Pemkot Bekasi Pastikan Tak Ada Dana Mengendap di Rekening Kas Umum Daerah

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Wali Kota Bekasi.

Kantor Wali Kota Bekasi.

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memberikan penjelasan resmi terkait saldo kas daerah di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) yang mencapai Rp 1,7 Triliun. Pihak Pemkot memastikan tidak ada dana yang mengendap atau ‘diparkir’, meskipun realisasi belanja daerah diakui mengalami perlambatan.

​Pemkot Bekasi menegaskan telah meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaksimalkan percepatan belanja daerah di sisa akhir tahun anggaran.

​BPKAD: Saldo Rp 1,7 T Sudah Teralokasi

​Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Anggaran dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Yudianto, menegaskan bahwa saldo besar di RKUD tersebut bukanlah dana diam yang tidak terpakai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Saat ini tidak ada dana yang mengendap,” ujar Yudianto kepada Jurnalis rakyatbekasi.com, Jumat (24/10/2025).

​Ia merinci, posisi saldo tersebut merupakan potret sesaat pada tanggal tertentu.

“Pasalnya per tanggal (22/10), jumlah saldo milik Pemerintah Daerah sebesar Rp 1,7 Triliun. Dari jumlah tersebut, merupakan dana yang sudah dialokasikan untuk kegiatan yang sudah direncanakan dan sedang berjalan pada Tahun Anggaran 2025,” ucap dia.

​Realisasi Belanja 50,70% Jadi Penyebab Saldo Tinggi

​Yudianto tidak menampik bahwa tingginya saldo kas saat ini disebabkan oleh realisasi belanja yang lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu.

​”Berdasarkan laporan pada Minggu ketiga bulan Oktober 2025, mengenai realisasi Belanja APBD Kota Bekasi telah mencapai di angka 50,70 persen,” jelasnya.

​”Yang secara total mengalami penurunan dibandingkan dengan realisasi Belanja APBD tahun yang lalu, sehingga menyebabkan jumlah uang di RKUD Kota Bekasi sampai dengan minggu ketiga bulan Oktober 2025 mengalami kenaikan,” terangnya.

​Meski demikian, ia berkomitmen untuk terus mendorong percepatan. “Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen melakukan upaya percepatan pelaksanaan anggaran, terutama untuk kegiatan yang bersifat prioritas dan mendesak, serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.

​Sekda Junaedi: Tidak Ada Uang Diparkir di Deposito

​Penegasan serupa disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Junaedi. Ia secara spesifik membantah isu bahwa Pemkot Bekasi menyimpan uang daerah dalam bentuk deposito perbankan untuk mencari keuntungan.

​”Tidak ada yang mengendap. Tidak ada simpanan uang yang disimpan dalam bentuk deposito pada keuangan milik Pemerintah Kota Bekasi,” tuturnya.

​Penempatan Deposito Berisiko

​Junaedi merincikan, seluruh dana di RKUD bersifat likuid dan siap untuk dibelanjakan sesuai alokasi yang telah ditetapkan.

​Ia juga menegaskan bahwa keputusan untuk menyimpan uang pemerintah daerah dalam bentuk deposito tidak bisa dilakukan sembarangan dan memiliki risiko tersendiri.

​”Deposito itu terukur, tidak sembarangan,” tambahnya.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Negara Rugi Rp2 Triliun, Kejagung Terus Geledah Titik Baru Kasus Korupsi KSO PT Migas Kota Bekasi
Wali Kota Tri Adhianto Pastikan Pemkot Bekasi Kooperatif dan Layanan Publik Normal
Digeledah Kejagung Usut Korupsi KSO PT Migas, Pemkot Bekasi Jamin Pelayanan Publik Tak Terganggu
Digeledah Kejagung RI Terkait Korupsi KSO PT Migas, Pemkot Bekasi Janji Kooperatif Serahkan Dokumen
Menakar Isu Nepotisme Calon Sekda Kota Bekasi, YAMSI Bela Keras Adik Ipar Tri Adhianto
Kejagung RI Geledah Pemkot Bekasi, Makota Sesalkan Bau Sampah Kini Ditambah Busuknya Kasus Korupsi
Detiya Agus Sandi Bidik Kursi Ketua Karang Taruna Rawalumbu, Bawa Visi Besar Berdayakan Pemuda Bekasi
Bukan di Masjid, Wali Kota Bekasi Pilih Pasar Baru untuk Maulid Nabi: Ada Pesan Ekonomi Terselubung?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 15:34 WIB

Negara Rugi Rp2 Triliun, Kejagung Terus Geledah Titik Baru Kasus Korupsi KSO PT Migas Kota Bekasi

Jumat, 18 September 2026 - 15:13 WIB

Wali Kota Tri Adhianto Pastikan Pemkot Bekasi Kooperatif dan Layanan Publik Normal

Jumat, 18 September 2026 - 14:28 WIB

Digeledah Kejagung Usut Korupsi KSO PT Migas, Pemkot Bekasi Jamin Pelayanan Publik Tak Terganggu

Jumat, 18 September 2026 - 14:08 WIB

Digeledah Kejagung RI Terkait Korupsi KSO PT Migas, Pemkot Bekasi Janji Kooperatif Serahkan Dokumen

Jumat, 18 September 2026 - 00:53 WIB

Kejagung RI Geledah Pemkot Bekasi, Makota Sesalkan Bau Sampah Kini Ditambah Busuknya Kasus Korupsi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x