Poin Utama:
- Target Waktu: Inspeksi mulai digencarkan sejak pekan kedua Maret 2026 hingga menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
- Lokasi Pengawasan: Supermarket ritel modern, pasar tradisional, hingga penjual parsel musiman di pinggir jalan raya se-Kota Bekasi.
- Fokus Pemeriksaan: Pengecekan masa kedaluwarsa, pemalsuan label, uji sampling bakteri, serta kelayakan fisik kemasan.
- Kolaborasi Instansi: Dinkes bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP), Badan Pangan Nasional, dan Puskesmas kewilayahan.
BEKASI – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, tradisi saling berkirim bingkisan atau parsel Lebaran mulai marak di tengah masyarakat. Guna mengantisipasi peredaran produk yang tidak layak, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi secara masif melakukan pengawasan ketat terhadap makanan dan minuman yang dikemas dalam parsel.
Langkah preventif ini diambil demi memastikan seluruh produk yang dibeli dan dikonsumsi oleh masyarakat terjamin keamanan, kelayakan, dan higienitasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sidak Menyeluruh Sejak Awal Bulan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengungkapkan bahwa inspeksi mendadak (sidak) telah digencarkan sejak sepekan terakhir. Pemeriksaan menyasar berbagai titik niaga sentral di kota ini.
”Kita melakukan pemeriksaan karena Dinkes berkewajiban menjamin bahwa produk-produk makanan yang beredar memiliki izin edar yang sah. Jadi, menjelang Idul Fitri ini, kami turun langsung melakukan pemeriksaan ke pasar tradisional dan supermarket,” ujar Satia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/03/2026).
Fokus Uji Kedaluwarsa dan Kandungan Bakteri
Dalam pelaksanaannya, petugas di lapangan tidak sekadar melihat kemasan secara kasatmata. Tim Dinkes mengecek sejumlah aspek krusial secara detail, mulai dari masa kedaluwarsa produk hingga pengujian sampling untuk mendeteksi potensi kandungan bakteri berbahaya.
Perhatian khusus diberikan pada produk makanan dalam parsel yang sudah dibungkus rapat dengan plastik pelindung.
Petugas sangat mewaspadai taktik oknum pedagang nakal yang kerap memalsukan label tanggal kedaluwarsa demi meraup untung dari stok lama.
”Untuk makanan kemasan parsel, kita lebih memfokuskan pemantauan terhadap indikasi pemalsuan masa kedaluwarsa. Kami juga memeriksa secara fisik, apakah ada perubahan warna maupun bau yang menyimpang dari makanan tersebut,” tegas Satia.
Kolaborasi Lintas Instansi hingga Tingkat Puskesmas
Mengingat luasnya jangkauan peredaran parsel, Dinkes Kota Bekasi tidak bekerja sendirian. Operasi pengawasan ini melibatkan kolaborasi sinergis dengan berbagai pemangku kepentingan.
”Pengawasan ini tidak kami lakukan secara mandiri. Kami bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait, di antaranya rekan-rekan dari DKPPP (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) serta Badan Pangan Nasional,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada pusat perbelanjaan berskala besar, Dinkes juga memantau para pedagang parsel musiman yang banyak bermunculan di pinggir jalan raya.
Pemantauan di sektor ini diperkuat dengan mengerahkan tenaga kesehatan dari setiap Puskesmas di tingkat kewilayahan agar lebih tepat sasaran.
Melalui pengawasan berlapis ini, Pemkot Bekasi berharap masyarakat merasa lebih tenang dan aman saat membeli parsel Lebaran, serta terhindar dari ancaman gangguan pencernaan atau masalah kesehatan lainnya akibat mengonsumsi produk kedaluwarsa.
Pastikan Anda selalu menjadi konsumen cerdas dengan mengecek tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan sebelum membeli parsel Lebaran! Bagikan informasi penting ini kepada keluarga dan kerabat agar lebih waspada saat berbelanja.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















