Beras Oplosan Bikin Geram, Konsumen Merasa Tertipu: “Bayar Premium, Dapatnya Cepat Basi!”

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beras premium di beberapa minimarket di Bekasi Timur, Jumat (25/07/2025).

Beras premium di beberapa minimarket di Bekasi Timur, Jumat (25/07/2025).

Praktik curang peredaran beras oplosan kini meresahkan masyarakat dan memicu kemarahan konsumen di berbagai daerah. Sejumlah warga mengaku merasa tertipu setelah mendapati beras berlabel “premium” yang mereka beli dengan harga mahal ternyata memiliki kualitas buruk, takaran yang tidak sesuai, bahkan cepat basi setelah dimasak.

Temuan ini kini tengah menjadi sorotan utama pemerintah dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang telah memulai investigasi mendalam untuk membongkar jaringan produsen nakal di balik skandal ini.

Suara Kecewa dari Dapur Konsumen

Keluhan tajam datang langsung dari para konsumen yang merasa dirugikan secara materi dan kepercayaan. Salah satunya adalah Ety, seorang ibu rumah tangga yang selama ini menjadi pelanggan setia beras kemasan bermerek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iya, pasti merasa dirugikan sekali. Selama ini beli beras Sania atau Setra Ramos itu 5 kg, nggak taunya (beratnya) nggak sampai 5 kg dan ternyata dioplos berasnya. Pasti, saya merasa ditipu,” kata Ety kepada media, Jumat (25/07/2025).

Kekecewaannya bertambah saat mengetahui harga di pasaran tidak kunjung turun meskipun kualitasnya bermasalah.

“Kemarin ke salah satu swalayan masih sama harganya. Saya kemarin mau beli masih Rp74.500 (untuk 5 kg),” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Rina, konsumen lain yang mengeluhkan dampak langsung dari kualitas beras oplosan tersebut. Menurutnya, masalah ini sangat merugikan di tengah tren kenaikan harga beras.

“Ya, saya kesal. Di saat harga beras mahal begini, tapi isinya dikurangi. Kalau memang isinya nggak sesuai, harusnya harganya berkurang. Ini saya beli harga premium tapi berasnya jelek. Jadi gampang basi saya masak nasi, bau,” keluh Rina dengan nada geram.

Investigasi Satgas Pangan dan Potensi Sanksi

Menanggapi gejolak ini, pemerintah melalui Satgas Pangan telah bergerak untuk menyelidiki dugaan praktik pengoplosan beras ini. Satgas Pangan, yang terdiri dari unsur Polri, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pertanian, akan menelusuri alur distribusi dari tingkat produsen hingga ke pengecer.

Meskipun pemerintah mengindikasikan tidak akan melakukan penarikan produk massal untuk menjaga stabilitas pasokan, fokus utama penindakan adalah pada produsen dan distributor yang terbukti melakukan kecurangan. Praktik ini jelas melanggar Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Pelaku yang terbukti mengoplos beras atau memberikan informasi label yang tidak benar dapat dijerat sanksi pidana penjara hingga denda miliaran rupiah karena telah membahayakan konsumen dan mengganggu tatanan perdagangan yang sehat.

Tips Bagi Konsumen Agar Tidak Tertipu

Skandal beras oplosan ini menjadi pengingat bagi konsumen untuk lebih waspada. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

  • Perhatikan Kemasan: Cermati kondisi kemasan, pastikan tidak ada bekas jahitan ulang atau segel yang rusak.
  • Amati Fisik Beras: Beras berkualitas baik umumnya memiliki warna yang seragam, tidak kusam, dan minim butiran patah. Hindari beras yang terlihat dicampur antara butiran bening dan butiran kapur (putih susu).
  • Beli dari Penjual Terpercaya: Pilihlah toko atau supermarket dengan reputasi baik yang menjaga kualitas produknya.
  • Laporkan Jika Menemukan Kecurigaan: Jangan ragu untuk melaporkan temuan beras oplosan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau dinas perdagangan setempat.

Punya pengalaman serupa dengan beras oplosan? Bagikan cerita Anda di kolom komentar dan ikuti terus perkembangan investigasi kasus ini di [Rakyatbekasi.com].


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejagung Periksa Dua Saksi dari Pemkot Bekasi dan Sinergi Patriot Soal Korupsi PT Migas
Pusaran Korupsi PT Migas Kota Bekasi Tembus Pusat: Kejagung RI Cecar Dua Pejabat Kementerian ESDM
Terganjal Fiskal DKI, Usulan 2 Flyover Bekasi Belum Masuk MoU TPST Bantargebang
Usut Jantung Operasional Korupsi: Kejagung Cecar Saksi PT PHE dan Pelaksana KSO Pertamina EP
PKS TPST Bantargebang Diperpanjang 5 Tahun: Kota Bekasi Dapat Rp362 Miliar dan PLTSa
Usai Teken PKS dengan Pemkot Bekasi, Gubernur DKI Wacanakan TNI AD Kelola Timbunan Sampah TPST Bantargebang
Regulasi Wajib Halal 18 Oktober 2026 Ditunda, MUI Desak Evaluasi Total dan Minta Umat Islam Makin Kritis
Ketum DPP GMNI Desak Polisi Usut Tuntas Kekerasan dalam Aksi Damai Cipayung Plus Palembang
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Kejagung Periksa Dua Saksi dari Pemkot Bekasi dan Sinergi Patriot Soal Korupsi PT Migas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Pusaran Korupsi PT Migas Kota Bekasi Tembus Pusat: Kejagung RI Cecar Dua Pejabat Kementerian ESDM

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Terganjal Fiskal DKI, Usulan 2 Flyover Bekasi Belum Masuk MoU TPST Bantargebang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:29 WIB

Usut Jantung Operasional Korupsi: Kejagung Cecar Saksi PT PHE dan Pelaksana KSO Pertamina EP

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:43 WIB

PKS TPST Bantargebang Diperpanjang 5 Tahun: Kota Bekasi Dapat Rp362 Miliar dan PLTSa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x