Disdagperin Pantau Ketat Harga Sembako di Pasar Tradisional Kota Bekasi

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana lapak pedagang daging sapi di Pasar Baru Bekasi yang diprediksi akan kosong mulai Kamis (22/01/2026) akibat aksi mogok massal menuntut penurunan harga sapi impor.

Suasana lapak pedagang daging sapi di Pasar Baru Bekasi yang diprediksi akan kosong mulai Kamis (22/01/2026) akibat aksi mogok massal menuntut penurunan harga sapi impor.

Poin Utama:

  • Instansi Terkait: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Kota Bekasi meningkatkan frekuensi pemantauan pasar.
  • Fokus Komoditas: Pengawasan ketat dilakukan pada harga Daging, Bawang, dan Cabai yang rawan fluktuasi.
  • Faktor Penyebab: Curah hujan tinggi dan siklus tahunan menjelang Ramadan menjadi pemicu potensi kenaikan harga.
  • Mitigasi: Koordinasi intensif dengan Bulog dan Pemerintah Pusat disiapkan jika harga tidak terkendali.

BEKASI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai menyiagakan tim untuk memantau pergerakan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional, Senin (02/02/2026).

Langkah ini diambil lebih awal sebagai upaya mitigasi lonjakan inflasi pangan menjelang ibadah Ramadan yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Pemantauan Dilakukan Jauh Hari Sebelum Ramadan?

​Disdagperin menilai siklus kenaikan harga komoditas kerap terjadi di tengah masyarakat saat mendekati momentum hari besar keagamaan.

Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, fluktuasi harga daging menjadi salah satu indikator yang paling diwaspadai agar tidak membebani daya beli warga Bekasi.

​”Apalagi sebelumnya ada persoalan terkait kenaikan harga daging. Terlebih mengenai kenaikan harga bahan pokok ini juga tergolong fluktuatif dalam mendekati Bulan Ramadan,” kata Ika Indah Yarti kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Senin (02/02/2026).

​Kegiatan pemantauan ini dipastikan menjadi agenda rutin tahunan yang diperketat intensitasnya di titik-titik krusial distribusi pangan.

​Komoditas Apa Saja yang Rentan Mengalami Kenaikan?

​Selain daging sapi dan ayam, Disdagperin Kota Bekasi menyoroti volatilitas harga pada komoditas bumbu dapur.

Berdasarkan data lapangan, bawang dan berbagai jenis cabai menjadi barang yang paling sensitif terhadap perubahan cuaca.

​Ika menjelaskan bahwa faktor cuaca ekstrem, khususnya curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah pemasok, turut menghambat rantai distribusi ke pasar-pasar di Kota Bekasi.

​”Apalagi seperti pada musim hujan seperti ini, turut berdampak dari pasokan yang tidak banyak. Karena tergantung dari wilayah pemasok, meski saat ini belum terjadi kenaikan harga,” tuturnya.

​Bagaimana Langkah Konkret Jika Harga Melambung Tinggi?

​Hingga awal Februari 2026, harga di tingkat pedagang pasar masih terpantau stabil. Namun, Disdagperin telah menyiapkan skenario intervensi pasar jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar atau dominan.

​Langkah-langkah strategis yang disiapkan Pemkot Bekasi meliputi:

  • ​Pemantauan harian secara real-time.
  • ​Menunggu informasi stok dan harga resmi dari Bulog.
  • ​Koordinasi lintas sektoral dengan Pemerintah Pusat.

​”Kita tetap memantau juga yang pasti, biasanya ada kabar resmi juga dari Bulog. Apabila ada kenaikan harga bahan bahan pokok, tetapi bilamana harga bahan pokok semakin tidak terkendali, kita upayakan koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Pusat untuk segera meminimalisir kenaikan harga bahan pokok,” pungkas Ika.

​Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan agar stabilitas stok di pasar tetap terjaga.

Punya informasi terkait lonjakan harga tak wajar di pasar sekitar rumah Anda? Laporkan segera ke layanan pengaduan Pemkot Bekasi atau hubungi Redaksi RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengenal Walker: Maskot Porprov XV Jabar 2026 Kota Bekasi dan Makna Filosofisnya
Single Terbaru Jendral Kantjil Tampar Fenomena Validasi Digital: “Jangan Lupa Diri!”
Defisit Anggaran Rp400 Miliar, Pemkot Bekasi Nekat Gelar PNBK Jilid 3: Bagaimana Nasib Gaji PPPK?
​8 Tahun Terkatung-katung! Warga Perwira Kritik Keras Lambannya Kinerja BPN Kota Bekasi
Pemkot Bekasi Tertibkan Ratusan PKL Liar di Jalan M. Yamin, Pengawasan Ketat Diberlakukan Dua Pekan!
Skandal Threesome MiChat: Dua PSK Asal Bekasi Diadili di Surabaya, Mengapa Pemesan Bebas Hukum?
Puluhan Warga Sepakati Harga Appraisal Pembebasan Lahan Flyover Bulak Kapal
Wali Kota Bekasi Targetkan 18 Bulan PSEL Sumurbatu Beroperasi, Mampu Atasi 1.800 Ton Sampah per Hari?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Mengenal Walker: Maskot Porprov XV Jabar 2026 Kota Bekasi dan Makna Filosofisnya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Single Terbaru Jendral Kantjil Tampar Fenomena Validasi Digital: “Jangan Lupa Diri!”

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Defisit Anggaran Rp400 Miliar, Pemkot Bekasi Nekat Gelar PNBK Jilid 3: Bagaimana Nasib Gaji PPPK?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:41 WIB

​8 Tahun Terkatung-katung! Warga Perwira Kritik Keras Lambannya Kinerja BPN Kota Bekasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Pemkot Bekasi Tertibkan Ratusan PKL Liar di Jalan M. Yamin, Pengawasan Ketat Diberlakukan Dua Pekan!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x