BPBD petakan Bekasi Utara dan Bantargebang sebagai wilayah paling rawan Kekeringan

- Jurnalis

Senin, 4 Agustus 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antisipasi kekeringan, BPBD petakan Bekasi Utara dan Bantargebang sebagai wilayah paling rawan di Kota Bekasi.

Antisipasi kekeringan, BPBD petakan Bekasi Utara dan Bantargebang sebagai wilayah paling rawan di Kota Bekasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mulai melakukan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau. Meskipun kondisi saat ini masih relatif aman, BPBD telah memetakan dua kecamatan, yaitu Bekasi Utara dan Bantargebang, sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan paling tinggi terhadap krisis air bersih.

Pemetaan ini menjadi dasar bagi BPBD untuk menyusun strategi mitigasi dan kesiapsiagaan guna meminimalkan dampak jika terjadi kemarau panjang.

Kondisi Terkini dan Pengaruh Kemarau Basah

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso, menyatakan bahwa saat ini Kota Bekasi masih dalam kondisi terkendali dari ancaman kekeringan. Hal ini dipengaruhi oleh fenomena kemarau basah, di mana hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih turun secara sporadis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, untuk saat ini Kota Bekasi masih aman dari kondisi kekeringan. Fokus kami masih pada pemantauan cuaca kemarau basah yang sedang berlangsung,” ujar Priadi kepada rakyatbekasi.com saat dikonfirmasi pada Senin (04/08/2025).

Ia menambahkan bahwa berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan masih diperkirakan akan turun di beberapa wilayah Jabodetabek dalam beberapa waktu ke depan, sehingga cadangan air tanah masih terjaga.

Fokus Pemetaan di Wilayah Rawan Kekeringan

Meskipun kondisi saat ini aman, BPBD tetap waspada dengan melakukan pemetaan wilayah rentan. Kecamatan Bekasi Utara dan Bantargebang menjadi sorotan utama berdasarkan analisis dan evaluasi dari kejadian kekeringan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Berdasarkan analisis di lapangan, Kecamatan Bekasi Utara dan Bantargebang adalah wilayah yang paling rentan terdampak jika musim kemarau ekstrem melanda,” papar Priadi.

Kerawanan di dua wilayah ini umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Keterbatasan akses jaringan air bersih perpipaan (PDAM).
  • Tingginya ketergantungan warga pada sumber air tanah dangkal.
  • Kondisi geografis dan kepadatan penduduk yang tinggi.

Langkah Antisipasi dan Kesiapsiagaan BPBD

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kota Bekasi tidak hanya berhenti pada pemetaan. Sejumlah langkah konkret tengah disiapkan untuk menghadapi skenario terburuk, di antaranya:

  • Koordinasi Lintas Sektor: Bekerja sama dengan instansi terkait seperti PDAM Tirta Bhagasasi dan Dinas Sosial untuk memastikan respons yang terintegrasi.
  • Penyiapan Armada: Menyiagakan armada mobil tangki untuk distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
  • Edukasi Masyarakat: Mengimbau warga, terutama di daerah rawan, untuk mulai bijak dalam menggunakan air dan memperbaiki atau memperdalam sumur resapan.

“Kami terus memantau perkembangan situasi dan siap melakukan intervensi jika ada laporan dari masyarakat mengenai kesulitan air bersih,” tutup Priadi.

Meskipun hujan masih turun, bijak menggunakan air adalah langkah antisipasi terbaik yang bisa kita lakukan. Mari mulai hemat air dari rumah kita masing-masing untuk menjaga ketersediaan air di masa mendatang.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imbas Maut TPST Bantargebang, Pemkot Bekasi Kaji Risiko Longsor TPA Sumurbatu, Panik?
TPU Perwira Tersisa 3.000 M², Pemkot Bekasi Siapkan 30 Hektar Lahan Makam Baru di Bantargebang
Awas Cuaca Ekstrem! Ini Strategi Jitu Wali Kota Bekasi Hadapi Ancaman ‘Godzilla El Nino’ 2026
Bekasi Darurat Sampah? Wali Kota Tri Adhianto Mendadak Nyapu dan Tanam Pohon
Kucurkan Rp700 M, Bank BJB Janji Berantas Rumah Kumuh di Jawa Barat dan Bekasi!
Kreator Video Terancam Bui, Gekrafs Kota Bekasi Lawan Balik!
Pelayanan Publik Kota Bekasi Tembus 6 Besar Nasional, Tri Adhianto Bilang Begini
Dana Transfer Dipangkas Rp234 Miliar, Begini Strategi Darurat Pemkot Bekasi Selamatkan APBD 2026

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:43 WIB

Imbas Maut TPST Bantargebang, Pemkot Bekasi Kaji Risiko Longsor TPA Sumurbatu, Panik?

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:00 WIB

TPU Perwira Tersisa 3.000 M², Pemkot Bekasi Siapkan 30 Hektar Lahan Makam Baru di Bantargebang

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:33 WIB

Awas Cuaca Ekstrem! Ini Strategi Jitu Wali Kota Bekasi Hadapi Ancaman ‘Godzilla El Nino’ 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 01:19 WIB

Kucurkan Rp700 M, Bank BJB Janji Berantas Rumah Kumuh di Jawa Barat dan Bekasi!

Senin, 30 Maret 2026 - 22:24 WIB

Kreator Video Terancam Bui, Gekrafs Kota Bekasi Lawan Balik!

Berita Terbaru

Mas Tri bersama ratusan pencinta sepeda ontel gowes bareng dari Bundaran Summarecon Bekasi hingga ke Lapangan Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Sabtu (09/06/2024).

Parlementaria

Jangan Cuma Kasih Wacana! Wali Kota Bekasi Ditantang Bike to Work

Selasa, 31 Mar 2026 - 13:06 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca