Poin Utama:
- Lokasi Pelaksanaan: RW 04 Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.
- Agenda: Reses I Tahun Anggaran 2026 oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi.
- Kolaborasi Strategis: Menggandeng Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk edukasi farmasi.
- Fokus Aspirasi: Peningkatan fasilitas layanan kesehatan warga dan pengawasan ketat peredaran obat ilegal.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Golkar, Adelia Sidik, menggelar Reses I Tahun Anggaran 2026 guna memperkuat akses layanan kesehatan masyarakat di RW 04 Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Jumat (13/02/2026).
Dalam agenda jaring aspirasi masyarakat ini, ia secara khusus menggandeng Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) guna memberikan edukasi medis secara langsung kepada warga setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa Tujuan Reses Adelia Sidik Bersama IAI di Rawalumbu?
Reses Adelia Sidik bersama IAI di kawasan Kecamatan Rawalumbu ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar dan membangun kesadaran masyarakat terkait penggunaan obat yang aman.
Kehadiran organisasi profesi kesehatan menjadi langkah kolaboratif strategis antara lembaga legislatif dan tenaga medis dalam menjawab persoalan minimnya akses informasi obat-obatan di tingkat warga.
“Melalui reses ini, kami ingin mendengar langsung aspirasi warga, sekaligus menghadirkan solusi nyata dengan melibatkan organisasi profesi seperti IAI,” kata Adelia Sidik kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat kegiatan reses di RW 04 Sepanjang Jaya, Jumat (13/02/2026).
Apa Saja Keluhan Kesehatan Warga Sepanjang Jaya?
Masyarakat RW 04 Kelurahan Sepanjang Jaya memanfaatkan momen reses ini untuk menyampaikan sejumlah persoalan krusial terkait pemenuhan hak kesehatan di lingkungannya. Warga berharap Pemkot Bekasi melalui instansi kesehatan terkait dapat merespons cepat keluhan mereka di lapangan.
Berikut adalah deretan aspirasi utama yang disampaikan warga dalam forum tersebut:
- Kebutuhan mendesak terkait peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan primer di lingkungan rukun warga.
- Permintaan edukasi berkelanjutan mengenai tata cara penggunaan obat yang benar dan sesuai standar medis.
- Tuntutan pengetatan pengawasan peredaran obat ilegal yang meresahkan masyarakat.
- Pengadaan program pemeriksaan kesehatan rutin dan sosialisasi konsultasi medis bersama tenaga profesional.
Bagaimana Langkah Lanjutan DPRD Kota Bekasi Terkait Aspirasi Ini?
Adelia menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti ragam aspirasi warga melalui pembahasan mendalam di internal Komisi IV dan berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan Pemkot Bekasi.
Sementara itu, perwakilan IAI di lokasi juga merespons langsung keraguan warga dengan mengedukasi masyarakat agar tidak sembarangan membeli obat keras tanpa petunjuk apoteker demi menghindari efek samping fatal.
Ketua Komisi IV tersebut memastikan sinergi yang terbangun antara legislatif, organisasi profesi, dan masyarakat ini akan dieksekusi menjadi kebijakan yang bermuara pada pemerataan layanan kesehatan di Kota Bekasi.
Ia berharap kolaborasi positif ini mampu membentengi warga dari bahaya malapraktik penggunaan obat sehari-hari.
Kegiatan reses perdana pada tahun anggaran 2026 ini berlangsung interaktif dan ditutup dengan respons antusias dari puluhan warga Sepanjang Jaya yang hadir.
Langkah turun ke bawah ini membuktikan komitmen nyata wakil rakyat dalam mengawal kesehatan lingkungan masyarakat secara komprehensif.
Apakah lingkungan tempat tinggal Anda di Kota maupun Kabupaten Bekasi memiliki keluhan serupa terkait minimnya fasilitas kesehatan atau pelayanan publik yang kurang optimal? Segera sampaikan aspirasi dan laporan Anda ke redaksi RakyatBekasi.Com agar dapat kami teruskan kepada pihak terkait!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














