Banjir Rendam 9 Kecamatan di Kota Bekasi, Ketinggian Air Capai 150 Cm

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BPBD Kota Bekasi saat melakukan evakuasi lansia di Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, di tengah banjir yang melanda sejak Jumat (23/01/2026).

Petugas BPBD Kota Bekasi saat melakukan evakuasi lansia di Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur, di tengah banjir yang melanda sejak Jumat (23/01/2026).

Poin Utama:

  • Wilayah Terdampak: Banjir melanda 9 kecamatan, termasuk Rawalumbu, Pondokgede, Jatiasih, dan Bekasi Barat.
  • Ketinggian Air: Bervariasi mulai 20 cm hingga 150 cm (terparah di Perumahan Jatibening Permai).
  • Dampak Kerusakan: Dilaporkan adanya atap rumah roboh di Bekasi Utara dan pohon tumbang di Pekayon Jaya.
  • Pengungsian: Posko aktif tersebar di Medan Satria, Bekasi Timur, dan Bekasi Barat menampung ratusan jiwa.

​Hujan deras yang mengguyur wilayah aglomerasi sejak Kamis (22/01) mengakibatkan banjir meluas di 9 kecamatan di Kota Bekasi, Jumat (23/01/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat ketinggian air di permukiman warga bervariasi, dengan titik terparah mencapai 1,5 meter di Kecamatan Pondokgede.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Di Mana Saja Titik Banjir Terparah di Kota Bekasi?

​Berdasarkan data yang dihimpun BPBD hingga pukul 10.30 WIB, banjir merendam permukiman di Kecamatan Rawalumbu, Pondokgede, Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Mustikajaya, Bekasi Barat, Bekasi Timur, dan Medan Satria.

​Ketinggian air yang cukup ekstrem terpantau di beberapa lokasi perumahan padat penduduk, antara lain:

  • Kecamatan Pondok Gede: Perumahan Jatibening Permai (± 150 cm) dan Essence Park (± 70 cm).
  • Kecamatan Bekasi Barat: Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (20-100 cm) dan Perumnas RW 006 (70-80 cm).
  • Kecamatan Jatiasih: Perumahan Dosen IKIP (± 70 cm).
  • Kecamatan Rawalumbu: Perumahan Bumi Bekasi Utara (50-70 cm).

​”Dengan ketinggian air turut bervariatif yakni berkisar dari 20 hingga 100 cm berdasarkan laporan petugas di lapangan,” kata Plt Kepala BPBD Kota Bekasi, Iman Setia Gunawan, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Jumat (23/01/2026).

​Bagaimana Kondisi Pengungsian dan Evakuasi Warga?

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui BPBD telah mendirikan posko pengungsian di empat lokasi strategis untuk menampung warga, yakni di Kecamatan Bekasi Selatan, Bekasi Utara, Bekasi Timur, dan Medan Satria.

​Di Kecamatan Bekasi Timur, tim evakuasi berhasil menyelamatkan dua lansia, Terina (59) dan Suharti (70), di Jalan Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya.

Sementara itu, konsentrasi pengungsi cukup besar terlihat di Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat, dengan jumlah mencapai 60 KK atau sekitar 120 jiwa yang mengungsi di RT 002/001.

​Iman menegaskan bahwa langkah ini diambil agar masyarakat terhindar dari potensi bahaya jika ketinggian air terus meningkat.

​Adakah Kerusakan Bangunan Akibat Cuaca Ekstrem Ini?

​Selain genangan air, cuaca ekstrem juga memicu kerusakan fisik di sejumlah titik. BPBD Kota Bekasi melaporkan adanya insiden atap rumah roboh di Kali Abang Rorotan, Kecamatan Bekasi Utara, serta di RT 003/005 Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Medan Satria. Selain itu, sebuah pohon tumbang dilaporkan terjadi di RT 006/005, Kelurahan Pekayon Jaya, Bekasi Selatan.

​Hingga berita ini diturunkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Bekasi masih terus melakukan asesmen dan pemantauan di lokasi.

Masyarakat diimbau untuk tidak membiarkan anak-anak bermain di area banjir dan menghindari melintasi genangan yang dalam.

Butuh Bantuan Darurat?

Jika Anda membutuhkan evakuasi atau melihat kondisi darurat (pohon tumbang/tanggul jebol), segera hubungi Call Center 112 (bebas pulsa) atau pantau informasi resmi dari Pemkot Bekasi.

Visited 194 times, 3 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspadai Dampak Kemarau Kering, BPBD Kota Bekasi Imbau Warga Tak Boros Air
Pemkot Bekasi Jamin Kejelasan Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu, Skema Pengangkatan Dikebut Tahun Ini
6.000 LGBT di Kota Bekasi: MUI Desak Pemkot Bertindak Tegas
PSEL Sumurbatu Masuk Tahap Realisasi, Ground Breaking Dijadwalkan 8 Juli 2026
Tegas! Pemkot Bekasi Larang ASN Ngonten di Jam Kerja Pakai Atribut Dinas
Ancaman Kemarau Ekstrem, Pemkot Bekasi Petakan Titik Kritis Rawan Kekeringan
Gaji PPPK Diambil Alih Pusat, APBD Kota Bekasi Bernapas Lega
Aplikasi Pendekar Bhagasasi Resmi Rilis, Permudah Pelanggan Cek Pemakaian Air
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

1 Comment

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:00 WIB

Waspadai Dampak Kemarau Kering, BPBD Kota Bekasi Imbau Warga Tak Boros Air

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:46 WIB

Pemkot Bekasi Jamin Kejelasan Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu, Skema Pengangkatan Dikebut Tahun Ini

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:30 WIB

6.000 LGBT di Kota Bekasi: MUI Desak Pemkot Bertindak Tegas

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:08 WIB

PSEL Sumurbatu Masuk Tahap Realisasi, Ground Breaking Dijadwalkan 8 Juli 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:08 WIB

Tegas! Pemkot Bekasi Larang ASN Ngonten di Jam Kerja Pakai Atribut Dinas

Berita Terbaru

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, bersama Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, dan jajaran pejabat terkait memamerkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) berpredikat WTP usai prosesi penyerahan di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (09/06/2026).

Parlementaria

Pemkot Bekasi Sabet WTP BPK Jabar, Bukti APBD Makin Sehat!

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:42 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x