Poin Utama:
- Total korban jiwa insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 16 orang.
- Sebanyak 17 pasien korban kecelakaan masih menjalani rawat inap intensif di RSUD Chasbullah Abdul Majid (CAM) Kota Bekasi per Jumat (01/05/2026).
- Satu korban tabrakan dilaporkan berangsur pulih dan telah diizinkan pulang pasca-penanganan di Ruang IGD.
- Sebagian pasien luka berat telah dirujuk ke RS Siloam, RS Primaya Bekasi Barat, dan Eka Hospital untuk penanganan medis lanjutan.
Tragedi tabrakan maut yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi-Jakarta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/04/2026) malam masih menyisakan duka mendalam.
Hingga Jumat (01/05/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui RSUD Chasbullah Abdul Majid (CAM) mencatat 17 korban masih terbaring lemah menjalani perawatan intensif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nahasnya, jumlah korban jiwa akibat insiden mematikan tersebut bertambah menjadi 16 orang setelah satu pasien berstatus kritis menghembuskan napas terakhirnya di ruang ICU.
Berapa Jumlah Korban Jiwa Tabrakan KA di Stasiun Bekasi Timur?
Jumlah korban jiwa akibat kecelakaan fatal KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur kini resmi menyentuh angka 16 orang.
Korban terakhir yang dinyatakan meninggal dunia adalah Mia Citra (25) pada Rabu (29/04/2026), setelah tim medis berupaya maksimal menanganinya di ruang ICU RSUD CAM.
”Hari ini, per hari ini, pasien yang dirawat di kami adalah ada 22. Satu baru datang tadi di IGD gitu. 22 ini, yang di ICU ada tiga dan, qadarullah, satu baru saja meninggal,” kata Direktur Utama RSUD CAM Ellya Niken Prastiwi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di RSUD CAM Kota Bekasi, Rabu (29/04/2026).
Sebagai bentuk transparansi informasi publik, berikut adalah daftar nama ke-16 korban meninggal dunia yang tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan:
- RS Polri Kramat Jati: Tutik Anitasari (31), Harum Anjasari (27), Nur Alimantun Citra Lestari (19), Farida Utami (50), Vica Acnia Fratiwi (23), Ida Nuraida (48), Gita Septia Wardany (20), Fatmawati Rahmayani (29), Arinjani Novita Sari (25), Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32).
- RSUD Kota Bekasi: Nuryati (41), Nurlaela (39), Enggar Retno Krisjayanti (35), Mia Citra (25).
- RS Bella Bekasi: Ristuti Tustirahato.
- RS Mitra Keluarga Bekasi Timur: Adelia Rifani.
Bagaimana Kondisi Terkini Korban Luka di RSUD CAM Kota Bekasi?
Sebanyak 17 pasien korban tabrakan kereta api saat ini masih menjalani perawatan inap secara intensif di berbagai ruangan RSUD CAM Kota Bekasi.
Di tengah kabar duka, satu pasien membawa angin segar karena dilaporkan telah pulih dan diizinkan pulang ke rumah usai menerima tindakan cepat di Ruang IGD.
”Dengan jumlah pasien yang Rawat Inap sebanyak 17 Pasien. Terdiri dari Ruangan Anyelir 2 Pasien, Ruangan Seruni 11 Pasien, Ruangan Bougenville 2 Pasien dan Ruangan Sakura 2 Pasien,” kata Humas RSUD CAM Yeyet kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Jumat (01/05/2026).
Lebih lanjut, pasien dengan indikasi medis khusus yang membutuhkan alat penunjang ekstra langsung dirujuk ke rumah sakit swasta di sekitar wilayah Bekasi.
Tercatat, satu pasien dilarikan ke RS Siloam Bekasi, sementara dua pasien lainnya dialihkan ke RS Primaya Bekasi Barat dan Eka Hospital untuk memastikan keselamatan nyawa korban.
Pemkot Bekasi bersama Wali Kota Bekasi secara tegas menginstruksikan seluruh jajaran kesehatan untuk memberikan pelayanan maksimal hingga seluruh korban pulih sepenuhnya.
Evaluasi sistem keselamatan di area Stasiun Bekasi Timur kini menjadi sorotan tajam publik dan menuntut pertanggungjawaban serius dari pihak terkait.
Terus pantau pembaruan investigasi kecelakaan dan penanganan korban tabrakan KA Bekasi Timur secara akurat dan tajam hanya di RakyatBekasi.Com.
Bagikan artikel ini untuk menyebarkan informasi tepercaya, dan sampaikan pandangan Anda terkait tragedi ini di kolom komentar!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















