Poin Utama:
- Instansi Terkait: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Kota Bekasi meningkatkan frekuensi pemantauan pasar.
- Fokus Komoditas: Pengawasan ketat dilakukan pada harga Daging, Bawang, dan Cabai yang rawan fluktuasi.
- Faktor Penyebab: Curah hujan tinggi dan siklus tahunan menjelang Ramadan menjadi pemicu potensi kenaikan harga.
- Mitigasi: Koordinasi intensif dengan Bulog dan Pemerintah Pusat disiapkan jika harga tidak terkendali.
BEKASI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai menyiagakan tim untuk memantau pergerakan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional, Senin (02/02/2026).
Langkah ini diambil lebih awal sebagai upaya mitigasi lonjakan inflasi pangan menjelang ibadah Ramadan yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Pemantauan Dilakukan Jauh Hari Sebelum Ramadan?
Disdagperin menilai siklus kenaikan harga komoditas kerap terjadi di tengah masyarakat saat mendekati momentum hari besar keagamaan.
Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, fluktuasi harga daging menjadi salah satu indikator yang paling diwaspadai agar tidak membebani daya beli warga Bekasi.
”Apalagi sebelumnya ada persoalan terkait kenaikan harga daging. Terlebih mengenai kenaikan harga bahan pokok ini juga tergolong fluktuatif dalam mendekati Bulan Ramadan,” kata Ika Indah Yarti kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Senin (02/02/2026).
Kegiatan pemantauan ini dipastikan menjadi agenda rutin tahunan yang diperketat intensitasnya di titik-titik krusial distribusi pangan.
Komoditas Apa Saja yang Rentan Mengalami Kenaikan?
Selain daging sapi dan ayam, Disdagperin Kota Bekasi menyoroti volatilitas harga pada komoditas bumbu dapur.
Berdasarkan data lapangan, bawang dan berbagai jenis cabai menjadi barang yang paling sensitif terhadap perubahan cuaca.
Ika menjelaskan bahwa faktor cuaca ekstrem, khususnya curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah pemasok, turut menghambat rantai distribusi ke pasar-pasar di Kota Bekasi.
”Apalagi seperti pada musim hujan seperti ini, turut berdampak dari pasokan yang tidak banyak. Karena tergantung dari wilayah pemasok, meski saat ini belum terjadi kenaikan harga,” tuturnya.
Bagaimana Langkah Konkret Jika Harga Melambung Tinggi?
Hingga awal Februari 2026, harga di tingkat pedagang pasar masih terpantau stabil. Namun, Disdagperin telah menyiapkan skenario intervensi pasar jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar atau dominan.
Langkah-langkah strategis yang disiapkan Pemkot Bekasi meliputi:
- Pemantauan harian secara real-time.
- Menunggu informasi stok dan harga resmi dari Bulog.
- Koordinasi lintas sektoral dengan Pemerintah Pusat.
”Kita tetap memantau juga yang pasti, biasanya ada kabar resmi juga dari Bulog. Apabila ada kenaikan harga bahan bahan pokok, tetapi bilamana harga bahan pokok semakin tidak terkendali, kita upayakan koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Pusat untuk segera meminimalisir kenaikan harga bahan pokok,” pungkas Ika.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan agar stabilitas stok di pasar tetap terjaga.
Punya informasi terkait lonjakan harga tak wajar di pasar sekitar rumah Anda? Laporkan segera ke layanan pengaduan Pemkot Bekasi atau hubungi Redaksi RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





































