Krisis Tenaga Kesehatan di Puskesmas, Dinkes Kota Bekasi Andalkan Program Internship dan Optimalisasi SDM

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Satia Sriwijayanti Anggraini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Satia Sriwijayanti Anggraini.

BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengakui bahwa ketersediaan tenaga kesehatan (nakes) di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama atau Puskesmas di wilayahnya masih jauh dari kata ideal.

​Hingga saat ini, Puskesmas di Kota Bekasi belum mampu memenuhi standar paripurna yang mensyaratkan ketersediaan 13 jenis layanan dasar.

Masalah kekurangan formasi ini menjadi tantangan serius dalam upaya memberikan pelayanan kesehatan maksimal bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kesenjangan Layanan: Baru 9 dari 13 Layanan Terpenuhi

​Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengungkapkan fakta bahwa dari 13 layanan wajib yang seharusnya ada di Puskesmas, Kota Bekasi baru mampu menyediakan 9 layanan.

​Kekurangan nakes ini berdampak pada absennya beberapa layanan strategis, seperti layanan kesehatan jiwa, psikologi klinis, hingga optimalisasi poli khusus lainnya.

​”Idealnya ada 13 layanan, namun kita baru bisa memenuhi 9. Kondisi kekurangan nakes ini bukan hanya dialami Kota Bekasi, tetapi memang menjadi isu nasional yang terjadi di hampir seluruh Puskesmas di Indonesia,” jelas Satia dalam keterangannya, Jumat (21/11/2025).

​Program Internship Sebagai Solusi Taktis

​Untuk memitigasi krisis SDM ini tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan, Dinkes Kota Bekasi mengambil langkah taktis dengan mengoptimalkan Program Internship Dokter.

​Satia menjelaskan, program ini merupakan skema pengabdian wajib bagi dokter muda yang baru lulus. Mereka ditempatkan di fasilitas kesehatan untuk mempraktikkan ilmu medisnya secara langsung di bawah supervisi.

​”Kami akan manfaatkan program-program internship secara maksimal. Jadi, dokter yang baru lulus sekolah kedokteran ini sifatnya sudah profesional, hanya tinggal menjalani masa pengabdian (wajib kerja dokter) selama dua tahun sebelum status penuhnya,” tuturnya.

​Strategi ini diharapkan dapat menambal kekosongan tenaga medis di lini pelayanan dasar sembari menunggu solusi jangka panjang.

​Kendala Anggaran dan Upskilling Pegawai

​Tantangan lain yang dihadapi Pemkot Bekasi adalah tingginya beban belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini membuat penambahan pegawai baru tidak bisa dilakukan secara serta-merta.

​Oleh karena itu, selain mengandalkan dokter internship, Dinkes juga melakukan strategi upskilling atau peningkatan kompetensi bagi tenaga kesehatan yang sudah ada (eksisting).

​”Karena belum bisa memenuhi formasi baru, langkah kami adalah meningkatkan kompetensi nakes yang ada. Mereka dilatih agar multitasking dan mampu menangani kekurangan di layanan kesehatan lain yang beririsan,” tambah Satia.

​Menunggu Kebijakan Pusat dan Wali Kota

​Meski langkah mitigasi telah berjalan, Satia menegaskan bahwa solusi permanen tetap membutuhkan kebijakan politik anggaran.

Pihaknya terus mendorong Wali Kota Bekasi untuk mengajukan usulan kebutuhan formasi tenaga kesehatan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), terutama untuk menggantikan nakes yang memasuki masa pensiun.

​”Kami berharap kepada Pak Wali Kota agar nakes yang pensiun bisa segera diganti untuk mengisi kekosongan. Meskipun kita tahu anggaran belanja pegawai sudah tinggi, ini adalah kebutuhan dasar masyarakat yang mendesak,” pungkasnya.

​Layanan ideal Puskesmas yang mencakup Poli Umum, Poli Anak, Dokter Gigi, hingga Promosi Kesehatan (Promkes) harus tetap berjalan optimal demi menjamin derajat kesehatan warga Kota Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Angkut Paksa Aset Terbengkalai di Lahan Warga Tanpa Izin, Panik Pak?
Fenomena Kesehatan Mental Mengintai Gen Z Bekasi: Antara Tekanan Masa Depan dan Jebakan Diagnosis AI
Harga Sapi Impor Melambung, Pedagang Daging Bekasi Pilih Mogok Tiga Hari
Alamak! Dishub Perpanjang Masa ‘Shut Down’ Layanan Uji KIR Kota Bekasi
Wali Kota Bekasi Larang ASN Nikah Siri dan Selingkuh
Wali Kota Bekasi Dorong Percepatan Pencairan Dana Rp100 Juta per RW Pasca Audit BPK
FOPERA Endus Potensi Kerugian Negara di RSUD CAM Kota Bekasi
Tanggul Citarum Jebol Rendam Ribuan Rumah di Muara Gembong Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:26 WIB

Pemkot Bekasi Angkut Paksa Aset Terbengkalai di Lahan Warga Tanpa Izin, Panik Pak?

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:17 WIB

Fenomena Kesehatan Mental Mengintai Gen Z Bekasi: Antara Tekanan Masa Depan dan Jebakan Diagnosis AI

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:28 WIB

Harga Sapi Impor Melambung, Pedagang Daging Bekasi Pilih Mogok Tiga Hari

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:42 WIB

Alamak! Dishub Perpanjang Masa ‘Shut Down’ Layanan Uji KIR Kota Bekasi

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:58 WIB

Wali Kota Bekasi Larang ASN Nikah Siri dan Selingkuh

Berita Terbaru

Tangkapan layar Surat Edaran Nomor 800.1.5/219/BKPSDM.PKA tertanggal 19 Januari 2026.

Bekasi

Wali Kota Bekasi Larang ASN Nikah Siri dan Selingkuh

Rabu, 21 Jan 2026 - 13:58 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca