Poin Utama:
- Pemkot Bekasi resmi menjadi pilot project nasional untuk penerapan teknologi pirolisis yang mampu mengubah sampah menjadi energi terbarukan (BBM dan Syngas).
- Inovasi pirolisis ini difokuskan untuk menghabiskan gunungan sampah lama yang menumpuk di TPA Sumurbatu, Bantargebang.
- Fasilitas pirolisis akan berdampingan dengan PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) yang khusus menangani sampah harian baru.
- Plh Wali Kota Bekasi menginstruksikan sinergi lintas instansi, termasuk DISTARU, BPKAD, dan DLH, untuk mempercepat pembebasan lahan sesuai regulasi yang berlaku.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus mengambil langkah agresif guna menuntaskan status darurat sampah yang membayangi kawasan pembuangan akhir.
Melengkapi fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang segera berjalan, Pemkot Bekasi kini tengah mengebut persiapan teknologi pirolisis untuk memusnahkan gunungan sampah lama di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kota Bekasi resmi ditunjuk oleh Pemerintah Pusat sebagai kawasan pilot project nasional dalam inovasi pemanfaatan limbah menjadi energi terbarukan pada Rabu (10/06/2026).
Apa Itu Teknologi Pirolisis dan Manfaatnya Bagi Kota Bekasi?
Teknologi pirolisis merupakan terobosan pengolahan limbah melalui proses pemanasan material sampah padat, seperti plastik atau biomassa, pada suhu sangat tinggi dengan minim oksigen.
Proses mutakhir ini diklaim mampu menyulap limbah padat menjadi tiga bentuk energi terbarukan, yakni bahan bakar cair (bio-oil/BBM), gas sintetis (syngas), dan residu padat bernilai guna (biochar).
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan bahwa inovasi ini adalah jalan keluar yang sangat krusial bagi daerah.
”Dalam rangka penanganan darurat sampah di TPA, Kota Bekasi dipercaya menjadi pilot project untuk penerapan teknologi pirolisis yaitu inovasi pemanfaatan sampah menjadi energi terbarukan,” kata Abdul Harris Bobihoe kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (10/06/2026).
Bagaimana Persiapan Lahan Proyek Pirolisis di TPA Sumurbatu?
Pemenuhan ketersediaan lahan menjadi prioritas utama agar infrastruktur pengolahan sampah raksasa ini dapat segera berdiri.
Pemkot Bekasi wajib memastikan ketersediaan ruang pembangunan tanpa menabrak regulasi tata ruang daerah.
Menyikapi urgensi ini, Plh Wali Kota Bekasi langsung memberikan instruksi ketat kepada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat dan merapatkan barisan.
”Terutama dalam hal pengadaan lahan yang akan diperlukan untuk penerapan teknologi tersebut. Untuk itu kami instruksikan kepada DISTARU, BPKAD, DBMSDA, dan Dinas Lingkungan Hidup serta seluruh unsur terkait lainnya seperti Camat para Lurah untuk bersinergi, berkolaborasi dalam wujudkan ketersediaan lahan yang dibutuhkan, melalui prosedur dan ketentuan undang-undang yang berlaku,” tegas Bang Harris sapaan akrabnya.
Apa Perbedaan Fungsi Teknologi Pirolisis dengan PSEL di Bantargebang?
Proyek pirolisis dirancang secara spesifik untuk mengeksekusi dan memusnahkan tumpukan sampah lama yang telah menjadi gunungan bertahun-tahun di TPA Sumurbatu.
Peruntukannya sangat berbeda dengan Mega Proyek Strategis Nasional (PSN) PSEL yang difokuskan pada sampah harian yang baru datang dari masyarakat. Pembagian beban kerja ini diyakini akan mempercepat pemulihan kawasan Bantargebang dari krisis volume limbah.
”Untuk PLTSa (PSEL) itu nanti untuk sampah yang baru, jadi yang belum kita angkut. Nantinya kalau ada itu baru sampah baru masuk ke PLTSa,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (10/06/2026).
”Jadi kedepannya di Kota Bekasi sudah berpikir untuk semua sampah itu terselesaikan. Jadi gunungan sampahnya hilang, sampah yang akan masuk nantinya ke PLTSa,” sambung Kiswatiningsih.
Kapan Proyek Pirolisis Sampah Kota Bekasi Mulai Direalisasikan?
Hingga kini, Pemkot Bekasi masih berada dalam tahap pematangan regulasi, perizinan, dan kolaborasi strategis tingkat tinggi.
Konsolidasi terus digenjot dengan melibatkan jajaran kementerian dan para petinggi negara guna memastikan seluruh prasyarat teknis serta legalitas terpenuhi sebelum mesin konstruksi menyala.
”Kita masih membahas mengenai persiapan dan kesiapan bersama dengan rapat terkait bersama Kemenko Pangan. Kita sudah rapat dengan Pak Gubernur bersama pak KASAD, jadi kita memastikan seluruh persyaratannya terpenuhi,” pungkasnya.
Penerapan kolaboratif antara PSEL dan teknologi pirolisis diharapkan menjadi jawaban paripurna atas polemik sampah yang puluhan tahun menghantui wajah Kota Bekasi.
Keberhasilan pilot project ini nantinya tidak hanya mewujudkan visi lingkungan yang lebih asri, tetapi juga mencetak sejarah baru ketahanan energi daerah yang mandiri.
Bagaimana pendapat Anda tentang langkah Pemkot Bekasi memusnahkan gunungan sampah dengan teknologi Pirolisis ini? Tinggalkan komentar Anda di bawah, dan bagikan artikel ini jika bermanfaat. Baca terus kabar terbaru seputar kebijakan publik dan pembangunan hanya di RakyatBekasi.Com.







