Bukti Hanya Foto dan Tak Ada Saksi, Bawaslu Tolak Laporan “Money Politic”

- Jurnalis

Selasa, 13 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang warga memperlihatkan isi amplop yang diterimanya dari Caleg DPR RI.

Seorang warga memperlihatkan isi amplop yang diterimanya dari Caleg DPR RI.

KOTA BEKASI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi sudah lakukan rapat pleno terkait dugaan politik uang yang dilakukan tim sukses Calon Legislatif (Caleg) DPR-RI nomor urut 1, dapil Kota Bekasi dan Kota Depok, dari Partai Golkar, Ranny Fahd A.Rafiq.

Baca Juga:  Bantah Lakukan "Money Politic", Tim Pemenangan Ranny A Rafiq: Itu Fitnah

Namun, Koordinator Divisi (Koordiv) Penanganan Pelanggaran Data Bawaslu Kota Bekasi, Muhamad Sodikin, Selasa (13/02/2024) menjelaskan, pelapor hanya memiliki berupa bukti foto yang dicetak dan tidak memiliki saksi.

“Oh, itu tadi kita sudah lakukan rapat pleno, ada beberapa yang harus diperbaiki nanti kita surati untuk memperbaiki laporan. Mereka hanya menampilkan barang bukti seperti foto yang di print out, sedangkan dugaan money politic harus ada uang nya yang dicantumkan, lalu kemudian tidak ada saksinya,” ucap sodikin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawasu) lebih memprioritaskan laporan dari masyarakat sebelum melakukan investigasi di lapangan.

“Kalau tidak ada yang laporan mah kita prioritaskan dari pelapor terlebih dahulu, beda dengan temuan dan yang melaporkan baru satu orang,” ujarnya.

Baca Juga:  Mas Tri Apresiasi dan Dukung Inspektorat Bongkar "Upeti" Puskesmas dan RSUD Tipe D Se-Kota Bekasi

Sementara, saat dugaan money politic mencuat di media sosial, salah satu aktivis yang mengatasnamakan Revolusi Pemuda Bekasi (RFB), Willy Sadili langsung membuat laporan Calon Legislatif (Caleg) tersebut ke Bawaslu Kota Bekasi pada, Senin (12/2/2024) kemarin. Willi Sadili mengaku, Ranny Fahd A Rafiq dan Faisal tertangkap tangan (OTT).

Berita Terkait

Klaim Rekapitulasi Pilpres 2024 Rampung, Hasil Hitung Kota Bekasi di KPU Pusat Masih 52 persen
Rambu Bus Stop Sedang Dipesan, Dishub Anggarkan Rp3,6 Miliar untuk Halte BISKITA
Operasional Perdana Kamis Besok, BISKITA Trans Bekasi Patriot Gratis Selama Enam Bulan
Pemkot Luncurkan BISKITA Trans Bekasi Patriot, Moda Transportasi Terintegrasi LRT Terbaru
Bela Sarinah yang Dilecehkan Bule, Ketua GmnI Bekasi Dikeroyok Hingga Babak Belur
Belum Lihat Antusias Warga, Pj Gani Tinjau Pelaksanaan PSL di Kecamatan Rawalumbu
Diikuti Oleh 900 DPT, KPU Kota Bekasi Gelar Pemungutan Suara Lanjutan
Kemarau Panjang Picu Harga Beras di Kota Bekasi Melambung Tinggi
Berita ini 244 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 10:48 WIB

Klaim Rekapitulasi Pilpres 2024 Rampung, Hasil Hitung Kota Bekasi di KPU Pusat Masih 52 persen

Senin, 26 Februari 2024 - 08:25 WIB

Rambu Bus Stop Sedang Dipesan, Dishub Anggarkan Rp3,6 Miliar untuk Halte BISKITA

Senin, 26 Februari 2024 - 07:22 WIB

Operasional Perdana Kamis Besok, BISKITA Trans Bekasi Patriot Gratis Selama Enam Bulan

Senin, 26 Februari 2024 - 06:53 WIB

Pemkot Luncurkan BISKITA Trans Bekasi Patriot, Moda Transportasi Terintegrasi LRT Terbaru

Senin, 26 Februari 2024 - 03:32 WIB

Bela Sarinah yang Dilecehkan Bule, Ketua GmnI Bekasi Dikeroyok Hingga Babak Belur

Sabtu, 24 Februari 2024 - 14:35 WIB

Diikuti Oleh 900 DPT, KPU Kota Bekasi Gelar Pemungutan Suara Lanjutan

Kamis, 22 Februari 2024 - 14:38 WIB

Kemarau Panjang Picu Harga Beras di Kota Bekasi Melambung Tinggi

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:53 WIB

Warga DKI Jakarta Bermukim di Kota Bekasi Lebih dari Setahun Wajib Pindah Domisili

Berita Terbaru