Menkeu Purbaya Soroti Jual Beli Jabatan di Bekasi, Wali Kota Tri Adhianto: “Biar Masyarakat yang Menilai”

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

BEKASI — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menepis tudingan yang menyebutkan bahwa di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi masih terjadi praktik jual beli jabatan.

Tanggapan ini disampaikan menyusul pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menyoroti Bekasi sebagai salah satu daerah yang rawan praktik penyelewengan kekuasaan tersebut.

​Tri Adhianto memberikan responsnya saat ditemui oleh awak media usai mengikuti Giat Senam Sparco bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di Stadion Patriot Candrabhaga, Selasa (21/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Latar Belakang: Sorotan Menkeu Berdasarkan Data KPK dan SPI

Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti maraknya kasus penyelewengan di daerah berdasarkan data dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam tiga tahun terakhir.

Ia menegaskan bahwa praktik koruptif seperti jual beli jabatan di Bekasi, gratifikasi, dan intervensi pengadaan barang/jasa menunjukkan reformasi tata kelola di pemerintah daerah (Pemda) belum berjalan optimal.

Pernyataan Menkeu didukung oleh hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024, yang menunjukkan skor integritas nasional baru mencapai 71,53, masih di bawah target 74.

Menurutnya, sebagian besar Pemda masuk dalam kategori rentan atau zona merah.

​”Berdasarkan catatan KPK, terdapat beberapa sumber kasus penyelewengan di daerah, di antaranya jual-beli jabatan, gratifikasi, hingga intervensi pengadaan. Apabila tidak ada perbaikan, semua program pembangunan dapat terhambat,” ujar Purbaya.

​Meskipun tidak merinci apakah yang dimaksud adalah Pemerintah Kota atau Kabupaten Bekasi, sorotan ini memicu respons dari kepala daerah.

Jawaban Wali Kota Bekasi: Menepis dan Serahkan ke Publik

​Saat dikonfirmasi mengenai tudingan tersebut, Wali Kota Tri Adhianto memilih untuk tidak banyak berkomentar dan menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat.

“Ada enggak suara di Kota Bekasi yang jual beli jabatan? Sekarang Anda merasakan nggak? Dengar nggak?” jawab Tri dengan pertanyaan balik.

“Lebih baik masyarakat yang menilai. Kalau saya yang ngomong, pasti mencari kecap nomor satu,” sambungnya diplomatis.

Klaim Proses Seleksi Terbuka dan Transparan

Tri Adhianto menegaskan bahwa proses seleksi dan penempatan pejabat di lingkungan Pemkot Bekasi telah dilakukan melalui mekanisme yang akuntabel.

Ia mencontohkan pelaksanaan open bidding (lelang jabatan terbuka) untuk posisi Eselon II dan jajaran direksi BUMD.

​”Pada saat kita melakukan assessment terkait perputaran (jabatan) yang dilakukan di Eselon II, itu sudah selesai. Saya kira juga kita sajikan dengan data dan administrasi dengan progres yang sama,” tuturnya.

​Ia menambahkan, proses seleksi tersebut bahkan melibatkan tim penilai dari Mabes Polri untuk memastikan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) berjalan objektif.

Janjikan Sanksi Tegas dan Ganti Rugi Pungli

Sebagai bentuk komitmennya, Tri Adhianto melontarkan janji tegas untuk memberantas praktik pungutan liar (pungli).

Ia bahkan siap memberikan ganti rugi jika ada warga yang menjadi korban.

​”Jadi saya kira rasanya jauh dari itulah. Apalagi sudah saya sampaikan, kalau memang ada pungli yang dilakukan oleh aparatur Pemerintah Kota Bekasi, saya ganti biayanya dua kali lipat. Kemudian oknum itu akan kita proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai isu jual beli jabatan ini? Percayakah Anda dengan mekanisme seleksi yang ada saat ini? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pisah Sambut Kapolres Metro Bekasi Kota, Wali Kota Bekasi Optimistis Sinergi Makin Solid
Darurat! Penutupan TPST Bantargebang Mandek Demi Kompensasi?
Gantikan Sulvia Triana, Diana Wahyu Widyanti Resmi Jabat Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bekasi
Kamera Pengawas Publik di Rawalumbu Terhalang Kabel, Pemantauan Lalu Lintas Terganggu
Seleksi Persipasi U-17: 220 Pemain Muda Berebut 25 Posisi Utama
Kejar Cashback 100% di Pakuwon Mall Bekasi, Begini Caranya!
Alfamidi Bagi 6 Ribu Telur Cegah Stunting Berlanjut di Kabupaten Bekasi
Peras Sopir Truk Jutaan Rupiah: 5 Oknum Petugas Dishub Kota Bekasi Resmi Dipecat!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Pisah Sambut Kapolres Metro Bekasi Kota, Wali Kota Bekasi Optimistis Sinergi Makin Solid

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Darurat! Penutupan TPST Bantargebang Mandek Demi Kompensasi?

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Kamera Pengawas Publik di Rawalumbu Terhalang Kabel, Pemantauan Lalu Lintas Terganggu

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:53 WIB

Seleksi Persipasi U-17: 220 Pemain Muda Berebut 25 Posisi Utama

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:11 WIB

Kejar Cashback 100% di Pakuwon Mall Bekasi, Begini Caranya!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x