Pemkot Bekasi Perketat Pengawasan Stok Pangan Jelang Nataru, Waspadai Lonjakan Harga Cabai dan Bawang

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.

Pemerintah Kota Bekasi (Pemkot Bekasi) mengambil langkah antisipatif jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Pengawasan dan inspeksi mendadak (sidak) pangan di pasar-pasar akan kembali digelar untuk menjamin ketersediaan stok dan mengantisipasi lonjakan harga komoditas tertentu.

BEKASI, Rakyatbekasi.com – Pemerintah Kota Bekasi (Pemkot Bekasi) memastikan akan memperketat pengawasan ketersediaan stok pangan di setiap pasar menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini diambil untuk menjamin stabilitas pasokan dan harga di tengah potensi peningkatan permintaan masyarakat.

​Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan bahwa sidak pangan akan kembali dijadwalkan secara berkala, khususnya menjelang puncak kebutuhan akhir tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Pemkot Bekasi Jadwalkan Sidak Pangan Awal Desember

​Abdul Harris Bobihoe menyatakan bahwa pengecekan bahan pangan ini merupakan agenda rutin Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi permintaan tinggi dari masyarakat. Menurutnya, pemantauan sudah dilakukan pekan lalu dan akan diintensifkan kembali.

​”Hampir beberapa minggu, seminggu yang lalu kita sudah lakukan pemantauan. Saya kira nanti beberapa Minggu Kedepan pada awal-awal Desember, kita akan lakukan pengecekan kembali,” ucap Harris Bobihoe saat ditemui di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, selepas pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025).

​Pengecekan ini bertujuan untuk memvalidasi data di lapangan secara langsung, memastikan stok yang dilaporkan sesuai dengan ketersediaan fisik di pasar.

​Stok Pangan Saat Ini Diklaim Aman

​Harris Bobihoe menjamin bahwa berdasarkan pemantauan terakhir, ketersediaan stok pangan di Kota Bekasi saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

​”Saat ini stok di Kota Bekasi Alhamdulillah masih cukup baik, cukup terjaga,” tuturnya.

​Untuk memperkuat cadangan pangan, Pemkot Bekasi juga proaktif berkoordinasi dengan Perum Bulog.

​”Sembari kami juga berkoordinasi dengan Bulog, supaya stok pangan yang ada di Kota Bekasi juga bisa terjaga dengan baik untuk persiapan jelang Natal dan Tahun Baru,” tambah Harris.

​DKPPP Pastikan Sembilan Bahan Pokok Cukup

​Dukungan data ketersediaan pangan juga datang dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi. Meskipun Nataru masih lebih dari sebulan lagi, DKPPP telah melakukan penyisiran stok kebutuhan bahan pokok.

​Kepala DKPPP Kota Bekasi, Karto, dalam keterangannya pada Jumat (07/11/2025) lalu, memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok relatif aman.

​”Adapun ketersediaan stok pangan dipastikan dapat memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026,” ucap Karto.

​Ia menambahkan, DKPPP melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok di setiap pasar secara rutin setiap dua pekan sekali.

​Komoditas yang Perlu Diwaspadai: Cabai dan Bawang

​Meski secara umum aman, Karto mengidentifikasi beberapa bahan pokok yang rentan mengalami gejolak, baik dari sisi ketersediaan maupun harga, menjelang akhir tahun.

​”Menurutnya ada beberapa bahan pokok yang dilaporkan rentan akan terjadi kekosongan bahan pokok, seperti cabai dan bawang,” jelas Karto.

​Kedua komoditas ini, lanjutnya, kerap kali memiliki peminat yang sangat tinggi menjelang akhir tahun, sehingga rentan memicu kenaikan harga jika pasokan sedikit terganggu.

​Koordinasi Lintas Dinas untuk Pantau Harga

​Untuk mengantisipasi lonjakan harga, khususnya pada komoditas rentan tersebut, DKPPP tidak bekerja sendiri. Pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait.

​”Sembari, kami juga melakukan koordinasi bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dalam melakukan pemantauan harga komoditi, bilamana terjadi kenaikan harga,” pungkasnya.

Masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak, tidak melakukan panic buying, dan turut melaporkan jika menemukan lonjakan harga yang tidak wajar di pasaran.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve
Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan
Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional
Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran
Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup
DPRD Ingatkan Pembahasan UMK Kota Bekasi 2026 Harus Berbasis Data, Bukan Tekanan Politik
DPRD Kota Bekasi Pasang Badan: Proyek PLTSa Bersama Danantara Harus Menguntungkan Warga Bantargebang
Komisi II DPRD Kota Bekasi: Transisi Sanitary Landfill TPA Sumurbatu Tetap Berjalan Iringi Proyek PSEL

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:05 WIB

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:24 WIB

Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:53 WIB

Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:43 WIB

Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:47 WIB

Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca