Nggak Usah Pakai Embel-embel dari Mata Air di Pegunungan, Ahli BRIN: Aqua Jangan Bohongi Konsumen

- Jurnalis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampilan iklan Aqua yang tak sesuai dengan fakta yang terungkap. (Foto: Danone)

Tampilan iklan Aqua yang tak sesuai dengan fakta yang terungkap. (Foto: Danone)

JAKARTA – Polemik dugaan sumber air minum dalam kemasan (AMDK) merek Aqua yang disebut berasal dari sumur bor biasa, bukan murni mata air pegunungan seperti klaim iklannya, terus bergulir. PT Tirta Investama selaku produsen Aqua telah merilis klarifikasi resmi.

Namun, respons tersebut dinilai belum cukup dan kini memicu langkah serius dari Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).

Di sisi lain, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti pentingnya transparansi dan kejujuran klaim yang selama ini digunakan Aqua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​BPKN Panggil Manajemen PT Tirta Investama

​Menyikapi keresahan publik, BPKN RI mengambil langkah tegas untuk memastikan hak konsumen atas informasi yang benar, jelas, dan jujur, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

​Ketua BPKN, Mufti Mubarok, menyatakan lembaganya telah menerima berbagai laporan dan pemberitaan mengenai dugaan tersebut.

​“Kami akan memanggil pihak manajemen dan Direktur PT Tirta Investama untuk meminta klarifikasi resmi terkait sumber air yang digunakan dalam produksi Aqua,” kata Mufti dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/10/2025).

​Investigasi Langsung ke Lokasi Pabrik

Mufti menegaskan bahwa BPKN tidak akan berhenti pada pemanggilan manajemen. Langkah verifikasi faktual di lapangan juga akan ditempuh untuk membuktikan kebenaran informasi yang beredar.

​“BPKN juga akan mengirim tim investigasi langsung ke lokasi pabrik guna memverifikasi kebenaran informasi tersebut,” tambahnya.

​Klarifikasi Resmi dari Produsen Aqua

​Isu ini mencuat dan menjadi viral di media sosial setelah kunjungan mendadak salah seorang tokoh pejabat publik yang menyoroti sumber air yang digunakan pabrik Aqua, yang dikira berasal dari sumur bor biasa.

​Menanggapi tudingan tersebut, pihak Aqua memberikan bantahan tegas melalui pernyataan resmi di situsnya, Kamis (23/10/2025).

​”Tidak benar. Kami memastikan menggunakan air dari akuifer dalam yang merupakan bagian dari sistem hidrogeologi pegunungan,” jelas Aqua dalam rilis resminya.

Didukung Kajian Ilmiah Ahli

​Perusahaan menekankan bahwa air dari sumber tersebut terlindungi secara alami. Proses pemilihan dan pengambilan airnya pun diklaim telah melalui seleksi dan kajian ilmiah yang ketat oleh para ahli dari perguruan tinggi terkemuka.

Aqua menyebut beberapa mitra ahli mereka mencakup Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Bahkan, di beberapa titik, sumber air tersebut bersifat self-flowing atau mengalir secara alami ke permukaan tanpa perlu dipompa.

​Ahli BRIN: Klarifikasi Saja Tidak Cukup

​Meski Aqua telah memberi penjelasan teknis mengenai “akuifer dalam”, Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Destika Cahyana, menilai klarifikasi tersebut belum menjawab inti permasalahan, yakni kesesuaian antara klaim iklan dengan fakta di lapangan.

​“Yang terpenting adalah kejujuran ke publik, karena selama ini dianggap orang awam (air Aqua) benar-benar dari mata air pegunungan seperti klaimnya,” kata Destika saat dihubungi di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Perlunya Meluruskan Klaim Pemasaran

Destika menyarankan agar Aqua mempertimbangkan untuk meluruskan narasi pemasarannya agar tidak menimbulkan kebohongan publik.

Jika sumbernya memang akuifer dalam yang diakses melalui pengeboran, klaimnya bisa disesuaikan.

​”Jadi bisa saja diganti klaimnya, yaitu ‘dari aquifer dalam air pegunungan’. Kalau seperti itu tidak bohong jadinya,” tegas ahli tanah ini.

Kualitas Air Dipastikan Sesuai SNI

​Lebih lanjut, Destika menjelaskan bahwa penggunaan sumur bor untuk industri AMDK sebetulnya adalah hal yang lazim dan tidak dilarang, selama kualitasnya terjamin.

​“Sah-sah saja,” ucapnya. “Di Indonesia, untuk kualitas air mineral, air demineral, dan air embun sudah ada SNI (Standar Nasional Indonesia) dari BSN (Badan Standardisasi Nasional).”

​Menurutnya, polemik ini lebih kepada masalah klaim pemasaran, bukan pada kualitas produk.

​“Setiap produk yang di pasaran biasanya sudah masuk kualitas sesuai standar SNI, jadi Aqua sebetulnya untuk kualitas air tidak ada masalah. Jadi, persoalan klaim saja mungkin yang harus diluruskan. Aqua declare saja sebagai air mineral. Nggak usah pakai embel-embel air dari mata air di pegunungan,” tutup Destika.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemeriksaan Saksi Skandal Korupsi KSO PT Migas Berlanjut: Kapan Kejagung RI Panggil Eks Wali Kota Bekasi?
Kornas Desak Jenderal Listyo dkk yang Sadap Presiden Prabowo Dituntut Hukuman Mati
Sebut Penyadapan Ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto sebagai Makar dan Pelanggaran HAM Berat, Kornas Desak Polri Usut Tuntas!
Tiga Jenderal Jadi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Perannya
Gibran Tamat! Kornas Desak DPR Berhentikan Gibran Rakabuming Raka Usai Kasasi MA
Makin Liar! Isu Perwira Polri Ditangkap Atas Dugaan Makar Guncang Mabes, Kornas Desak Kapolri Buka-bukaan
Gurita Korupsi PT Migas Kota Bekasi Kian Mengganas: Kejagung Cecar Petinggi Foster Oil, Pertamina EP, dan Kementerian ESDM
Megaskandal Korupsi PT Migas Kota Bekasi Kian Menggurita: Kejagung Cecar Lagi HIS Bos Foster Oil
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:08 WIB

Pemeriksaan Saksi Skandal Korupsi KSO PT Migas Berlanjut: Kapan Kejagung RI Panggil Eks Wali Kota Bekasi?

Kamis, 5 November 2026 - 01:38 WIB

Kornas Desak Jenderal Listyo dkk yang Sadap Presiden Prabowo Dituntut Hukuman Mati

Rabu, 4 November 2026 - 09:39 WIB

Sebut Penyadapan Ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto sebagai Makar dan Pelanggaran HAM Berat, Kornas Desak Polri Usut Tuntas!

Selasa, 3 November 2026 - 22:10 WIB

Tiga Jenderal Jadi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Ini Perannya

Selasa, 3 November 2026 - 21:46 WIB

Gibran Tamat! Kornas Desak DPR Berhentikan Gibran Rakabuming Raka Usai Kasasi MA

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x