“Saya Menghormati, menerima dan legowo atas keputusan pemberhentian saya, saya percaya keputusan semata-mata bertujuan untuk PT Sinergi Patriot Bekasi agar dapat lebih maju dan berkembang,” ujar mantan Direktur Utama PT Sinergi Patriot Bekasi (Perseroda) M Fikri Aziz kepada rakyatbekasi.com, Kamis (20/04/2023).[irp posts=”5381″ ]Selain itu Fikri mengatakan bahwa keputusan tersebut sudah sesuai dengan aturan dan perundangan yang berlaku yakni; Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan terbatas, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, dan Permendagri Nomor 37 Tahun 2018 tentang pengangkatan dan pemberhentian Direksi BUMD.
“Saya telah menandatangani Pakta Integritas dan Kontrak Kinerja di hadapan Bapak Plt Wali Kota Bekasi, sebagaimana yang telah diatur Permendagri Nomor 37 Tahun 2018 yang sewaktu-waktu dapat dijadikan dasar sebagai bahan evaluasi untuk memperpanjang masa jabatan maupun memberhentikan jabatan saya sebagai direksi BUMD,” terangnya.[irp posts=”5374″ ]Lebih lanjut Fikri meyakini bahwa pemberhentian Direktur Utama dan Direktur Pengembangan Bisnis di PT Sinergi Patriot Bekasi oleh Pemerintah Kota Bekasi telah sesuai dengan peraturan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengajak semua pihak untuk dapat menerima dan menghormati keputusan tersebut.[irp posts=”4469″ ]“Demikian sikap saya atas keputusan RUPS tersebut. Tak lupa saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung PT Sinergi Patriot Bekasi dan saya secara pribadi selama ini. Dan kepada seluruh masyarakat Kota Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi, DPRD Kota Bekasi, jajaran PT Sinergi Patriot Bekasi, segenap mitra bisnis, rekan-rekan media, semua kolega, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin,” pungkasnya. (mar)
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





































