Poin Utama:
- Pemasangan palang pintu otomatis di perlintasan sebidang Bulak Kapal ditargetkan rampung dalam dua pekan ke depan.
- Proyek keselamatan ini merupakan kolaborasi langsung antara Ditjen Perkeretaapian Kemenhub RI dan Pemkot Bekasi.
- Merespons rentetan kecelakaan, sebanyak 22 petugas Dishub Kota Bekasi akan menjalani sertifikasi penjagaan perlintasan kereta api.
- Pelatihan khusus petugas dijadwalkan berlangsung pekan depan di STTD atau BPTP.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan perlintasan sebidang di jalur rel kereta api Bulak Kapal akan segera dilengkapi palang pintu otomatis.
Langkah tegas pengamanan jalur maut ini diambil sebagai respons atas tingginya risiko kecelakaan, dengan target pemasangan oleh Kementerian Perhubungan yang diproyeksikan selesai dalam dua pekan ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapan Palang Pintu Otomatis Bulak Kapal Dipasang?
Pemasangan palang pintu otomatis di kawasan Bulak Kapal akan dieksekusi secara langsung oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dalam dua pekan mendatang.
Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menjelaskan bahwa Pemkot Bekasi akan bersinergi penuh membantu kelancaran teknis di lapangan selama proses instalasi berlangsung.
”Langkah perbantuan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah adalah menempatkan plot petugas di lapangan, maupun menyiapkan rambu dan marka jalan. Hal ini agar situasi di lokasi tetap tertib dilintasi oleh para pengendara kendaraan bermotor ketika melintas di sekitar lokasi,” kata Zeno Bachtiar kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kota Bekasi, Kamis (14/05/2026).
Mengapa Penjagaan Perlintasan Sebidang Diperketat?
Pengetatan penjagaan ini merupakan buntut dari insiden kecelakaan fatal yang melibatkan taksi Green SM dan KRL di pelintasan sebidang Jalur Ampera, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur pada akhir April lalu.
Pasca tragedi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta telah lebih dulu memasang palang otomatis di Jalur Ampera.
Sebagai langkah preventif lanjutan, Dishub Kota Bekasi kini telah memploting sejumlah personel khusus untuk mengatur lalu lintas dan mengawasi pergerakan kendaraan di area pelintasan sebidang Jalur Ampera yang padat merayap.
Berapa Petugas Dishub Kota Bekasi yang Dilatih Khusus?
Sebanyak 22 petugas Dishub Kota Bekasi dijadwalkan mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) bersertifikasi untuk menjaga perlintasan sebidang.
Sesuai dengan instruksi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto beberapa waktu lalu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia ini sangat krusial untuk menekan angka kecelakaan di jalur kereta api jarak jauh yang membelah Kota Bekasi.
”Sudah diusulkan, mudah-mudahan dalam pekan depan sudah mulai ada pelatihan yang berlangsung,” ungkap Zeno.
Zeno menambahkan, para petugas tersebut akan digembleng selama kurang lebih sepekan penuh.
Lokasi pelatihan akan difokuskan antara di Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) atau di Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian (BPTP).
”Langkah tersebut merupakan bentuk evaluasi dan pembinaan, dalam melakukan pengawasan Pemerintah Daerah untuk memperbaiki sistem manajemen perlintasan Perkeretaapian di Kota Bekasi pada khususnya,” pungkasnya.
Langkah cepat Pemkot Bekasi dan Kemenhub ini diharapkan mampu menihilkan insiden nahas di area perlintasan sebidang, sekaligus menjamin kenyamanan mobilitas warga.
Bagaimana pendapat Anda tentang pemasangan palang pintu otomatis di Bulak Kapal ini? Bagikan tanggapan Anda di kolom komentar dan baca terus update berita lalu lintas Bekasi lainnya hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















