DKPPP Kota Bekasi Pastikan Stok Pangan Aman Selama Ramadan 2026, Waspadai Lonjakan Harga

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (Nano Banana Pro)

Ilustrasi. (Nano Banana Pro)

BEKASI – Selama pelaksanaan bulan suci Ramadan 2026, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi memastikan ketersediaan stok pangan dan kebutuhan pokok di wilayahnya dalam kondisi aman dan terkendali.

​Meski ketersediaan dipastikan cukup, kewaspadaan terhadap fluktuasi harga dan pasokan bahan pokok tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Langkah ini juga sejalan dengan arahan Wali Kota Bekasi untuk terus menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah momentum hari besar keagamaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kepala DKPPP Kota Bekasi, Karto, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau tren pasar. Menurutnya, ada beberapa komoditas yang permintaannya selalu melonjak tinggi dan rawan mengalami kelangkaan, terutama menjelang perayaan Idul Fitri di penghujung Ramadan.

​”Kalau sekarang sih masih aman, tetapi kalau dilihat dari harga itu, kan sudah merangkak naik nih di pasar dari beberapa kebutuhan harga bahan pokok tersebut,” ucap Karto kepada jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Selasa (24/02/2026).

Komoditas Pangan yang Rawan Melonjak Jelang Lebaran

​Lebih lanjut, Karto merinci beberapa kebutuhan pokok yang kerap menjadi sorotan karena tingginya permintaan masyarakat.

Komoditas tersebut meliputi cabai, bawang merah, bawang putih, telur ayam, hingga daging sapi dan ayam potong.

​Tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap bahan-bahan pokok tersebut selama bulan puasa hingga lebaran sering kali memicu hukum ekonomi dasar, di mana tingginya permintaan akan mendorong kenaikan harga jual di pasaran.

​Oleh karena itu, pengawasan tidak hanya dilakukan di pasar sentral, tetapi juga di pasar-pasar tradisional yang tersebar di wilayah kecamatan seperti Bantargebang, Pondokgede, hingga Rawalumbu guna memastikan pemerataan pasokan.

Strategi DKPPP Kota Bekasi Cegah Kelangkaan Sembako

​Dalam mengantisipasi terjadinya kelangkaan dan meredam lonjakan harga yang tidak wajar, DKPPP Kota Bekasi telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi.

​Karto menjelaskan, pihaknya intens menjalin komunikasi dan berkoordinasi langsung dengan para supplier (pemasok) utama dari Pasar Induk Cibitung.

Langkah ini diambil agar intervensi pasokan bisa segera dilakukan apabila ada indikasi kelangkaan komoditas tertentu di Kota Bekasi.

Sinergi dengan Bulog dan Pemantauan Rutin

​Selain mengandalkan pasokan dari pasar induk, DKPPP juga memperkuat sinergi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog).

Koordinasi lintas sektoral ini krusial untuk memastikan cadangan pangan strategis, seperti beras dan minyak goreng, dapat digelontorkan melalui operasi pasar jika diperlukan.

​”Termasuk kami juga melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di setiap pasar yang ada, untuk dilakukan pendataan dan monitoring secara berkala dari kebutuhan yang diperlukan selama pelaksanaan bulan Ramadan berlangsung,” tutupnya.

​Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan berbelanja secara bijak sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Bagikan artikel ini ke media sosial Anda agar warga Kota Bekasi lainnya tetap update dengan informasi ketersediaan pangan menjelang Ramadan! Jangan lupa baca berita terkini seputar kebijakan dan layanan publik hanya di portal berita kami.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Targetkan 30 Ribu Pelanggan, Perumda Tirta Bhagasasi Tarumajaya Tekan Kebocoran Air
Nasib Banpres FO Bulak Kapal Menggantung, Pemkot Bekasi Tunggu Pusat
Awas Hewan Kurban Sakit! Sekda Junaedi Perintahkan Tim Medis Sisir 12 Kecamatan
CFD Baru Kota Bekasi Sasar Alun-Alun, Sekda Wanti-Wanti Macet!
Kualitas Udara Kota Bekasi Tidak Sehat, AQI Pagi Ini Tembus 153
Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan di SPMB 2026, Pemkot Bekasi Pangkas Kapasitas Rombel SMPN
Panti Pijat ‘Be Glow’ Diduga Pakai Izin Bodong
Jadi Syarat Wajib dalam SPMB 2026, Disdukcapil Kota Bekasi Gencarkan Pembuatan KIA
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 14:36 WIB

Targetkan 30 Ribu Pelanggan, Perumda Tirta Bhagasasi Tarumajaya Tekan Kebocoran Air

Senin, 11 Mei 2026 - 12:00 WIB

Nasib Banpres FO Bulak Kapal Menggantung, Pemkot Bekasi Tunggu Pusat

Senin, 11 Mei 2026 - 11:10 WIB

Awas Hewan Kurban Sakit! Sekda Junaedi Perintahkan Tim Medis Sisir 12 Kecamatan

Senin, 11 Mei 2026 - 10:08 WIB

CFD Baru Kota Bekasi Sasar Alun-Alun, Sekda Wanti-Wanti Macet!

Senin, 11 Mei 2026 - 09:41 WIB

Kualitas Udara Kota Bekasi Tidak Sehat, AQI Pagi Ini Tembus 153

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x