Google Tolak Iklan Politik untuk Pilpres 2024 di Platformnya

- Jurnalis

Kamis, 21 September 2023 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Google juga meluncurkan beberapa kampanye, seperti

Google juga meluncurkan beberapa kampanye, seperti "Recheck Sebelum Kegocek" dan "Pause Dulu", yang bertujuan untuk membantu pemilih mengenali dan menghindari misinformasi.

Menjelang Pemilu serentak tahun depan, disebut juga Pilpres 2024, Google Indonesia menegaskan untuk memberantas misinformasi dan merekomendasikan informasi yang akurat.Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung integritas pemilu di Indonesia, sekaligus memutuskan untuk tidak menampilkan iklan politik di platformnya.Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Indonesia, Danny Ardianto, mengatakan bahwa Google memiliki tim ahli yang bekerja untuk melawan misinformasi.
“Kami mempermudah masyarakat untuk menemukan berita yang kredibel tentang pemilu dari berbagai sumber. Di Google Search, pengguna akan melihat link video dari debat resmi dari mitra terpilih saat mencari query terkait pemilu,” ujar Danny di acara #YukPahamiPemilu bersama Google di Jakarta, Rabu (20/09/2023).
Di YouTube, Google juga merekomendasikan konten dari sumber berita yang kredibel, termasuk live streaming debat dari berbagai mitra berita terpercaya.

Tidak Ada Iklan Politik

Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Google Indonesia, Putri Alam, mengungkapkan bahwa perusahaan memilih untuk tidak menampilkan iklan politik di Indonesia.“Ini merupakan keputusan lokal kami. Kami lebih mengedepankan yang aman daripada bisnis,” kata Putri.Keputusan ini diambil meski berpotensi mengurangi pemasukan bisnis Google. Putri mengaku bahwa Google sudah tidak menyediakan iklan politik di Indonesia sejak pemilu 2019.

Kampanye Anti-Misinformasi

Google juga meluncurkan beberapa kampanye, seperti “Recheck Sebelum Kegocek” dan “Pause Dulu”, yang bertujuan untuk membantu pemilih mengenali dan menghindari misinformasi.Kampanye ini diharapkan bisa memutus rantai penyebaran misinformasi, yakni sharing tanpa verifikasi.Google menyebut ada tiga taktik manipulasi informasi yang sering digunakan, yaitu merusak reputasi, manipulasi gambar dan video, serta manipulasi emosi.Perusahaan berkomitmen untuk memerangi taktik-taktik ini melalui berbagai inisiatif dan kampanye.

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD
Sutrisno Pangaribuan Kecam Wacana Pilkada Kembali ke DPRD, Sebut Niat Jahat Elite Politik
Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD Dinilai Suburkan Oligarki dan Matikan Jalur Independen di Bekasi
Bawaslu Kota Bekasi Desak Parpol Perbarui Data Sipol dan Kantor Sekretariat
ICW Ingatkan Bahaya Pilkada Lewat DPRD: Celah Politik Transaksional Kembali Terbuka
Targetkan 8 Kursi DPRD di Pemilu 2029, PAN Kota Bekasi Siapkan Strategi Matang Pasca Musda
Musda VI PAN Kota Bekasi Tetapkan 7 Formatur, 5 Anggota DPRD Masuk Bursa Ketua
Sengketa Pemilihan RW 025 Kayuringin Jaya: Warga Tolak Hasil, Endus Keterlibatan Parpol

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:08 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:31 WIB

Sutrisno Pangaribuan Kecam Wacana Pilkada Kembali ke DPRD, Sebut Niat Jahat Elite Politik

Minggu, 4 Januari 2026 - 16:33 WIB

Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD Dinilai Suburkan Oligarki dan Matikan Jalur Independen di Bekasi

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:04 WIB

Bawaslu Kota Bekasi Desak Parpol Perbarui Data Sipol dan Kantor Sekretariat

Rabu, 31 Desember 2025 - 18:26 WIB

ICW Ingatkan Bahaya Pilkada Lewat DPRD: Celah Politik Transaksional Kembali Terbuka

Berita Terbaru

Tangkapan layar Surat Edaran Nomor 800.1.5/219/BKPSDM.PKA tertanggal 19 Januari 2026.

Bekasi

Wali Kota Bekasi Larang ASN Nikah Siri dan Selingkuh

Rabu, 21 Jan 2026 - 13:58 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca