Poin Utama:
- Nilai ekonomi dari pengelolaan Bank Sampah se-Kota Bekasi melonjak drastis hingga tembus Rp 2,5 miliar sepanjang tahun 2025.
- Volume sampah yang berhasil dikelola mencapai lebih dari 990 ton, meningkat sekitar 50 persen dari pencapaian tahun sebelumnya.
- Ironisnya, dari total 1.020 RW di Kota Bekasi, baru 613 Bank Sampah yang aktif menimbang dan melaporkan datanya.
- Lebih dari 400 titik Bank Sampah disinyalir pasif atau belum tertib administrasi, memicu perlunya evaluasi ketat dari Pemkot Bekasi.
Kinerja pengelolaan limbah di bawah pembinaan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mencatatkan angka yang cukup fantastis.
Sepanjang tahun 2025, Bank Sampah Induk Patriot (BSIP) Kota Bekasi sukses membukukan perputaran ekonomi hingga Rp 2,5 miliar dari hasil penjualan sampah bernilai guna.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kendati angkanya meroket drastis, ironisnya capaian ini belum merata karena masih ada ratusan Bank Sampah di tingkat Rukun Warga (RW) yang terindikasi pasif, mandek, dan belum tertib administrasi pelaporan.
Berapa Nilai Ekonomi Bank Sampah di Kota Bekasi Tahun 2025?
Nilai perputaran ekonomi yang dihasilkan dari pengelolaan seluruh Bank Sampah se-Kota Bekasi sepanjang tahun 2025 menyentuh angka Rp 2,5 miliar.
Capaian ini diklaim melonjak tajam jika dikomparasikan dengan tahun 2024 yang hanya bertengger di kisaran Rp 1,6 miliar.
”Dampak nilai ekonominya, ketika sampah dikelola oleh Bank Sampah, lalu masyarakat mendapatkan nilai ekonomi sebesar itu di Tahun 2025,” kata Direktur BSIP Mulyanto Diharjo kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (29/04/2026).
Bagaimana Volume Pengelolaan Sampah di Kota Bekasi Saat Ini?
Volume pengolahan buangan limbah oleh jaringan Bank Sampah juga mencatatkan tren positif. Sepanjang tahun lalu, total sampah yang berhasil direduksi dan dikelola oleh masyarakat mencapai 990 ton, meningkat signifikan hingga 50 persen.
Berikut adalah rincian data peningkatan volume sampah yang dikelola:
- Total Sampah Terkelola: 990 ton (meningkat dari sebelumnya 635 ton).
- Sampah Anorganik: 180 ton (meningkat dari sebelumnya 145 ton).
- Sampah Organik: Dikelola secara khusus memanfaatkan metode budidaya maggot untuk mengurai sisa makanan.
Berapa Jumlah Bank Sampah yang Aktif di Kota Bekasi?
Meski berhasil mencetak omzet miliaran rupiah, tingkat partisipasi aktif Bank Sampah di setiap kewilayahan rupanya masih menjadi sorotan serius.
Dari total 1.020 RW yang tersebar di Kota Bekasi, baru sekitar 613 Bank Sampah yang secara administratif tercatat aktif menimbang dan melaporkan datanya hingga akhir 2025 lalu.
”Lalu kemudian dengan total itu masih ada kurang lebih 400-an Bank Sampah yang indikasinya belum melakukan aktivitas, tapi yang melakukan aktivitas sebelum melakukan penimbangan indikasinya cukup kuat,” kata Mulyanto.
Apa Solusi Pemkot Bekasi untuk Bank Sampah yang Mandek?
Menanggapi ratusan titik yang terindikasi mati suri, pihak BSIP berkomitmen untuk kembali menggencarkan sidak dan sosialisasi ke tingkat pengurus RT dan RW.
Evaluasi ini sangat krusial agar warga menyadari vitalnya pelaporan data harian guna mengukur efektivitas pengurangan volume sampah sebelum berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu.
”Utamanya terkait bagaimana untuk mendata bahwa Bank Sampah itu sudah melakukan aktivitas dan pengurangan sampah sesuai dengan hasil penimbangan mereka,” kata Mulyanto.
Tingginya perputaran uang dari sektor kebersihan ini menjadi bukti konkret bahwa sampah dapat disulap menjadi cuan bernilai fantastis jika dikelola secara profesional.
Intervensi dan ketegasan dari Wali Kota Bekasi beserta jajaran Pemkot Bekasi tentu sangat ditunggu agar pembinaan Bank Sampah berjalan merata, bukan sekadar pelengkap program seremonial belaka.
Bagaimana kondisi Bank Sampah di lingkungan RW Anda saat ini? Apakah sudah produktif mendulang rupiah atau justru terbengkalai tanpa aktivitas?
Sampaikan opini kritis Anda di kolom komentar, dan sebarkan artikel ini ke grup WhatsApp warga! Pantau terus update berita tajam seputar kebijakan Pemkot Bekasi lainnya hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















selain bebas macet, juga tidak adalagi kecelakaan maut yang disebabkan karena melintasi rel kereta api