasional MBG menjadi puncak kekecewaan GMNI terhadap tata kelola program tersebut di lapangan.

Ketua DPC GMNI Kota Bekasi, Nicolas Tamba, memandang kejadian tragis ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas biasa, melainkan cerminan kegagalan sistematis dari sebuah kebijakan bernilai triliunan rupiah.

​”Insiden kecelakaan tersebut merupakan bentuk kegagalan dari program makan bergizi gratis yang selalu dibanggakan oleh Presiden Prabowo Subianto,” kata Nicolas Tamba kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (12/05/2026).

​Lebih lanjut, Nicolas menyoroti triliunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang tersedot untuk program ini.

Ia memandang implementasi kebijakan tersebut kini sudah semakin jauh dari cita-cita awal dan mendesak Presiden untuk berani mengakui serta melakukan evaluasi menyeluruh.

​Apa Dampak Negatif Program Makan Bergizi Gratis di Daerah?

​Selain masalah fatalitas Standar Operasional Prosedur (SOP) distribusi yang memakan korban jiwa, GMNI juga menyoroti beban ekonomi akibat pemangkasan anggaran daerah. Banyak sektor esensial yang dananya terkena refocusing dengan dalih efisiensi, demi mempertahankan kuota MBG secara utuh.

​”Hadirnya MBG memang membawa dampak positif bagi beberapa masyarakat, kita akui itu. Tetapi tak sedikit juga dampak negatifnya, hari ini kalau kita mau jujur dan buka-bukaan. Berjalannya program MBG di tengah situasi ekonomi yang sulit seperti saat ini pastinya menjadi beban bagi kita semua,” kata Bung Nico sapaan Karibnya.

​Menurut kajian DPC GMNI Kota Bekasi, distribusi MBG seharusnya memperhatikan beberapa poin kritis berikut:

  • Target Proporsional: Penyaluran harus disesuaikan secara riil dengan kebutuhan wilayah, bukan disamaratakan.
  • Tepat Sasaran: Diutamakan khusus untuk anak-anak yang benar-benar mengalami ketergantungan atau krisis gizi.
  • Efisiensi Terarah: Tidak mengorbankan anggaran krusial Pemkot Bekasi dan daerah lain hanya untuk memenuhi kuota absolut MBG.

​Benarkah Ada Pejabat Publik di Balik Dapur MBG Kota Bekasi?

​Menyikapi hilangnya nyawa akibat keteledoran petugas distribusi, DPC GMNI Kota Bekasi menyampaikan belasungkawa mendalam dan bersiap mengawal kasus ini.

Mereka mendesak pertanggungjawaban dari segala lini, mulai dari pemerintah pusat, Pemkot Bekasi, Badan Gizi Nasional, hingga pengusaha penyedia katering.

​Sebagai langkah konkret, mahasiswa menyatakan akan turun tangan melakukan investigasi mendalam terkait siapa aktor utama di balik perusahaan penyedia layanan dapur MBG di wilayah Kota Bekasi.

​”Dan kami akan investigasi juga, karena tak jarang para pejabat publik yang menjadi pengusaha dapur MBG itu sendiri. Tentu mereka yang sudah meraup untung banyak dari MBG ini harus bertanggung jawab atas kelalaian ini,” tuturnya.

​Tragedi jatuhnya korban jiwa di Bekasi Timur ini harus menjadi peringatan keras bagi pelaksana program.

Jangan sampai program berniat mulia justru membawa nestapa bagi masyarakat kecil akibat bobroknya manajerial operasional di lapangan.

​Bagaimana tanggapan Anda mengenai urgensi evaluasi program Makan Bergizi Gratis di Kota Bekasi? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini. Baca terus informasi tajam dan terpercaya seputar pemerintahan hanya di RakyatBekasi.Com!

Visited 1268 times, 4 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut 1 Muharram 1448 H, RW 015 Bekasi Jaya dan PMI Sukses Gelar Donor Darah
Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah
Karto Jadi Staf Ahli, 3 Open Bidding Kota Bekasi ‘Menggantung’?
Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Disdamkarmat Kota Bekasi Tingkatkan Pengawasan TPA dan TPST
Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini
Jelang Ground Breaking, Pemkot Bekasi Klaim Pembebasan Lahan Utama PSEL Tuntas
​Nasi Cadong dan HP di Lapas Bekasi, Aktivis: Ini Bom Waktu!
Harumkan Bekasi, Bocah Rawalumbu Rebut Mahkota Juara Umum Puteri Anak Jawa Barat 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:35 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, RW 015 Bekasi Jaya dan PMI Sukses Gelar Donor Darah

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:11 WIB

Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah

Senin, 15 Juni 2026 - 13:14 WIB

Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Disdamkarmat Kota Bekasi Tingkatkan Pengawasan TPA dan TPST

Senin, 15 Juni 2026 - 12:29 WIB

Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini

Senin, 15 Juni 2026 - 09:06 WIB

Jelang Ground Breaking, Pemkot Bekasi Klaim Pembebasan Lahan Utama PSEL Tuntas

Berita Terbaru

Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto.

Parlementaria

Komisi I DPRD Kota Bekasi Siap Kawal Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu

Selasa, 16 Jun 2026 - 22:12 WIB

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Parlementaria

Gaji PPPK Ditanggung APBN, APBD Pemkot Bekasi Optimal untuk Warga

Selasa, 16 Jun 2026 - 20:01 WIB

Infografis Pencairan Dana Hibah RW Kota Bekasi 2026. (Nano Banana Pro2)

Bekasi

Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah

Selasa, 16 Jun 2026 - 17:11 WIB

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Opini

Umat Islam Dominan tapi Didominasi, Ada Apa dengan Ormas?

Senin, 15 Jun 2026 - 19:59 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x