Poin Utama:
- Hujan deras disertai angin kencang memporak-porandakan wilayah hukum Pemkot Bekasi pada Jumat (01/05/2026) sore.
- BPBD Kota Bekasi mendata 26 titik terdampak yang tersebar di Kecamatan Jatiasih, Pondokmelati, dan Jatisampurna.
- Kerusakan terparah didominasi oleh atap rumah yang roboh akibat tertimpa pohon tumbang dengan nilai kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
- Seluruh titik bencana kini berstatus aman terkendali usai BPBD menyalurkan logistik dan bantuan terpal darurat.
Hujan deras yang diiringi hembusan angin kencang memporak-porandakan sejumlah wilayah di Kota Bekasi pada Jumat (01/05/2026) sore.
Imbasnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat puluhan titik mengalami kerusakan fisik cukup parah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wilayah terparah yang menjadi bulan-bulanan amukan cuaca ekstrem ini mencakup area Kecamatan Jatiasih, Pondokmelati, dan Jatisampurna.
Apa Saja Dampak Kerusakan Akibat Angin Kencang di Bekasi?
Cuaca ekstrem tersebut menyisakan kerugian material yang tidak sedikit bagi warga. Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bekasi, Wiratma Puspita, merinci bahwa mayoritas kerugian fisik berupa atap rumah warga yang jebol serta pohon tumbang yang menimpa infrastruktur.
“Angin kencang terjadi di beberapa wilayah, terutama di Kecamatan Jatiasih, Pondokmelati, dan Jatisampurna. Dampaknya berupa atap rumah rusak hingga pohon tumbang,” kata Wiratma Puspita kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (02/05/2026).
Berapa Banyak Titik Terdampak di Jatiasih, Pondokmelati, dan Jatisampurna?
Berdasarkan hasil asesmen cepat dari tim di lapangan, total terdapat 26 titik kerusakan yang tersebar di tiga kecamatan.
Proses evakuasi material dan pendataan terus digencarkan untuk memastikan tidak ada korban jiwa.
Berikut adalah rincian tingkat keparahan di masing-masing wilayah terdampak:
- Kecamatan Jatiasih: Menjadi wilayah terparah dengan 14 titik terdampak. Salah satu insiden terbesar terjadi di Jalan H. Abdul Rozak, Kelurahan Jatiluhur, di mana atap sebuah bangunan roboh tertimpa pohon tumbang (kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta). Kerusakan serupa terjadi di Jalan H. Armin dan Kampung Cakung, Kelurahan Jatisari, yang memicu kerugian belasan juta rupiah.
- Kecamatan Pondokmelati: Tercatat tujuh titik kerusakan yang seluruhnya berpusat di Kelurahan Jatimurni. Sebagian besar rumah warga kehilangan atap, termasuk di Gang Sadar yang memicu kerugian hingga Rp20 juta.
- Kecamatan Jatisampurna: Lima titik dilaporkan hancur di sekitar Kelurahan Jatirangon dan Jatiraden. Nominal kerugian material yang diderita warga bervariasi dengan titik tertinggi menyentuh angka Rp40 juta.
Bagaimana Respons dan Penanganan BPBD Kota Bekasi?
Merespons situasi darurat, petugas BPBD bergerak cepat ke seluruh lokasi bencana untuk melakukan pembersihan puing material dan menyalurkan bantuan logistik mendesak berupa terpal kepada warga terdampak. Hingga Sabtu (02/05/2026) pagi, seluruh wilayah dikonfirmasi telah aman dari sisa-sisa reruntuhan.
“Seluruh lokasi sudah kami tangani. Saat ini kondisi sudah aman dan terkendali. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi,” tegas Wiratma.
Kondisi cuaca ekstrem yang fluktuatif diprediksi masih mengintai wilayah penyangga Ibu Kota. Masyarakat diimbau untuk segera menjauhi area pohon rindang yang rawan tumbang dan rutin memeriksa kelayakan struktur bangunan demi menghindari risiko susulan.
Pantau terus informasi terkini terkait kebijakan Pemkot Bekasi dan layanan publik lainnya hanya di RakyatBekasi.com. Punya keluhan atau informasi mengenai kerusakan fasilitas umum di lingkungan Anda? Jangan ragu untuk tinggalkan komentar di bawah atau bagikan tautan berita ini untuk meningkatkan kewaspadaan warga lainnya!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















